Accident Wedding

Accident Wedding
Bab 33.Pulang



Malik membaringkan tubuhnya di atas sofa rumah sakit. Malik baeu saja pulang dari kantor dan langsung me rumah sakit. Malik memilih lembur di kantor ia menyibukkan dirinya dengan bekerja agar ia tidak mengingat masalahnya. Tepat jam satu malam malim kembali ke rumah sakit untuk melihat keadaan ayu juga ingin menenangkan hatinya. Malik merasa hatinya tenang jika melihat ayu. Terlebih di saat ayu sedang tertidur lelap seperti ini wajah ayu terlihat begitu cantik balutan jilbab instan di kepalanya menambah kesan hangat untuk di pandang. Mata malik tak berpaling sedikitpun sampai akirnya kantuk menghampiringan yang membuat malik larut dalam dunia mimpi.


Ayu terbangun dari tidurnya dan kaget melihat malik yang berbaring di atas sofa dengan pakaian kantor yang masih melekat di tubuhnya. Ayu bertanya-tanya kapan malik sampai di rumah sakit, sampai ia tidak menyadari kehadiran malik?.


Ayu melirik jam yang terpampang di dinding rumah sakit. Jam menunjukkan pukul empat lewat dua puluh menit sebentar lagi akan azan subuh. Dengan hati-hati ayu berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu.


Selasai mengambil wudhu ayu mencoba membangunkan malik yang tertidur pulas sebenarnya ayu tidak tega untuk membangunkannya tapi mau bagai mana lagi sholat itu adalah kewajibab jadi mau tidak mau ayu harus membangunkan malik.


"Mass.....udah subuh kita sholat bareng yuk!!


"ucap ayu menggoyang-goyangkan bahu malik.


Malik mengeliat perlahan - lahan ia membuka matanya.


" Udah subuh mas," ucap ayu mengukir senyum di bibirnya.


" He em" malik berdehem, malik tau maksud ayu. Malik beranjak dari sofa untuk menuju kamar mandi.


Ayu bersiap-siap, membentangkan sajadah dan mengenakan mukena. Ayu duduk di sejadahnya menunggu malik yang masih di dalam kamar mandi.


...***********...


Aleta mengerjabkan matanya beberapa kali. Menyipit berusaha menerima cahaya yang masuk dari celah-celah jendelanya. Dengan mata setengah terbuka aleta melirik jam dinding. Pukul menunjukkan jam 07.00, dengan nyawa yang belum terkumpul Aleta langsung mencari ponselnya.Aleta mengibas-ngibaskan selimut serta bantalnya dengan posisi yang masih tertidur.Dengan terpaksa Aleta beranjak dari posisinya karna tidak menemukan benda pipih persegi panjang itu.


Aleta berdecak saat benda yang ia cari berada di bawah tempat tidurnya. Entah kenapa benda itu berada di bawah padahal kemarin Aleta merasa sudah menaruhnya di atas kasur.


Aleta segera membuka aplikasi chat di ponselnya berharap malik membalas pesan-pesannya kemarin.


"Ck.." Aleta berdesah sambil menghentakkan kakinya. Aleta sangat kesal karna tidak ada balasan dari malik bahkan pesannyapun belum ada yang ia baca.


Aleta mengetik sesuatu di ponselnya kemudian mengirimpesan itu. Setelah selesai Aleta melempar begitu saja ponselnya ke atas kasur kemudian pergi masuk ke dalam kamar mandi.


...********...


"Alhamdulillah kondisi istri bapak sudah membaik. "ucap dokter yang baru saja selesai mengecek keadaan ayu.


" Tentu buk. Hari ini juga ibuk sudah boleh pulang"Senyuman ayu langsung melebar mendengar jawaban dokter. Jawaban yang selama in sudah ia tunggu-tunggu.


" Apa ngga perlu di rawat lagi dok. Saya takut istri saya ngedrob lagi?" Senyuman bahagia ayu tadi perlahanglahan berubah menjadi wajah cemberut ayu sangat tidak suka dengan pertanyaan malik. Padahalkan ia sudah sembuh ayu, ayu sudah tidak merasakan sakit apapun. Luka di bagian kepalanya juga sudah mengering dan dada ayu juga tidak sesak lagi.


"Aku udah sembuh mas. Iya kan dok? "ucap ayu berusaha meyakinkan malik dan semoga dokter itu menjawab sesuai dengan keinginan ayu.


" Iya pak, istri bapak keadaannya sudah membaik dan sudah boleh pulang." ayu sangat bersyukur karna dokter menjawab sesuai keinginannya.


Ayu melihat malik dengan tatapan memohon ayu berharap semoga malik luluh dan tidak menyuruhnya untuk dirawat lagi di rumah sakit.


Malik mengalah dan mengizinkan ayu untuk pulang.


" Terima kasih dok" ucap malik saat dokter itu bersiap-siap akan keluar dari ruangan ayu.


"Sama-sama" Balas dokter itu yang kemudian keluar dari ruangan ayu.


"Saya mau ke bagian administrasi dulu. Jangan kemana-mana tunggu saya di sini. Ngerti?!"ucap malik memperingati ayu.


Ayu mengangguk dengan senyuman yang tak henti-hentinya ia sunggingkan dari tadi.


Malikpun keluar dari ruangan ayu diikuti dengan pandangan ayu yang melihat ke arah malik sampai pria itu lenyap dari penglihatannya.


Pandangan ayu berpaling saat ponsel malik berdering tepat di sebelah ranjangnya. Ayu mengambil ponsel itu kemudian melihat ke arah layar ponsel yang telah menyala karna ada satu pesan yang masuk.


Ayu membaca pesan itu tanpa melihat siapa pengirimnya. Seketika cairan bening di mata ayu tiba-tiba mengalir begitu saja setelah selesai membaca, hati ayu terasa di cabik-cabik. Jujur ayu belum siap dengan situasi seperti ini walaupun ayu sudah tau jika situasi seprti ini akan terjadi.


.


.


.


Bersambung...