Accident Wedding

Accident Wedding
Bab 21.Kasih sayang



Malik sudah selesai dengan masakannya. Sekarang waktunya ia bersama ayu untuk mencicipi hasil masakannya ini.


"Ini coba!, saya yakin pasti masakan saya jauh lebih enak dari masakan kamu"ucap malik dengan sombongnya.


" Iya mas, aku cobain ya"


Raut wajah ayu seketika berubah saat sup itu menyentuh lidahnya.


"Kenapa rasanya seperti ini? "bantin ayu memprotes masakan malik.


" Gimana enak?" tanya malik dengan mata berbinar.


" Enak banget mas, aku jadi ingin nambah lagi"


"Punya kamu untuk aku aja ya!" ucap ayu, ayu tidak ingin malik kecewa dengan hasil masaknnya yang sudah susah payah ia buat.


"Beneran? "ucap malik tak percaya.


" Yaudah saya juga mau coba"


"Jangan mas!! "teriak ayu mencegah malik. Sambil menarik mangkok di depannya.


" Kenapa katanya enak, lalu kenapa saya tidak boleh mencicipinya?"


" justru karna terlalu enak itu kamu ngga boleh nyicipin mas karna aku ngga mau setetespun berkurang dari mangkok kamu"jawab ayu memberi alasan.


"Kamu tenang aja di dapur masih banyak kok" jawab malik membuat mata ayu terbelalak.


"Yaudah siniin mangkok saya! "


"Ngga usah mas "


" Siniin ayu! "


" Ngga usah mas, lagian kamu kan buatin untuk aku."


" Saya cuma mau coba sedikit aja!"


"Ngga boleh! "


" Ya sudah saya akan mencicipi sup yang ada di dapur" Malik berjalan menuju dapur.


"Ngga usah mas"ucap ayu menghalangi jalan malik.


"Kamu kenapa sih saya mau coba sup saya "


"Tapi mas..." Malik melalui ayu tidak peduli dengan kata-kata ayu. Malik langsung mencicipi sup yang ia masak setelah sampai di dapur.


"Puih... "malik memuntah kan semua sayuran yang baru saja masuk kedalam mulutnya.


" Kenapa rasanya seperti ini?" protes malik.


" Mas" ucap ayu dengan tatapan bersalah.


"Kenapa kamu ngga bilang, kalau masakan saya itu ngga enak?."


" Maaf mas, aku ngga mau kamu kecewa. Lagian kamu juga udah susah payah masaknya" jawab ayu menunduk.


Malik menghela nafas "Sudah tidak usah di makan. Saya akan memesankan makanan untukmu!"


"Ngga papa kok mas aku makan aja ya"ucap ayu berlari kemeja makan untuk menghabiskan semuanya.


"Ayunindiya Anggraini" langkah ayu berhenti saat malik menyebut nama lengkapnya. Ini kali pertama malik menyebut nama panjangnya dengan benar tanpa jeda.


"jangan menyakiti dirikamu sendiri hanya untuk membuat saya senang. Saya tidak suka di kasihani!!!" sambungnya lagi.


Ayu diam mematung, tidak berani membantah ataupun menyauti ucapan malik,takut salah lagi.


"kamu tunggu di kamar. Saya akan membereskan semua ini."


"Aku bantuin ya mas"ucap ayu menawar bantuan.


"Tidak usah. Sayakan suruh kamu masuk kamar,bukan bantuin saya!! "tegas malik yang di balas anggukan lemas oleh ayu. Hati ayu ingin sekali membantu malik lagian ia juga lelah terus-terusan tidur dan tidak melakukan apa-apa.


...**********...


" Kamu kenapa ke kamar aku mas?" tanya ayu saat malik tiba-tiba masuk ke kamarnya dengan membawa bantal.


Pikiran ayu seketika memikirkan hal-hal yang********


" Saya mau tidur lah. Mau ngapain lagi"ketus malik. Bahkan setelah ia berciuman dengan ayu tadi sikap ketus dan jutek malik masih melekat di dirinya.


"Hah? "ayu kaget sekaligus heran dengan jawaban malik pasalnya sejak awal mereka menikah maliklah yang bersikekeh tidak mau sekamar dengan ayu. Dan sekarang, benarkah ini malik?.


Ayu mengangguk, kemudian bergeser meluangkan tempat untuk malik tidur.


"Apa ini saatnya? "batin ayu.


"Jangan berfikir aneh-aneh saya tidur di sini cuma mau jagain kamu" ucap malik saat ia telah duduk di ranjang dan hendak berbaring.


Entah kenapa ayu merasa malik bisa membaca pikirannya saat ini.


