Accident Wedding

Accident Wedding
Bab 22.Surat pengunduran diri



3 hari kemudian.....


Hari ini ayu akan mengantarkan surat pengunduran dirinya ke kantor. Berat rasanya ayu berhenti dari pekerjaan yang sudah menjadi bagian dari hidupnya ini. Pekerjaan ini sangat berarti untuk ayu. Susah payah ayu mendapatkan pekerjaan itu dan sekarang akan ia lepaskan begitu saja. Ingin ayu menolak tapi mana mungkin. Statusnya sudah tidak seperti dulu lagi.


"Kamu sudah selesai? "tanya malik keluar dari kamar dengan stelan jas hitam yang sudah rapi.


" Sudah mas" jawab ayu lemas.


"Ayo kita berangkat"ajak malik merangkul pundak istrinya. Malik sangat senang karna mulai hari ini ayu akan berhenti bekerja dan cowok yang selalu mendekati ayu itu tidak akan bisa lagi mengganggu ayu lagi.


...*********...


Sudah beberapa hari ini elvan selalu bulak balik masuk kedalam ruangan ayu berharap wanita itu sudah masuk ke kantor lagi.Seperti saat ini elvan tengah duduk di bangku ruang kerja ayu.


" Kamu kemana yu?" ujar elvan memegangi foto ayu yang terpampang di meja kerja ayu.


"Harusnya kamu dateng dan jelasin semuanya ke aku, bukan ngehindar kayak gini"


Elvan selalu berusaha menghubungi ayu namun hp ayu selalu tidak aktif saat elvan menghubunginya. Apa ayu memblokir nomornya? Semarah itukah ayu? Harusnya bukan ayu yang marah tapi dirinya.


Kotak Pulpen yang berada di meja ayu tidak sengaja tersenggol oleh tangan elvan sehingga semua pulpel yang ada di dalamnya berserakan ke bawah meja.


Ceklek..


Pintu ruangan ayu terbuka, denggan reflek elvan melihat ke arah pintu . terlihat seorang wanita masuk ke dalam ruangan, wanita itu belum menyadari ada orang di dalam ruanggan.Elvan masih berjongkok di bawah meja untuk mengumpulkan pulpen yang ia jatuhkan tadi.


"Berat rasanya meninggalkan semua ini. "wanita itu mengedarkan matanya ke semua ruangan. Setelah menyerahkan surat pengunduran diri, ia menyempatkan mampir untuk melihat ruangannya untuk terakir kali sekalian untuk mengemas barang- barangnya.


" Kenapa harus ninggalin? " sontak wanita itu kaget dan mencari sumber suara.


"Elvan" Kaget ayu saat mendapati Elvan yang duduk di kursi ruang kerjanya, ia menatap ayu dengan penuh tanya.


"Kamu mau pergi yu? "tanya elvan mendekat ke tempat ayu berdiri.tadi setelah ia selesai mengumpulkan pulpen dan akan berdiri elvan tidak sengaja mendengar ucapan ayu.


Ayu gelagapan sulit untuk ayu menjelaskan semuanya kepada elvan,, bagaimana jika sahabatnya itu salah paham? Dan bagaimana kalau elvan membencinya? Ayu tidak mau kehilangan sahabat seperti elvan.


" Kenapa yu? Apa suami kamu nyuruh kamu berhenti? "Elvan menekankan kata Suami, sebenarnya elvan masih belum percaya kalau ayu sudah bersuami.


Ayu mengangguk sebagai balasan dari pertanyaan Elvan.


Entah kenapa Elvan merasa bertambah sakit,jadi benar ayu memang sudah bersuami.


" He em" Elvan berdehem menyembunyikan rasa sakit hatinya. Sebenarnya elvan ingin menuntut penjelasan pada ayu tapi sepertinya saatnya tidak tepat . Elvan ingin ayu yang menceritannya dengan sendirinya. "Ya sudah aku mau lanjut kerja dulu." Elvan sengaja mengelak tidak ingin berlama-lama dengan ayu, sulit untuk elvan mengendalikan emosinya saat ini. Elvan masih sangat kecewa dan sakit hati di tambah lagi ayu mengundurkan diri dari kantor.


"Van! "langkah elvan terhenti saat ayu memanggilnya.


