Accident Wedding

Accident Wedding
Bab 54.apa yang sebenarnya terjadi?



Ayu keluar dari kamar mandi dengan raut wajah yang kecewa.


"Gimana hasilnya sayang?" tanya Malik begitu ayu keluar dari kamar mandi.


"Ayu?"tanya malik lagi melihat ayu yang menunduk dan terlihat sangat sedih.


Ayu menggeleng, sembari terus menunduk. Terlihat sekali jika ayu sangat sedih dan kecewa.


Malik memeluk ayu yang saat ini telah berkaca-kaca, malik memeluk ayu erat menenangkan ayu yang sangat sedih.


"Ngga papa, mungkin itu belum rejeki kita. "ucap malik mengelus punggung ayu.


" Ngga usah sedih mama papa pasti ngerti mereka ngga akan marah ataupun kecewa sama kamu." sambung malik lagi.


" Tapi mama udah berharap banget mas, aku ngga sanggup kalau liat mama atau mama mala kecewa." ucap ayu.


" Ini di luar kendali kita, mungkin allah belum mengizinkan kita untuk punya anak"


"Tapi..."


"Sudah jangan berpikir yang tidak-tidak! "tegur Malik.


***********


Setelah ayu cukup tenang malikpun membawa ayu ke ruang keluarga untuk menjelaskan hasil tespeknya.


Sinta dan Nirmala langsung berlari begitu melihat ayu dan malik.


" Gimana hasilnya sayang?"


" Positifkan?"


Tanya Sinta dan Nirmala bergantian.


Ayu yang masih dalam rangkulan malikoun hanya bisa terdiam dan menunduk menanggapi pertanyaan mamanaya itu.


Sinta dan Nirmala yang merasa aneh dengan gelagat ayu dan malikpun bertanya dengan ke adaan ayu.


" Ayu kamu kenapa sayang? "tanya Nirmala karna nirmala yakin ada yang tidak beres saat ini.


" Iya yu kamu kenapa? apa hasilnya ngga sesuai dengan ap yang di harapkan? Csambung Sinta, mama mertuanya.


Ayupun mendongak melihat ke dua mamanya itu.


"Maafin ayu ma, ayu ngga hamil. "ucap ayu dengan berderai air mata.


Sinta dan Nirmalapun langsung memeluk ayu, mereka merasa bersalah karna mereka merasa terlalu memojokkan ayu.


" Ngga papa yu mama ngerti." ucap nirmala sembari mengelus punggung ayu.


" Ngga usah merasa bersalah, kamu ngga salah apa - apa. Mama. Ngga marah ataupun kecewa dengan kamu. "ucap sinta menguatkan menantunya itu.


" Sekali lagi ayu minta maaf ma." ucap ayu lagi


" Ngga papa sayang." ucap Sinta Nirmala.


Suasana ruangpun penuh haru, ayu yang tidak positif hamil membuat semua keluarga sedikit kecewa namun tidak satupun dari mereka menyalahkan ayu. Mereka semua menyalahkan diri mereka sendiri karna sudah berharap terlalu banyak dan membuat ayu tertekan dan merasa bersalah seperti ini.


**********


1 bulan kemudian.....


"Kamu yakin mau pulang sayang? "tanya wanita yang berusia sekitar tigapuluh delapan tahun pada seorang gadis yang terbaring di atas brankar rumah sakit.


" Iya ma, aku bosen di sini. Aku mau pulang." jawab gadis tersebut.


"Sudahlah ma, kalau anak kita mau pulang,biarkan saja. Lagian nanti di rumah juga akan ada suster yang akan merawat Alisya. "Ya nama gadis itu adalah alisya Mahararta anak dari andinita dan Surya Mahararta. Gadis yang baru saja selamat dari kecelakaan maut sebulan yang lalu.


Alisya di temukan di tepi sungai tersangkut di antara akar-akar pohon dalam keadaan wajah yang hancur dan luka parah kususnya di area kepala untung saja nyawa alisya masih bisa di selamatkan walau alisya harus melewati masa koma yang sangat panjang. Tapi sayangnya akibat kecelakana itu alisya harus kehilangan semua memorinya bahkan alisya tidak mengingat siapa dirinya dan tidak mengenali kedua orang tuanya. Alisya mengalami amnesia yang dokter sendiri tidak bisa menjamin jika ingatan aleta akan bisa kembali atau tidak.