"Saya ngga mikir aneh - aneh kok mas. "ucap ayu beralasan padahal tadinya......


Ayu tersenyum simpul dengan perubahan sikap pria yang selalu membuatnya kesal itu. Ayu tak menyangka malik akan se Care itu kepadanya.


...*********...


Ayu terjaga saat azan subuh berkumandang terdengar jelas karna mesjid terletak tidak jauh dari komplek perumahannya.


"Mas... Mas malik" ayu mencoba membangunkan malik berniat untuk mengajak sholat subuh bersama.


"He em"saut malik dengan mata yang masih tertutup rapat. Malik belum sepenuhnya sadar dari tidurnya.


" Sudah subuh mas, kita sholat subuh bersama yuk!!! "ajak ayu.


" Sholat?, sayakan sudah lama tidak sholat.


Batin malik, malik bukannya tidak bisa sholat tapi ia cemas jika bacaan atau gerakannya nanti salah.


"Mas"panggil ayu lembut mengelus bahu malik.


“He em, kamu ambil wudhu duluan nanti saya nyusul! “ucap malik tersadar dari semua kekawatirannya


“Iya mas“jawab ayu beranjak dari kamar, menuju kamar mandi.


Dengan cepat malik membuka layar ponselnya dan mencari bacaan serta gerakan sholat agar nantinya ia tidak memalukan saat mengimami ayu.


Setelah berwudhu malik malik dan ayupun sholat berjamaah bersama malik sebagai imam dan ayu menjadi makmumnya. Mereka sholat dengan khusyuk tanpa ada kesalahan. Berkat petunjuk dari internet yang ia baca tadi malik bisa menjalankan sholatnya dengan benar.


"Mas, apa kamu selama ini tidak pernah sholat "Malik terbelalak saat pertanyaan itu di lontarkan oleh ayu.


" Sa.. Saya? Malik menunjuk dirinya sendiri.Saya selalu sholat, emangnya kenapa? Emangnya tadi waktu saya mengimami kamu ada yang salah? "tanya malik yang sangat takut jika gerakannya ada yang salah.


" Engga kok, cuma tadi pas aku di kamar mandi aku ngga sengaja dengar kamu lagi ngafalin niat sholat subuh."


Astaga mampus lah tuh malik, pake ketauan lagi.( Autor)


" Ngafalin? "malik terkekeh geli untuk menutupi rasa malunya saat ini." Saya tadi itu lagi baca-baca berita terus ngga sengaja liat ada niat sholat subuh jadinya saya baca deh." ucap malik beralasan. Bisa malu besar malik jika ayu tau jika selama ini ia tidak pernah sholat dan itu sevabnya ia kembali menghafalnya tadi.


Ayu mengangguk-ngangguk," Aku kira kamu udah lupa sama hafalan sholat. Tapi kalo seandainya kamu lupa kamu bisa tanya aku kok mas. Pasti nanti aku kasih tau." tutur Ayu dengan polosnya membuat malik malah menjadi kesal mendengarnya apa ayu tidak bisa memahami bertapa jatuhnya harga dirinya jika ia menanyakan itu pada ayu? Mana mungkin malik mau bertanya tentang hal- hal yang harga dirinya di pertaruhkan.


...######...


"What? Ayu serius nanya itu sama lo? . "Mario tertawa dengan sangat keras begitu mendengar cerita malik yang menurutnya itu sangatlah menggelitik.


" Diem lo!" ujar Malik yang malah bertambah kesal apalagi mendengar gelak tawa mario yang mengejeknya.


" Makannya belajar banyak sama pak ustadz udah tau istrinya ustazah. "ucap mario kembali menggejek malik.


" Memalukan banget kalo ayu sampe tau kalo seorang Malik yang tamoangnya judes dan galak ini ngga bisa sholat. Mau di taro dimana harga diri lo?" sambung mario masih asik mengejek malik.


" Dia ngga bakal tau kalo mulut ember lo itu ngga ngasih tau. "ketus malik pada Mario.


" Balik lo sana ke kantor lo. Cerita sama lo buat gue malah tambah kesel tau." usir malik.


Apalagi____


Malik mengangkat leptopnya akan melayangkannya pada Mario. Mario yang melihat itu tidak jadi melanjutkan ucapannya dan meringsut untuk keluar dari ruangan malik.


" Jangan lupa belajar sama pak ustadz" teriak Mario buru-buru menutup pintu kantor malik sebelum malik melemparnya.


"Dasar temen laknat. "umpat malik, mengutuk - ngutuk mario dalam hatinya.


.


.


.


.


Bersambung.