Accident Wedding

Accident Wedding
Bab 24.Majalah



"Bee bulan depan aku akan kembali ke indonesia. Aku sudah tidak sabar ingin segera bertemu denganmu"


Isi Pesan yang terlihat di notif ponsel malik. Malik ingin mengetahui semua chet aleta kepadanya. Malik membuka aplikasi chet dan membaca semua pesan yang di kirim oleh aleta.


"Bee aku punya berita yang sangat gembira untukmu"


"Kontrakku di sini sudah selesai aku bisa pulang ke indonesia, kamu senang bukan?"


"Aku sudah tak sabar ingin memeluk dan melepaskan semua rinduku kepadamu, tunggu aku ya beee semoga setelah bertemu nanti kamu bisa memafkanku dan kembali melanjutkan pernikahan kita"


"Bee?!"


"Bee bulan depan aku akan kembali ke indonesia. Aku sudah tidak sabar ingin segera bertemu denganmu"


"I love you , Jaga dirimu sampai aku kembali"pesan terakir yang baru saja masuk membuat malik kembali bergetar kenapa aleta datang kembali saat malik ingin menetapkan hatinya kepada ayu.Pesan Aleta kembali membuat malik menjadi ragu untuk memilih ia merasa seperti menjadi laki-laki tanpa pendirian saat ini. Apa yang akan ia lakukan jika nanti berhadapan langsung dengan aleta, apa ia akan melanjutkan hubungannya?. Tapi bagaimana dengan ayu?.


Aakh, ini membuat malik pusing selera makannya menjadi hilang dan kini mood malik yang hancur.


...**********...


Suara mobil malik terdengar masuk ke pekarangan rumah membuat ayu yang tadinya tengah bersantai menonton tv beranjak dan berlari menuju pintu masuk untuk menyambut kedatangan suaminya.


Malik memarkirkan mobilnya kemudian keluar dan berjalan menuju pintu masuk. Malik melihat ayu yang sudah berdiri di depan pintu memamerkan senyuman manisnya. Ayu menatap malik dengan mata berbinar terlihat ayu sangat senang melihat malik sudah pulang.


Ayu memgambil tas kerja malik dari tangan suaminya, kemudian ayu mencium pungung tangan malik dengan lembut. Malik merasa semua penat dan lelahnya bekerja hilang karna sambutan hangat yang di berikan ayu kepadanya.


...***********...


Malik dan ayu tengah berkumpul di ruang keluarga, setelah selesai makan malam. Malik dari tadi sibuk dengan gawainya sedangkan ayu juga sibuk dengan tv nya. Meski ayu tidak tahu apa yang ia tonton tapi ya mau gimana lagi? Ayu tidak tahu akan melakukan apa matanya belum mengantuk untuk tidur.


Tiba-tiba malik bangkit kemudian langsung berlari menuju lantai atas. Ayu yang melihatnya heran apa yang di kejar oleh malik sampai se buru-buru itu?.


Tak lama malik kembali turun dengan membawa majalah fashion di tangannya. Ayu sangat mengenal majalah yang di pegang oleh malik. Majalah itu merupukan majalah keluaran terbaru dari perusahaan tempatnya bekerja dulu.


"Kamu beli majalah mas? "tanya ayu saat malik telah duduk di sampingnya.


" He em" malik berdehem mengiyakan pertanyaan ayu.


Ayu tersenyum melihat model yang terpampang dalam majalah itu.


"Akirnya ia bisa mewujudkan cita-citanya"ucap ayu tersenyum lebar.


Malik yang mendengar perkataan ayu langsung menatap ayu intens.


" Kamu kenal dengan model di majalah ini?" tanya malik tak luput dari tatapannya.


" Iya mas, kan aku sendiri yang urus kontraknya"jawab ayu yang mendapat tatapan tajam dari malik.


Malik langsung melihat perusahaan penerbit majalah itu dan benar saja perusahaan penerbitnya adalah Beyond magazine, perusahaan tempat ayu bekerja dulu.


Malik mengepal tangannya, amarahnya memuncak, ternyata selama ini wanita yang didekatnyalah yang telah menghancurkan pernikahannya dengan Aleta. Sungguh malik tidak menyangka ia sudah berbaik hati kepada orang yang membuat hidupnya hancur.


