Accident Wedding

Accident Wedding
Bab 9.Sakit



Malik terjaga dan terkejut ketika melihat ayu tidur di sampingnya dengan posisi duduk sambil memegang tangannya,oooh tidak-tidak lebih tepatnya malik yang memegang tangan ayu. Tapi gengsi aja buat ngakuin.


"Kenapa wanita ini tidur di sebelahku"batin Malik kesal namun mulutnya terasa berat untuk marah-marah saat ini kepala malik terasa akan pecah tubuhnya pun tak sanggup ia gerakkan, badan malik terasa begitu lemas suhu tubuhnya pun terasa begitu panas.


Berapa saat kemudian ayupun terjaga, buru-buru malik menutup matanya kembali. Malik gengsi jika ayu tau jika ia sudah bagun dan tidak melepas gengaman tangannya dari ayu.


"Udah pagi"gumam ayu, sembari melepas tangannya dari genggaman malik. Ayu melakukannya sangat hati-hati takut jika malik bangun.


Tapi ayu merasa ada yang janggal karna tangan malik yang terasa begitu panas. Ayu menempelkan tanggannya ke atas dahi malik, mengecek keadaan malik.


"Astagfirullah, panasnya"ucap ayu terkejut karna kepala malik terasa begitu panas.ayu langsung berlari menuju dapur untuk mengambil kompresan untuk menurunkan demam malik. Ayu juga menelfon dokter langganan malik setelah bertanya kepada nirmala.


Sambil menunggu dokter datang ayu menggopres kepala malik agar demamnya sedikit turun.


"Kalo bukan karna terpaksa, saya ngga bakal ngizinin kamu buat pegang-pegang saya"batin malik yang masih memejamkan matanya.(udah untung di obatin, masih aja ngomel:(


Tak lama kemudian dokter yang di telfon oleh ayu pun datang.


" Silahkan dok" sambut ayu mengantar dokter itu ketempat malik yang terkujur lemas di atas ranjang. Dokter itupun langsung memeriksa keadaan malik.


...*******...


Dari tadi elvan terlihat gelisah, sibuk mondar mandir menantikan kedatangan ayu di kantor. Karna tidak biasanya ayu terlambat seperti sekarang ini. Elvan khawatir jika terjadi sesuatu kepada ayu.


"Ca, ca liat ayu ngga? "tanya elvan mencegat salah satu rekan kantor yang sering bersama ayu berharap jika perempuan itu melihat ayu.


" Ngga liat, van. Kayaknya belum dateng deh" jawabnya yang kemudian berlalu meninggalkan elvan yang masih berdiri di tengah-tengah koridor kantor.


Elvan memegangi kepalanya tidak tau harus mencari ayu kemana lagi.


"Di telfon aja kali van, ribet amat dari tadi"usul indra yang sudah tidak tahan dengan kebodohan temannya itu.


Elvan dan indra bertemu saat hari pertama kerja sehingga bisa di bilang meraka sangat dekat terlebih mereka berdua kerja dalam bidang yang sama dan ruangan yang berdekatan.


Indra tau jika elvan menyukai ayu. elvan selalu menjaga serta melindungi ayu bahkan setiap hari elvan selalu menawari ayu untuk pulang bersama namun ayu menanggapi elvan biasa saja bahkan ayu selalu menolak setiap ajakan elvan dengan alasan tidak ingin merepotkan.


Setiap kali indra melihat elvan bertikah seperti ini ia merasa kasihan kisah cinta yang di hadapi temannya itu cukup rumit sehingga ia tidak bisa melakukan apa-apa. Bukan itu saja indra juga tidak dekat dengan ayu karna memang ayu selalu menjaga jarak terhadap laki-laki. Satu-satunya laki-laki yang akrab dengan ayu hanyalah elvan karna mereka memang sudah bersahabatn sejak SMA makannya indra tidak heran lagi jika elvan sangat menghawatirkan ayu saat ini karna ayu adalah cinta pertamanya elvan sekaligus sahabat yang selalu mengerti dengan keadaan elvan.


"gue ragu buat nelfon ayu"


"emangnya kenapa, sahabat sendiri juga"


"gue takut kalo nantinya ayu risih dengan sikap gue"


"Lo mau gue yang nelfon? "


Elvan langsung memelototi indra karena berkata tanpa memikirkan perasaannya. Bisa-bisanya ia menawari diri untuk menelfon ayu sedangkan elvan dari tadi sudah grusak - grusuk mencari ayu. Tanggan elvan pun sudah meronta ronta untuk menelfon ayu dari tadi.


