
"ngga capek mandangin bintang trus?." suara Malik mengejutkan ayu yang sedang termenung di balkon menghadap ketaman belakang.
Malik membawakan ayu segelas teh panas dari dalam rumah.
Malam ini mereka makan malam bersama di rumah keluarga Nugraha. Seluruh keluarga Nugraha harus hadir karna ini adalah kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahunnya. Acara ini bertujuan agar semua keluarga Nugraha selalu menjalin silahturahmi mereka dengan baik.
"Ini!! "malik memberikan segelas teh itu kepada ayu. Ayu menerima segas teh hangat itu dari malik.
" Ngga usah GR, itu dari Mbak Mala bukan dari saya" ujar malik dengan nada dingin tanpa melihat sedikitpun ke arah ayu. Ayu sudah menduga tidak mungkin malik akan perhatian kepadanya.Lagian Ayu juga tidak merasa GR pada Malik.
"Buruan masuk nanti kamu sakit saya lagi yang repot!!"ujar Malik dengan nada ketusnya.
" Sebentar lagi aku masuk mas, aku masih mau di sini".jawab Ayu.
Malik menghap ke arah ayu, malik memperhatikan fokus mata ayu yang tak henti-hentinya melihat bintang.
"Apa yang istimewa dari bintang yang sedang kamu lihat itu? "tanya Malik penasaran. Padahal bintang yang di lihat oleh ayu saat ini biasa - biasa saja tidak ada yang istimewa di sana menurut malik.
ayu menunjuk sebuah bintang yang bersinar paling terang. "Kamu tau mas, kata orang ketika kita melihat bintang dan menemukan sebuah bintang yang bersinar paling terang di antara bintang lainnnya itu merupakan suata tanda kalo orang yang telah meninggal sedang melihat kita dan itu cara mereka menyapa kita."jelas Ayu, malik mengikuti arah tunjuk ayu.
" Dan sekarang aku melihat bintang itu. Aku yakin kalo sekarang ibu sama bapak sedang melihat aku." senyuman tulus yang terbentuk dari lekungan bibir ayu membuat malik ikut tersenyum.
" Kenapa begitu banyak hal menarik dari kamu? "batin Malik yang tanpa sadar ia memuji ayu.
Malik membuka jasnya kemudin memakaikannya ke ayu"jangan lama-lama, angin malam ngga baik untuk kesehatan!!! "ujar malik yang kemudian kembali masuk kedalan rumah.
Ayu tersenyum sambil melihat punggung malik yang perlahan - lahan hilang dari pandangannya.
" Entah aku yang terbawa perasaan atau kamu yang memang telah perhatian pada aku mas?" ujar Ayu melihat perlakuan malik kepadanya akir - akir ini.
...*********...
Malik menuruni tangga dengan tergesa - gesa malik memperhatikan sekeliling ruangan keluarganya. Malik ingin segera bertemu dengan Nirmala dan menanyakan semua tentang ayu kepadanya sudah begitu banyak rasanya pertanyaan yang setiap hari selalu bertambah di benak malik tentang Ayu.
" Malik istri kamu mana?" tanya Sinta karna tidak ada ayu di sisi malik.
" Di balkon ma,malik mau nemuin mbak mala dulu ya ma." pamit malik tergesa - gesa mencari Nirmala.
Sinta mengangguk kemudian kembali melanjutkan pembicaraannya dengan Nadiya anak keduanya.
"Mbak mala"panggil malik menghampiri nirmala yang sedang duduk di sofa ruang keluarga. Sedangkan Kakak malik yang lain tengah sibuk bercerita bersama mama dan papanya.
" Malik, mana ayu?" tanya Nirmala ketika adiknya itu telah duduk di sampingnya.
" Ayu masih di balkon mbak, dia masih mau ngeliat bintang"jawab Malik yang entah sudah berapa kali pertanyaan itu di tanyakan oleh keluargnya dari tadi.
Nirmala mengangguk diikuti dengan senyum.
