
"Assalamualaikum "sapa Elvan yang berdiri di depan meja kerja ayu.
" Elvan"Ayu terkejut melihat elvan yang sudah berdiri di depan mejanya.
"Salamnya ngga di jawab?" tanya elvan sembari duduk di kursi yang berada di depan meja ayu.
"Oh iya lupa, waalaikumsalam "
" Kamu ngapain kesini?" tanya ayu.
"aku cuma mau nanya tawaran yang waktu itu masih berlakukan?"
"Tawaran?" Ayu menyeringitkan dahinya.
"Iya tawaran waktu aku nolongin kamu buat nyelesain tugas kantor"
Kali ini ayu ingat, tawaran yang ia buat untuk membalas budi kepada elvan.
"Oh iya ya ya sekarang aku inget. Jadi kamu mau aku tolongin apa? "
"Aku mau kamu nraktir aku makan di restoren depan kantor pas makan siang nanti. Gimana?"
"Traktir?"
Elvan mengangguk.
Insyaallah nanti aku usahain. Lagian hari ini juga ngga banyak yang harus aku urus. "ucap ayu sambil tersenyum.
Elvan tersenyum lebar mendengar jawabn ayu.
" oke siip, aku tunggu. Jangan sampe lupa!! "ucap elvan sembaru beranjak dari ruangan ayu.
" Iya" jawab ayu sambil tersenyum.
...********...
Sudah jam makan siang namun malik masih saja duduk diam di bangku kerjanya tanpa melakukan apapun. Sangat rumit memikirkan hidupnya saat ini terlebih kisah cintanya bersama aleta malik bingung apa yang harus ia lakukan melanjutkan hubungannya dengan aleta dan menceraikan ayu atau sebaliknya.
Malik menghela nafas panjang, sudah dari pagi tadi ia memikirkan semua itu namun tetap saja selalu ada keraguan di hatinya.Malik ingin keluar dan mencari pemandangan baru agar pikirannya terbuka dan bisa menemukan solusi dari semua masalah hidupnya.
Malik tiba-tiba saja teringat dengan perusahaan tempat ayu bekerja Beyond magazine.
"Mungkin saya bisa kesana dan mengajaknya untuk makan siang. Sekalian saya juga mau lihat berapa besar perusahan tempat dia bekerja"ucap malik sembari beranjak dari kursinya.
...********...
Ayu keluar dari kantor bersama elvan yang berjalan di sampingnya. Sepanjang perjalanan ayu dan Elvan sibuk membahas kepolosan ayu waktu SMA.
"Yu kamu inget ngga sih waktu kamu di kata-katain sama kakak kelas karna kamu juara umum"
"Aku inget bangetlah van"jawab Ayu tersenyum malu.
"Kamu dengan polosnya jawab, emang juara umum itu ngelanggar aturan sekolah ya kak?. Sampetuh kakak kelas bingung sendiri mau jawabnya gimana"ucap elvan yang tak henti-hentinya tertawa.
" Sampe kakak kelasnya malu sendiri. Padahal aku nanya bener kan?" ujar ayu juga tertawa.
"Bener, bener-bener polos"jawab Elvan. Yang diiringi tawa keduanya.
Tak lama malikpun sampai di kantor ayu, perlahan-lahan mobil malik masuk ke area parkiran. Saat itulah malik melihat ayu dan elvan yang berjalan beriringan sambil tertawa lepas.
" Siapa laki-laki itu? "tanya malik melihat ayu dari dalam mobilnya.
Ya iyalah, anak orang lu siksa terus mana bisa ketawa dia.(Kata Autor)
Taklama akirnya Ayu dan Elvan sampai di depan restoran. Restoran ini memang selalu menjadi langganan para staf kantor, selain tempatnya yang dekat harga yang di tawarkan di restoran ini juga relatif murang sehingga tidak heran jika saat jam makan siang ini, semua orang antri untuk memesan makanan mereka.
"Mbak saya mau pesen Spaghetti with Italian Meatballs sama es lemon teanya dua ya mbak"ujar ayu memesan makanannya.
