
Dengan kembalinya alisya kerumah andinpun membuatkan acara syukuran untuk anaknya itu. Andin mengundar para anak yatim juga para rekan-rekan kerja papanya. Acara ini bertujuan untuk mensyukuri keselamatan Alisya dari insiden maut yang telah menimpanya sebulan yang lalu.
Andin menghampiri alisya kedalam kamarnya, sudah beberapa hari alisya di rumah namun belum satu ingatakanpun yang di ingat oleh alisya.
Tok.. Tokkk
Andin mengetuk pintu kamar alisya terlebih dahulu sebelum akirnya ia masuk. Saat ia masuk andin melihat alisya sedang memegangi fotonya berdua dengan Devan.
"Kamu lagi apa sayang? "tanya andin sembari memeluk anaknya.
Alisya menunjukkan foto yang ia pegang pada mamanya," ini laki-laki yang menjenguk aku di rumah sakit kemarinkan ma? "tanya alisya menunjuk pria yang memeluknya di dalam foto tersebut.
Andim mengngguk sembari tersenyum ke arah alisya," beberapa hari setelah kecelakaan itu harusnya kamu dan devan itu sudah menikah taoi karna kamu kecelakaan semua rencana itu hancur dan mama sangat terpukul akan hal itu."
"Berarti hubungan aku dan depan sudah sangat seserius itu? "ucap alisya yang bahkan tidak ingat apaoun walaupun ia sudah berusaha untuk mengingatnya.
" Kamu dan devan saling mencintai sayang, kehidupan kamu waktu itu sangatlah bahagia. Mungkin kalau saja kamu tidak kecelakaan waktu itu pasti saat ini kamu sudah membangun rumah tangga bersama devan. "jelas andin menyayangkan kejadian naas tersebut.
" Pasti dulu aku sangat mencintai devan dan begitupun dengan devan. Aku kenapa ya ma?, Kenapa bisa aku kecelakaan seperti itu? "tanya Alisya yang tidak ingat apapun dengan kejadian tersebut.
" Sudahlah sayang kita ngga usah ungkit-ungkit kejadian itu lagi yang penting sekarang kamu sudah sama mama sekarang. "Andin memeluk Alisya dengan penuh keharuan.
" Iya ma." ucap alisya membalas pelukan mamanya.
***********
" Mas kita jadikan pergi ke syukuran rekan kerja kamu kan?" tanya ayu pada malik yang masih bersantai di ruang keluarga dengan leptopnya.
'' Mas pikir-pikir dulu ya. "ucap malik sembari memamerkan wajah berpikirnya pada ayu.
Ayu berdecak, kemudian mencubit malik.
" Auu..." teriak malik berpura-pura sangat kesakitan atas cubitan ayu.
" Kok di cubit sih?" tanya malik masih memegangi tangannya yang di cubit oleh ayu.
"Biarin habisnya kamu nyebelin. "jawab ayu .
Malik menghela nafas," iya kita jadi pergi..... Tapi sebentar, saya mau nyiapin pekerjaan kantor saya dulu.. "jelas malik sembari menatap layar leptopnya.
Ayu beralih menatap malik sembari tersenyum girang, ayu sangat bersemangat hari ini untuk pergi karna ini adalah kali pertamanya ayu berpegian dengan malik bertemu dengan rekan - rekan kejanya dengan status istri sah malik.
**********
"Van...! "panggil mario sembari melihat elvan yabg kini sedang merapikan berkas-berkas penting mario.
" Iya pak.." jawab elvan.
" Kamu tolong wakili saya untuk datang ke acara syukuran ibuk andin ya!.... acara buk andin bertepatan dengan acara keluarga saya jadi saya tidak bisa hadir." jelas Mario.
Elvan mengangguk, "Baik pak."
Mario berdiri "Sampaikan juga permintaan maaf saya pada buk andin nanti! "sambung mario yang kemudian berjalan keluar ruangannya, setelah elvan mengiyakan ucapannya.
*********
Alisya berdiri bersama papa dan mamanya menyambut para tahu yang sudah hadir ke acara syukurannya itu.
" Terima kasih pak...." ucap surya pada rekan kerjanya yang telah datang.
" sudah banyak yang hadir pa, kita langsung mulai saja acaranya ya! "ajak andin.
" Iya ma, ayo sayang!" ucap surya menarik tangan Alisya untuk memberi sambutan dan puji syukur atas ke Selamatannya.
Di sisi lain Ayu dan malik baru saja sampai di rumah alisya saat di pertengahan acara. Mereka berdua sangat tergesa - gesa karna mereka sudah terlamt.
" Ini gara-gara kamu mas, kamu terlalu lama jadinya kita terlambat seperti ini. "ucap Ayu menyalahkan Malik.
" Kok malah saya." ucap malik tak terima dengan ucapan ayu.
Ayu berhenti kemidian menatap malik dengan tatapan serius," Pokoknya kamu yang salah,.... udah terima aja!! "ucao ayu yang kemudian menarik tangan suaminya untuk segera masuk ke dalam rumah alisya sebelum ada perdebatan panjang di antara mereka.
Mau tidak mau terpaksa malik menurut saja pada ayu.
Setibanya di dalam rumah ayu dan malik malah bertemu dengan elvan mereka saling beradu tatap,dengan tatapan berbeda-beda.
"Kenapa saya dan ayu harus bertemu dengan dia lagi sih. "kesal malik.
" Ternyata elvan juga ke sini."batin ayu.
" Kenapa saya harus bertemu dengan malik dan ayu di sini sih. "batin elvan yang masih merasa sangat canggung dengan ayu dan sangat kesal pada malik.