"Ngga usah, gue bisa sendiri"jawab elvan yang tak henti-hentinya memelototi indra, . Kali ini elvan benar-benar akan menelfon ayu.


Sebenarnya elvan sering menelfon ayu saat jam kerja untuk menanyai berkas - berkas kantor yang ia perlukan tapi jika menelfon untuk menanyai kabar ayu, ini merupakan kali pertamanya elvan makannya ia merasa gugup serta takut seperti ini. Elvan binggung akan memulai percakapan dari mana agar kekhawatirannya tidak terlihat jelas.


Tuuuut... Tuuuut.... Tuuuuuttt


Elvan masih menunggu ayu untuk mengangkat panggilannya. Elvan memukul-mukul ponselnya dengan jari telunjuk untuk mengurangi rasa gugup yang kini sudah menyelimuti sekejur tubuhnya.


...*******...


"brisik" satu kata yang terucap dari mulut malik yang berhasil membuat ayu terdiam di tempat.


Ayu baru saja membangunkan singa yang sedang tidur satu kesalahan yang akan membuat malik marah kepadanya.


"Maaf, maaf mas."ucap ayu yang langsung meraih ponselnya kemudian berjalan agak menjauh dari malik. ayu mengangkat pangilan yang berasal dari elvan itu.


" Halo, assalamualaikum van." ucap ayu .


"Waalaikumsalam"jawab elvan gugup.


" Ada apa ya van?" tanya ayu yang langsung to the poin.


" eeeee, kamu mmmm"semua pertanyaan yang sudah ia susun di kepalanya seketika lenyap, kebingungan kembali melanda elvan.


"kenapa?" tanya ayu.


"eeeee.... Kamu ngga ngantor yu?" ucap elvan setelah di bantu oleh indra. Indra membisikkan pertanyaan itu ke telingga elvan setelah itu ia kembali ke ruangan kantornya.


"Hah, oh iya. Astagfirullahaladzim " sontak saja pertanyaan elvan membuat ayu kaget ayu baru ingat kalau hari ini harusnya ia ke kantor terlebih ada berkas kontrak model baru yang harus ia urus. "Van aku boleh minta tolong ngga?" sambung ayu.


"Hah? "heran elvan karena baru kali ini ayu meminta bantuan kepadanya. Kata-kata ayu itu cukup mengejutkan elvan tapi juga membuatnya senang. Karna sekian lama akirnya ia bisa menjadi berguna untuk ayu.


" Bisa-bisa yu. Mau...aku bantu apa?" tanya elvan bersemangat.


"Syukurlah, hari ini sampai dua hari kedepan kayaknya aku ngga bisa masuk kantor soalnya su....." ayu baru ingat kalau statusnya masih lajang di kantor, bisa rumit urusannya jika ia tiba-tiba mengaku kalau ia sudah bersuami terlebih suaminya itu adalah malik, karna di media sosial yang menikah dengan malik adalah aleta bukan dirinya.


" Kenapa yu?, su apa? " tanya elvan heran karna tiba-tiba saja ayu terdiam dan tidak melanjutkan pembicaraannya.


" maksud aku ibu angkat aku lagi sakit dan ngga ada yang ngerawat. Jadi aku minta tolong untuk izinin aku, aku juga minta tolong banget buat urusin kontrak model baru yang akan dateng ke kantor nanti" jelas ayu.


"Eee mm ya... , aku bakal urus semuanya. Semoga mama kamu cepet sembuh "ucap elvan sedikit heran dengan gelagat ayu yang tidak biasanya. Terlebih dengan kata SU di akir pembicaraannya.


" Makasi ya van. Maaf udah ngerepotin" ayu terlihat sedikit bersalah karna kalo bukan karna malik sakit ayu tidak akan mau meminta tolong dan merepotkan orang seperti ini.


"Oh.. Iya ngga papa yu aku juga ngga ngerasa di repotin"jawab elvan yang masih terheran-heran.


" Sekali lagi makasi ya van."


" Iya yu"


"Assalamualaikum "


"waalaikumsalam"


Ayu dan elvan mengakiri pembicaraan mereka di telfon sikap ayu yang cukup mengherankan membuat elvan bertanya-tanya terlebih kata-kata ayu tadi sedikit mencurigakan elvan merasa ada sesuatu yang di tutupi ayu darinya tapi sudahlah elvan tidak mau mengambil pusing masalah itu yang terpenting kali ini ia bisa membantu ayu.


.


.


.


.


Bersambung.