"Boleh ya ma, lagian alisya juga mau nyoba ngembaliin semua memori alisya yang ngga bisa alisya inget. "bujuk alisya, alisya tidak bisa jika terus-terusan seperti ini menjadi orang yang dia sendiri ngga tau siapa dirinya, alisya merasa jika dunianya hampa, kosong dan hambar.


Andin mengelus puncak kepala anaknya" Yasudah kalau itu mau kamu, pokoknya mama akan nurutin semua kemaun kamu. Apapun yang kamu mau mama akan kabulin"ucap andin yang kemudian memeluk putrinya itu.


" mama sayang sama kamu nak, mama takut kehilangan kamu. Mama hampir mati ketika mendengar kamu kecelakan dulu. Jangan ngelakuin itu lagi ya mama ngga mau kehilangan kamu." ucap andin mengingat kejadian sebulan yang lalu.


Alisya membalas pelukan mamanya, ia mengelus punggung mamanya lembut," Apapun yang terjadi sama alisya dulu itu ngga akan terulang lagi ma, mulai sekarang alisya akan tetap di sisi mama. Alisya ngga akan pergi ke mana-mana karna alisya juga sayang sama mama." jawab alisya.


Surya tersenyum melihat istri dan anaknya itu yang sekarang sudah bisa bersatu kembali. Surya sangat bersyukur karna anak kesayangannya itu bisa selamat dari kecelakaan maut itu. Surya tidak bisa terbayang bagaimana nasibnya andin jika anaknya itu tidak bisa di selamatkan, bagaimana terpuruknya andin, hancurnya andin.


Tokk


Tokk


Tak lama sesudah ketukan itu masuk seorang pria yang berperawakan tinggi putih dan memiliki hidung yang mancung ke dalam ruangan VVIP alisya dengan membawa sekuntum mawar putih dan satu keranjang buah. Pria itu tersenyum ke arah alisya dan kedua orang tuanya.


Andin yang sedang berpelukan dengan alisyaphn melepas pelukannya dan terfokus oada pria itu.


"Devan. "ucap Surya menyapa pria tersebut.


" Om, tante" sapanya yang kemudian menatap Alisya dengan senyum manisnya. "Alisya." ucapnya berjalan mendekat ke arah alisya.


Pria yang di pnggil devan itupun memberikan bunga serta buah bawaannya pada alisya.


"Akirnya kamu bangun sayang. "ucap Devan pada alisya. Alisya terlihat heran mendengar pnggilan devan.


Alisya diam memperhatikan pria yanga ada di sampingnya itu, alisya tidak mengenali siapa pria itu bahkan tidak ada sedikitpun lintasan ingatan tentang pria itu.


" Devan alisya ngga bisa inget kamu. "ucap Andin melihat Devan yang menantikan balasan jawaban dari Alisya.


" Kenapa tan?" tanya Devan.


" Alisya Amnesia dia ngga inget apapuntentang masa lalunya, bahkan alisya ngga inget sama om dan tante. '' jelas Andin yang masih cukup sedih melihat kondisi anaknya itu.


Devan mengekus puncak kepala Alisya" al kami bisa inget aku kan al? "tanya devan dengan mata berkaca - kaca.


Alisya menggeleng," maaf aku ngga inget siapa kamu. "ucap Alisya meminta maaf.


Al kamu pasti bisa inget aku, aku tunangan kamu. Kita saling mencintai al." devan terlihat memohon agar alisya bisa mengingat sedikit saja tentang dirinya.


"Sekali lagi aku minta maaf aku bener-bener ngga inget siapa kamu." jawa alosya yang merasa sangat bersalah karna tidak bisa mengingat pria yang mengaku sebagai tunangannya itu.


"Apa pria ini kekasihku, apa aku dan dia dulu saling mencintai? Kenangan manis apa yang sudah aku lalui bersamanya?" pikir alisya.


Devan menatap alisya dengan tatapan yang sulit untuk di artikan "bagus jika perempuan ini tidak ingat, semoga ingatannya tidak bisa kembali, dengan begitu semua kejadian tentang hari itu bisa terkubur selamanya." batin Devan.


.


.


.


Bersambung


Hay gays drama seru akan segera di mulai, menurut kalian siapa sebenarnya alisya dan ada masalah apa antara Devan dan alisya. Sebenernya apa sih yang sudah terjadi?


Penasara? Ikutin terus cerita ini ya dan jangan lupa like komen dan vote cerita ini biar upnya bisa teratur dan autorpun juga seneng kalau yang dukungnya banyak :)