" Saya juga mbak" ucap laki-laki yang berada di belakang ayu. Suara laki-laki itu terdengar sangat familiar oleh ayu.
"Apa mungkin? " ayu sangat penasaran ayu ingin melihat sosok pria yang di belakangnya apakah pria itu sesuai dengan apa yang ia pikirkan. Ayu membalikkan badannya melihat orang yang memesan menu yang sama dengannya itu.
Ayu terkejut saat mendapati orang yang berada di belakangnya adalah Malik. Ya malik, malik berdiri tepat di belakang ayu dengan tampang coolnya malik melirik ayu dingin. Ingin rasanya ayu bertanya kenapa malik bisa sampai di restoran depan kantornya tapi karna keadaan tidak mungkin ayu menanyainya sekarang.
"Yu ayo kita duduk, biar nanti pelayan yang anterin ke meja kita!!"ujar elvan yang memutuskan kontak mata ayu dan malik.
Ayu mengangguk dan mengikuti elvan ke arah meja yang ia tunjuk.
Sedangkan Malik pergi duduk ke meja yang jaraknya tidak jauh dari meja ayu dan Elvan.Sekalian Malik ingin menguping pembicaraan mereka berdua.
...*********...
" Kamu kenpa bisa ke restoran deket kantor aku tadi mas?" tanya ayu menanyai malik sambil menyendokkan nasi ke atas piring untuk malik.
"kebetulan, saya juga ngga tau kalo ternyata kamu ngantor di sana" ayu menyeringitkan keningnya. Karna belum lama ini ayu telah memberi tahu malik nama kantor tempat ia bekerja.
"Kenapa? Ngga usah GR saya ke sana bukan untuk nemuin kamu. Apalagi kangen. "Ucap Malik tidak ingin harga dirinya jatuh di hadapan ayu. Padahal mah niatnya ke sana emang mau ke temu ayu mau ngajak makan siang tapi udah keduluan ama Elvan:(
Ayu tersenyum simpul mendengar kata-kata malik,ucapan malik terdengar seperti pengakuan oleh ayu. Padahal ayu tidak mengharapkan apapun dengan pertemuannya tadi siang, apalagi di rindui oleh malik.
" Laki-laki yang di sebelah kamu tadi siapa? Pacar kamu?"tanya Malik, dari tadi Malik tidak henti - hentinya menebak orang yang makan siang bersama ayu tadi, ada rasa khawatir di diri malik jika yang di samping ayu tadi adalah kekasihnya.
Ayu sedikit terkejut dengan pertanyaan malik. Jarang sekali malik menanyainya seperti ini apalagi memperhatikan dengan siapa ayu pergi ataupun bertemu.
"Dia sahabat aku dari SMA namanya Elvan."jawab ayu.
Malik Bahagia mendengar jawaban ayu kalau ternyata pria tadi hanyalah sahabat dan tidak ada hubungan spesial antara mereka. Tanpa malik sadari lengkungan sempurna terlukis di bibir malik.
"Kamu kenapa mas? Kok senyum? "tanya ayu yang tidak sengaja melihat lengkungan bibir malik dan raut wajahnya yang bahagia.
" Senyum? Siapa yang senyum. Ini nih sayur kamu ke asinan" ujar malik memberi alasan untuk menutupi kebahagiannya dari ayu.
Ayu segera mencicipi sayurnya,"Ngga asin kok mas. Rasanya pas" jawab ayu setelah mencicipinya.
"Ya menurut saya asin"jawab malik tak mau kalah.
"Makannya kalau masak itu jangan sambil ngelamun asinkan jadinya"ujar malik mencaci masakan ayu yang jelas-jelas tidak ada yang salah dengan masakannya.
Ayu berdecak kesal, melihat malik yang makan dengan lahap padahal tadi dia mencaci masakannya.
" Katanya Asin tapi sayurnya abis juga tuh. "gumam Ayu pelan.
.
.
.
Bersambung.