Accident Wedding

Accident Wedding
BAB36. Liburan



Setelah perjuangan panjang mengajukan surat lamaran kerja di berbagai perusahaan akirnya sekarang elvan di terima di sebuah perusahaan yang takkalah besar dengan tempatnya bekerja dulu.


"Selamat ya, kamu bisa bekerja mulai besok. "ujar HRD tersebut menyalami elvan atas di terimanya dia di perusahaan itu.


" Terima kasih buk." jawab elvan menerima jabat tangan dari HRD.


Akirnya ia bisa bekerja walau sekarang pekerjaan elvan berbeda dari biasanya yaitu menjadi sekretaris pribadi tapi yasudahlah lebih baik ia bekerja di perusahaan orang lain dan pelan-pelan mengumpulkan modal sendiri untuk membuka perusahaan sendiri dari pada harus bekerja di perusahaan papanya.


'' Semoga dengan pekerjaan ini aku bisa ngelupain kamu yu. "batin elvan.


************


" Hah, kenapa bisa mbak ayu yang jadi istrinya malik?" aleta sangat terkejut dengan ucapan malik. Aleta tidak menyangka jika orang yang telah membuatkan kontraknyalah yang ternyata menjadi istri malik.


" Mbak kamu kenal malik dari mana? "tanya aleta masih dalam keterkejutannya.


" Emang itu penting untuk kamu?" jawab malik sebelum ayu dengan jujur menjawab pertanyaan aleta.


" Kamu kok jawabnya gitu sih bee." ucap aleta memasang wajah cemberutnya berharap malik akan kembali luluh dan ia bisa memanas - manasi ayu.


"Kita ngga ada hubungan apa - apa lagi jadi stop manggil saya dengan panggilan bee. "tegas malik tak luluh sedikitpun dengn wajah cemberut aleta.


Lagi-lagi aleta tidak percaya dengan sikap malik yang tidak mempan dengan raut wajahnya yang sedih seperti ini.


" Dan satu lagi ta, hari ini kita lagi ngga nerima tamu. Kamu ngertikan? '' ujar malik yang kemudian menutup pintu rumahnya.


" Iiiiiiihhh" kesal aleta menghentak-hentakkan kakinya. "kamu liat aja lik aku akan buat kamu cerai sama ayu." gumam aleta pelan. Kemudian pergi dari rumah malik.


************


Ayu menatap malik yang terlihat masih kesal dengan kehadiran aleta ke rumah.


"makasi mas," ucap ayu tersenyum ke arah malik.


Malik melihat ke arah ayu, menaikkan satu alisnya karna tidak mengerti dengan ucapan ayu.


"Makasi karna kamu udah buktiin kata-kata kamu. "ucap ayu alagi memperjelas maksudnya.


" Kamu ngga perlu berterima kasih, udah seharusnya sebagai suami saya menjaga persaan istri saya sendiri." balas malik.


Ayu tersenyum ia bersyukur akirnya permasalahan rumah tangganya satu persatu selesai.


" Yaudah kalo gitu yuk kita beres-beres!" ajak malik yang langsung mendapatkan tatapan penuh tabya dari malik. Siap-siap maksud malik apa, bekerja? Bukankah ini hari libur?.


" Oh iya saya lupa ngasih tau kamu. "ucap malik memegang kepalaya.


" Maksud kamu apa mas?" tanya ayu.


Malik memegang pipi ayu menatap ayu dengan tatapan berbinar, jujur saya jika ayu bisa berteriak saat ini mungkin ayu sudah berteriak sangking bahagianya di tatap seperti itu oleh malik.


" Aku udah siapin paket bulan madu untuk kita ke bali." sontak mata ayu langsung membulat. Bulan madu? Yaampun jujur saja ayu tidak pernah memikirkan hal itu selama ini.


"Bulan madu mas? "tanya ayu yang di angguki oleh malik. Apa yaallah apa ini haruskah secepat ini? Yaampun apa yang harus ia lakukan.


" Kamu kenapa?"


" Ng...ngga papa kok mas." jawab ayu gelagapan.pipi ayu saat ini terasa sangat panas antara malu binggumg juga bahagia bercampur aduk saat ini.


***********


Kurang lebih dua jam perjalanan ayu dan malik akirnya sampai di bali. Ayu dan malik di sambut sangat baik oleh para kariawan hotel begitu ia sampai di sana. Ayu dan malik di pakaikan kalung bunga dan khusus untuk ayu kariawan hotel membawakan sekuntum bunga mawar merah.