Elvan berusaha bersikap senormalnya ia tersenyum pada ayu sembrai menyapanya sebelum akirnya elvan pergi untuk menemui andin.
Setelah menyapa elvanpun kembali melanjutkan jalannya untuk pergi menemui andin.
Malik terlihat sangat tidak suka dengan sapaan tersebut, apalagi ayu tersenyum pada elvan.
"Harusnya kamu tidak usah senyum sama dia." tegur malik.
"yaampun mas senyum itu sedekah loh mas. Masak aku sedekah kamu larang" jawab ayu,yang tau jika suaminya itu tengah cemburu padanya.
Malik berdecak, kesal dengan jawaban ayu yang selalu saja bisa mematahkan kata-katanya.
"Sudahlah, ayo kita mencari buk andin dan pak surya untuk memberi selamat pada mereka!''ucap maik menarik tangan ayu,
***********
Alisya berjalan - jalan di tengah - tengah keramaian orang yang berada di rumahnya ia berharap jika dengan cara ini ia bisa mengembalikan ingtannya lagi.
Saat alisya sedang berjalan gjalan seorang anak kecil yang sedang berlari terjatuh tepat di depannya, membuat alisya segera menolong anak tersebut..
"aduhh dek hati - hati kalau jalan!" ucap alisya memperingati anak tersebut.
"Iya kak maaf ya kak. "ucap anak tersebut yang kemudian pergi .
Elvan tersenyum melihat alisya yang dengn tulus membantu anak tersebut. Melihat kejadian itu membuat elvan jadi teringat dengan sikap ayu yang juga sering membantu anak - anak seperti yang di lakukan alisya.
Elvan menghampiri alisya yang masih berjongkok di lantai sembari memperhatikan kepergian anak tersebut.
"Alisyakan...? "ucap elvan berdiri tepat di hadapan alisya.
Alisya mendongak melihat orang yang memanggil namanya itu. Alisya berdiri sembari memperhatikan elvan," Kamu siapa? "tanya Alisya.
" Sorry saya mengalami amnesia, jadi saya tidak mengingat siapa kamu. Apa dulu kita saling kenal atau pernah dekat?" tanya alisya lagi.
Elvan terdiam ia terkejut. Elvan baru tau jika ternyata calon kakak iparnya itu mengalami amnesia gara-gara kecelakaan itu.
" Kita tidak pernah dekat hanya saja saya adalah adik dari tunangan kamu." jawab elvan.
" Kamu adiknya devan?" tanya Alisya yang kaget jika ternyata devan mempunyai adik.
"Hmmm... "jawab elvan yang sebenarnya sangat malas membahas ini namun karna kondisi alisya seperti ini ia jadi harus menjelaskannya.
" Lebih baik kita duduk di sana, saya ingin tau banyak tentang devan dari kamu." ajak alisya yang terlihat bersemangat sekali.
Alisya menarik tangan elvan menuju meja kosong di dalam ruangan.
"Pasti dulu kamu saya dan devan sangat kompak ya? Apa jangan gjangan kita sering menghabiskan waktu bersama - sama?" tanya alisya.
Elvan tertawa sinis mendengar terkaan alisya yang sangat tidak benar, "hubungan saya dan devan itu tidak baik begitupun hubungan saya dengan kamu. Saya tidak pernah menyukai kamu karna kamu selalu membela devan dan selalu membujuk saya untuk berbaikan dengan devan."
"Kamu itu terlalu bodoh, kamu terlalu terobsesi dengan devan sampai kamu mau melakukan apapun untuk devan."
Alisya terkejut dengan penuturan Elvan, "Kamu mau saja di manfaatkan oleh devan, kamu mau di jadikan alat untuk kesuksesan kantornya."
"Apa benar devan sejahat itu? "tanya Alisya yang belum bisa mengingat apapun tentang cerita Elvan.
" Devan bukan jahat hanya saja dia licik, kamu yang terlalu bodoh sudah mau di perbudak oleh Devan." hujat elvan.
Alisya mengangguk - ngangguk mendengar cerita elvan," Berarti saya beruntung bisa amesia seperti ini karna dengan saya amesia seperti ini saya tidak perlu menjadi budak devan lagi bukan? "ucap Alisya yang mendapat tatapan tidak percaya dari elvan, elvan tidak menyangka jika jawaban Alisya bisa seperti ini. Padahal biasanya alisya langsung marah dan membela devan habis - habisan.
" Aneh,kenpa alisya tidak membela devan sedikitpun. Apa amesia bisa merubah jalan pikir seseorang sampai seperti ini?" batin elvan yang terheran - heran.
"Kamu kenapa diam? "tanya alisya melihat elvan yang terdiam sembari menatapnya.
Elvan menggeleng," Tidak ap-apa. Kalu begitu saya pergi dulu, sebelum tunangan kamu datang dan mencari ribut dengan saya. "ucap elvan tapi di tahan oleh alisya.
" Devan ngga kesini, dia sibuk sama urusan kantornya. Jadi kamu tenang saja! '' tahan alisya memegang tangan elvan.
"saya tetap ingin pergi, karna saya rasa penjelasan saya tadi sudah cukup untuk memperbaiki otak kamu. Saya Permisi." ucap elvan melepaskan cekalan tangan alisya.
Alisya menatap punggung elvan, "Kenapa saya merasa ada sesuatu tentang dia?" batin alisya mencoba mengingat elvan. Semakin di paksakan semakin alisya merasa kesakitan.
"Sepertinya saya tidak bisa terlalu memaksakan ini sekarang. "batin alisya sembri memegangi kepalanya.
.
.
.
Bersambung