
Malik berjalan menyusuri koridor rumah sakit dengan pakaian yang sudah rapi,Malik akan melihat keadaan ayu dan sekalian berpamitan dengan ayu untuk berangkat bekerja. Kemarin malik menghabiskan waktu bersama Aleta, melupakan masalah yang aleta buat dan malik juga menerima aleta kembali menjadi kekasihnya. Seharian Malik bersama Aleta bahkan sampai larut malam untuk melepas rindunya kepada Aleta.
"Gimana keadaan kamu? "tanya malik ketika telah berada di dalam kamar inap ayu.
" Aku baik-baik aja mas. Semalem kamu kemana?. Kenapa ngga balik ke rumah sakit?" Tanya ayu khawatir jika terjadi sesuatu pada suaminya.
" Kemarin saya lembur, banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan"dusta malik yang di angguki oleh ayu tanpa raut wajah curiga sedikitpun.
" Sekarang kamu mau berangkat kerja lagi mas?" tanya ayu lagi melihat pakaian malik yang sudah rapi.
" Iya, ngga papakan?" Tanya malik ragu takutnya ayu tidak mengizinkannya.
" Iya ngga papa. Lagian aku juga sudah sembuh"
Malik menganguk pelan"Yasudah kalau begitu saya mau berangkat kerja dulu"pamit malik melangkahkan kakinya keluar.
"Mas"Panggil ayu menghentikan langkah malik yang baru berjalan dua langkah daei ranjangnya
.
Malik berbalik" kenapa? " tanya malik heran karna memanggilnya.
" Kamu sini dulu!! "pinta ayu, mau tak mau malik terpaksa kembali mendekat ke ranjang ayu.
" Kenapa? "Tanya malik penasaran.
Ayu langsung meraih tangan kanan malik kemudian menciumnya dengan lembut dan penuh ketulusan.
" Aku lupa belum cium tangan kamu" jawab ayu dengan senyuman hangat. Detik itu juga malik menjadi salah tingkah desiran hangat di hatinya terasa begitu nyaman saat ayu memperlakukannya seperti itu.
"Hmm.. Kalo gitu sa.. Saya berangkat kerja dulu "ucap malik terbata-bata kemudian bergegas keluar malik sangat malu jika ayu sampai menyadari kalau ia salting di dekatnya.
...*********...
Malik memarkirkan mobilnya di depan cafe tempat mereka berbincang kemarin. Malik menjemput aleta ke rumahnya dan breakfes bersama di cafe.
"Bee kamu mau pesan apa? "Tanya aleta ketika mereka telah duduk dan memilih menu.
" Terserah kamu aja! "jawab malik datar. Walaupun mereka berdua telah berbaikin tapi yang namanya sudah terluka tidak akan mungkin sama dengan dulu.
Aleta mengangguk sambil tersenyum simpul menanggapi perkataan malik yang dingin tanpa ekspresi. Aletapun memesankan makanan yang sama dengannya.
"Jadi kapan kita bicarain masalah pernikahan kita lagi bee?" tanya aleta sambil memecah keheningan di antara mereka berdua.
Malik menghela nafas malik tidak mood untuk membicarakan masalah itu sekarang.
"Kita jalanin aja dulu. Aku masih terlalu trauma saat ini." jelas malik masih dengan nada datarnya.
"Aku ngerti perasaan kamu bee. Tapi aku harap kamu bisa kembali kayak dulu lagi!"ucap aleta sendu aleta sangat sadar jika malik saat ini sangat dingin kepadanya, ya walaupun dulunya juga dingin.
" he em"malik berdehem membalas ucapan aleta.
Di sisi lain ada seorang laki - laki yang menatap mereka dengan tatapan tajam tidak suka dengan pemandangan yang ia lihat saat ini.
"Halo"
"........."
" saya akan segera ke sana!"
Malik beranjak dari kursinya saat telfon dari sekretaris pribadinya menelfon masalah kantor.
"Aku harus pergi. Kamu bisa pulang sendirikan? "tanya malik yang kini sedang menatap aleta.
Aleta mengangguk" Iya, aku bisa pulang sendiri kok. Semangat kerjanya! "tutur aleta sambil melengkungkan bibirnya membentuk senyum indah khasnya.
Malik pergi tanpa membalas senyum dari aleta.
" Aku ngga nyangka kamu bakal berubah sedrastis ini bee" gumam aleta melihat malik dari balik kaca cafe yang telah masuk kedalam mobilnya.
...********...
Pria yang memperhatikan Aleta dan malik itu keluar dari mobilnya menuju aleta yng tengah berdiri di depan Cafe tengah menunggu taksi online yang di pesannya.
"Ternyata lo masih punya muka untuk ketemu malik"ucap pria itu berjalan mendekat dengan tatapan menusuk ke arah aleta.
" Mario? "Aleta terdiam sejenak mencoba mencerna ucapan mario tadi." Maksud lo apa ngomong gitu ke gue? "tanya aleta yang tak paham.
" Ck.Aleta...aleta lo pasti tau maksud gue"Mario sangat muak dengan wajah polos aleta yang seakan-akan tidak melakukan kesalahan apapun. Mario memang tidak pernah suka malik berpacaran dengan Aleta. Mario merasa Aleta hanya memanfaatkan malik untuk kemajuan karir modelnya. Mario bertambah tidak suka ketika tau jika aleta meninggalkan malik tepat di hari pernikahannya.
"Gue bener-bener ngga ngerti "ucap aleta yang geram dengan pria di depannya." Lagian kenapa sih dari dulu lo tuh ngga pernah suka sama gue. Salah gue apa? "tutur aleta mengeluarkan unek-uneknya.
Mario memutar bola matanya malas, perempuan di depannya ini begitu banyak drama membuatnya semakin muak berlama-lama.
" Gue cuma mau peringatin lo, ngga usah lo ngejar-ngejer malik lagi.Karna hubungan kalian itu udah berakhir tepat di hari pernikahan lo.___" Mario menjeda perkataannya sebentar"Malik itu udah menikah dan dia bahagia dengan pernikannya. Jadi ngga usah berharap kalo malik akan nikahin lo. Keluarganya aja udah nggangep lo sampah. Lo taukan sampah harusnya di apain? "ucap mario dengan senyuman sinis.
Aleta terdiam seribu bahasa. Aleta tidak percaya jika malik sudah menikah. Mario pasti bohong, ia yakin sekali mario hanya mengada supa ia menjauhi malik.
" Lo bohongkan? Malik ngga mungkin hianitin gue, dia itu setia sama gue"ucap Aleta tak terima dengan penjelasan mario.
" Setia itu liat-liat dulu ta.Mana ada orang yang mau setia sama cewek kayak lo" sinis mario yang kemudian pergi meninggalkan Aleta yang berurai air mata.
Apa benar malik sudah menikah? Tapi kenapa malik tak mengatakan apapun? Ngga, pasti mario hanya mengada-ngada. Aleta yakin itu.
.
.
.
Bersambung...