"Ayu, ayu dia emang ngga pernah berubah. Dari kecil ayu itu emang seneng banget liat bintang. Bintang itu bagaikan sebuah sumber semangat untuk ayu. "ucap Nirmala tersenyum kecil mengingat kelakuan ayu waktu kecil.
" Emang ayu ngga pernah cerita sama kamu?"tanya Nirmala yang langsung di gelengi oleh malik.
" Orang tua ayu meninggal karna kecelakaan tragis. Kedua orangtuanya terlindas truk sehingga mereka meninggal di tempat. Saat itu ayu berumur lima tahun masih sangat kecil, ia tidak tahu apa artinya kematian. Ayu hanya menangis dan memeluk jasad kedua orang tuanya sambil menyuruh mereka untuk bangun. "jelas Nirmala sambil meneteskan air mata.
Malik tahu pasti sakit di tinggal orang tua dengan cara tragis seperti itu. Malik yakin pasti itu peristiwa yang paling membekas untuk ayu.
" lalu bagaimana bisa mbak mengangkat ayu menjadi anak mbak? "tanya malik lagi.
" Ayah ayu adalah salah satu kariawan proyeknya mas radit. Mbak mengangkat ayu sebagai anak mbak karna menurut orang-orang ayu tidak punya keluarga lain selain orang tuanya.Dia hidup sebatang kara di usia yang sedini itu."
Nirmala meneteskan air mata nirmala terbayang ayu yang saat itu dengan polosnya menayai kedua orang tuanya.
" Ayah sama ibu di mana ma? "
" Kok ngga jemput-jemput ayu ke sini?"
Gadis kecil itu selalu menanyai keberadaan orang tuanya setiap hari. Gadis itu selalu menunggu kedua orang tuannya di depan rumah. Setiap hari ayu menanyai hal yang berbeda tapi masih dengan maksud yang sama yaitu keberadaan orangtuanya.
"Ayah sama ibu kerjanya ngga selesai-selesai ya ma?"
Nirmala saat itu tak kuasa menjelaskan semua yang terjadi kepada orang tua ayu. Nirmala selalu memberikan alasan yang berbeda beda setiap harinya.
"Ayah ibu ngga sayang lagi ya sama ayu?"
Pertanyaan itu, pertanyaan terakir yang terucap dari gadis kecil itu. Karna Saat itu juga Nirmala mencoba menjelaskan dengan halus tentang keberadaan kedua orang tua ayu.
"Orang tua ayu sayang banget sama ayu tapi mereka ngga bisa lagi ketemu sama ayu. Karna orang tua ayu udah tenang di alam yang berbeda dengan yang kita tempati. Jadi kalo ayu kangen sama orang tua ayu, ayu liat bintang ya karna di sana cara orang tua ayu menyapa dan melihat ayu. "
" Berarti ibu sama bapak sekarang ada di atas langit ya ma?" tanya ayu yang langsung di angguki oleh Nirmala.
" mulai hari ini ayu akan selalu liat bintang biar ayah sama ibu bisa liat ayu dan cepet jemput ayu. "jawab gadis polos itu sedikit bersemangat sambil memandangi bintang malam yang terang.
Malik meneteskan air matanya cerita Nirmala tentang kehidupan ayu sangatlah menyedihkan.Malik tidak menyangka ternyata pederitaan ayu begitu berat selama ini. Harusnya malik menjadi orang yang bisa menyembuhkan luka ayu bukan menjadi oranya yang menambah luka untuk ayu.
"Begitu banyak penderitaan ayu lik, bahkan mbak dan mas raditpun tidak bisa menjadi orang yang menyembukan luka ayu. "
"Mbak berharap banyak sama kamu, jadilah orang yang bisa menyembuhkan luka Ayu!!. Buat ayu bahagia sampai ia lupa dengan penderitaan hidupnya selama ini!!.Jangan sampai kamu menjadi orang yang menambah luka ayu sudah cukup penderitaan ayu selama ini lik. Jangan kamu tambah lagi! " tegas Nirmala.
.
.
.
.
Bersambung.