Elvan masih berdiri tanpa membalikkan badannya.


"Aku bakal jelasin semuanya ke kamu sekarang"lanjut ayu.


...*************...


Ayu duduk di sofa ruang kerjanya bersama elvan yang berada di pojok sofa. Dari tadi Elvan menunduk tidak mau menatap ayu.


" Aku memang sudah menikah. Aku sudah menikah dari lima bulan yang lalu." jelas ayu yang mendapatkan tatapan tajam dari elvan. Elvan tidak percaya ayu merahasiakan pernikahannya selama itu darinya.


"kami menikah bukan karna saling cinta atau menginginkan pernikahan ini" elvan menyengitkan dahinya, kalau bukan karna cinta kenapa ayu menikah? Apa ayu hamil?.


"Lantas kenapa kamu menikah? "tanya Elvan yang tak kuasa menahan rasa penasarannya.


" Wanita yang akan di nikahi adik dari mamaku itu pergi di hari pernikahannya. Membuat semua keluarga Nugraha panik dan mencari cara untuk menyelamatkan nama baik keluarga mereka. Karna tidak mungkin mereka membatalkan pernikahan yang megah dan mewah itu secara tiba-tiba. Mereka tidak mau mencoret nama baik keluarga mereka sendiri."


" Lantas, mereka memaksa kamu untuk menikah dengan pria itu?" Amarah Elvan membendung, bisa-bisanya mama angkat ayu melakukan ini kepda wanita yang sangat ia cintai itu.


" Mereka tidak pernah memaksaku, aku menawarkan diri untuk menyelamatkan nama baik keluarga yang sudah merawatku. Aku sangat hutang budi pada keluarga nugraha aku ingin membalasnya dengan cara ini"Ayu menjelaskan dengan air mata yang tak henti-hentinya mengalir.


Elvan tidak habis fikir dengan pikiran ayu. Kenapa ia rela melakukan ini semua hanya karna ingin membalas budi. Apakah ayu tidak memikirkan bagaimana perasaannya?.


"Aku tidak habis pikir dengan jalan pikiran kamu yu"ucap elvan berdiri dan hendak pergi. Namun sebelum pergi Elvan mengungkapkan perasaannya yang selama ini ia pendam kepada ayu.


" Asal kamu tau yu, Selama ini aku punya perasaan lebih ke kamu. Aku selalu berharap kita bisa bersatu dalam ikatan cinta yang sakral" Setealah mengungkapkan perasaanya Elvan pergi dari ruangan ayu.


Ayu mematung mendengar kata-kata elvan yang baru saja ia ucapkan. Ayu tidak menyangka kalau elvan mempunyai perasaan lebih kepadanya. Ayu sekarang sangat merasa bersalah, coba saja ia peka mungkin bisa saja mereka sudah mendirikan keluarga bahagia saat ini.


Sebenarnya ayu juga mempunyai rasa kepada Elvan, namun selalu ayu tutupi karna tidak ingin persahabatnya dengan elvan hancur.Ayu selalu berkata kalau ia hanya menganggap elvan sebagai sahabat tapi nyatanya dalam hati ayu berkata sebaliknya. Hanya Elvan yang bisa mengerti perasaan ayu, hanya elvan yang selalu ada untuknya. Coba saja elvan mengungkapkan ini lebih awal mungkin kejadian ini tidak akan pernah ada.


Tapi semuanya sudah terlambat perasaannya kepada elvan sudah ia tutup rapat-rapat saat ia memutuskan menikah dengan malik. Detik itu juga ayu menghapus nama elvan di hatinya. Ayu berhenti berharap kepada elvan dan berusaha menganggap elvan seprti sahabat tanpa kata lebih.


Lagian sekarang ini ayu juga sudah menaruh hati pada malik. Ia sudah mencintai malik. Begitupun sebaliknya. Malik juga sudah mencintainya. Malik juga sudah mengakui perasaannya pada ayu jadi tidak ada alasan untuk ayu menyesal saat ini. Ia sudah bahagia dengan malik, ia saling mencintai. Elvan hanyalah orang yang dulu sempat ia cintai tapi sekarang perasaan itu sudah tidak ada lagi sekarang. Yang harus ayu pentingkan sekarang adalah keluarganya juga masa depan bersama malik.


.


.


.


.


Bersambung...