Malik berdiri kemudian melempar majalah yang ia pegang ke sembarang arah sorot mata tajam malik tertuju pada ayu tengah duduk di sofa. Terlihat wajah ayu yang takut pada malik.


"Kamu tau orang yang kamu tawarkan kontrak itu adalah AlETA QUENBY ELVINA, CALON ISTRI SAYA. COBA SAJA KAMU TIDAK MENAWARKANNYA KONTRAK, DIA TIDAK AKAN PERGI DAN MENIGGALKAN SAYA DI HARI PERNIKAHAN SAYA DENGAN DIA. SAYA TIDAK AKAN BERTEMU DENGAN KAMU DAN TAK AKAN TERJEBAK DALAM PERNIKAHAN SIALAN INI"Ujar Malik dengan kasar,menjatuhkan vas bunga yang terpejeng di meja.


"Pernikahan sialan? "air mata ayu seketika jatuh begitu mendengar umpatan malik yang sangat menusuk. Padahal baru saja ia merasakan kemanaisan cinta bersama malik dan sekarang apa? Apa malik mengatakan itu karna emosi? Atau....


Sedetik kemudian Ayu kaget dengan penjelasan malik, ia tersadar dengan apa yang baru saja malik katakan. Aleta? Jadi aleta yang ia tawari kontrak inilah calon istri malik. Ayu tidak tahu jika wanita itu adalah calon istri malik.Dari awal Aleta tidak mengatakan apapun termasuk jika ia akan menikah.


"Sekarang juga kamu KELUAR DARI RUMAH SAYA. SAYA TIDAK SUDi TINGGAL SATU ATAP DENGAN WANITA LICIK SEPERTI KAMU!!!"


Malik menyeret ayu dengan kasar menuju pintu keluar. Malik menghempaskan begitu saja tubuh ayu ke lantai. Amarahnya sudah menguasai diri malik. Ia tidak bisa berfikiran jernih, dirinya begitu marah.


Ayu segera berdiri, mengetuk pintu yang telah terkunci rapat ayu memohon agar malik membukakannya.


"Maas aku ngga seperti yang kamu fikir mas"


"Aku hanya menjalankan tugas, aku ngga tau kalau Aleta adalah calon istri kamu" Ucap Ayu berusa menjelaskannya kepada malik.


"DIAAAM! SAYA TIDAK INGIN MENDENGAR APAPUN DARI MULUT LICIK KAMU ITU. PERGI KAMU DAN JANGAN PERNAH MUNCUL DI HADAPAN SAYA LAGI!!!" Teriak Malik dari balik pintu keadaan malik begitu kacau ia tidak percaya apapun dengan kata-kata ayu. Menurut malik ayu tidak lebih dari wanita sampah yang sudah mencemarkan hatinya.


Ayu menangis terisak-isak sambil menjauh dari rumah malik ayu tidak tahu harus kemana ia pergi tidak ada tujuan sama sekali yang terlintas di otak ayu. Pikirannya sama kacaunya dengan malik. Ayu menyalahkan dirinya sendiri, ia telah menghancurkan hidup seseorang patas ia di perlakukan seperi ini. Seharunya ayu lebih teliti mengecek status modelnya kenapa ia sangat bodoh.


Ayu terisak-isak ayu sulit mengatur pernafasannya dadanya terasa begitu sesak di tambah dengan rasa pusing karna ayu yang terlalu stres memikirkan masalahnya membuat kondisi ayu bertambah memburuk.


Tiba-tiba adu orang laki-laki berotot dengan perawakan acak-acakan datang menghampiri Ayu. Dua laki-laki itu mencoba menggoda ayu agar ikut dengan mereka.


"Eh eneng cantik mau kemana neng kok sendirian aja? "laki-laki itu menoel dagu ayu.


" Iya nih, dari pada neng sendirian mending abang temenin" ucap pria satunya lagi.


Membuat ayu semakin takut terlebih kondisinya saat ini sangat lemah.


Ayu sangat merasa terpojok daerah yang ia lalui saat ini keadaannya begitu sepi ayu tidak tahu sekarang ia berada di mana. Ayu berteriak sekuat tenaga berharap ada orang bisa menolongnya.


Tolong.....


Tolong....


Tolong.....


"Ngga akan ada yang nolongin neng"


"Mending ikut abang"


"Itu tenghorokannya nanti sakit loh! "


.


.


.


Bersambung...