"Silakan pak buk! '' ucap saah stu kariawan hotel mempersilahkan ayu dan malik masuk.


Kariawan tersebut menuntun ayu dan malik untuk menuju kamar mereka.


" Selamat menikmati fasilitas hotel kami. Kalo begitu saya permisi duly." ucap kariawan tersebut setelah membukakan pintu kamar dan memberikan kuncinya pada malik.


Malik dan ayupun masuk ke dalam kamar. Begitu masuk Sorot mata ayu langsung tertuju pada kasur yang di taburi kelopak bunga membentuk love dan di atasnya juga terdapat dua angsa dari selimut yang mereka bentuk.


Ayu semakin tersipu malu melihat hal itu.


"Gimana kamu suka? "pertanyaan malik membuat ayu langsung memalingkan wajahnya ke arah lain. Pura-pura melihat desain kamar mereka. Ayu tidak ingin malik menerka isi pikirannya saat ini.


"Yaudah kalo gitu___."


" Sekarang mas?" tanya ayu memotong ucapan malik.


"Iya sekarang. "


"Kenapa ngga nanti aja"ucap ayu yang sangat gugup saat ini.


" Kalo bisa sekarang kenapa harus nanti."


" Tapi____" ayu terlihat sangat gelagapan. Ayu menggulunggguluh jilbabnya. Jantung ayu serasa akan meladak saat ini bagaimana ia bisa menghadapi ini semua sekarang. Ayu tidak ada persiapan apapun.


"Kamu kenapa, kok gugup gitu? '' heran malik melihat wajah ayu yang terlihat sangat gelisah. Di tambah lagi dengan ayu yang terus menunduk dari tadi.


" Kamu ngga mau____" lagi dan lgi ayu memotong ucapan malik di saat malik belum menyelesaikan ucapannya.


"Aku mau kok mas. Tapi.... "


"Tapi kenapa? "


Ayu semakin gelagapan kenapa pertanyaan malik malah membuatnya semakin terpojok. (Yaallah tolok ayu ya allah ^ ^.)


"Ngga papa mas. "ucap ayu yang kemudian berjalan menuju kasur.


Ayu duduk di pinggir kasur,sembari terus menunduk.


Malik menghela nafas panjang sembari sedikit tertawa melihat kelakuan istrinya. Ingin sekali rasanya malik mencubit pipi ayu, kelakuan ayu saat ini malah membuatnya sangat gemas.


Malik berjaln mendekat ke arah ayu kemudian berjongkok sambil menatap ayu yang menunduk.


Mau tidak mau terpaksa ayu harus menatap mata malik karna ia telah berjongkok di depannya.


"Kamu ngapain mas? "tanya ayu yang semakin jeduk - jeder.


" Saya harusnya nanya sama kamu, kamu ngapain?" ucap malik tertawa kecil melihat ayu.


Kening ayu berkerut, mendengar ucapan malik.


" Saya itu nyuruh kamu ke kamar mandi, kenapa kamu malah ke sini?" ucap malik yang lagi-lagi menunjukkan deretan giginya.


" Hah?" kaget ayu, yaampun ayu sangat malu saat di hadapan malik. Ayu menutup wajahnya dengan kedua tangannya kemudian berlari menuju kamar mandi.


" Astaga apa yang sudah aku pikirkan" kutuk ayu pada dirinya sendiri.


***********


Malik dan ayu duduk di atas ranjang sambil memandang ke luar jendela mandangi pantai dan juga bintanggbintang yang bertaburan di langit.suasana hotel yang di pilih oleh malik sangatlah tenang. Tidak ada riuh kendaraan yang terdengar di sini.pemandangannyapun juga sangat bagus.


"Gimana perasaan kamu? "tanya malik memecah kehiningan antara mereka.


" Aku ngga tau mas yang jelas aku bahagia sekarang." jawab ayu masih memandang ke arah laut.


" Lalu apa kamu sudah siap untukenyempurnakan rumah tangga kita?"


Malik menatap ayu lekat.


Ayu membalas tatapan malik, melihat sorot mata malik yang sangat tulus dan penuh cinta padanya.


Ayu mengangguk pelan sembari memejamkan matanya.


.


.


.


...Bersambung...


Akirnya..... Semoga dapet momogan ya^ ^


Jangan lupa like, komen dan vote cerita ini ya gays!