
Aleta memperbaiki rambutnya di depan cermin tersenyum melihat penampilannya yang selalu menewan.
"Pokoknya aku ngga akan biarin kamu lepas gitu aja lik. Apapun caranya kamu harus jadi milik aku lagi."
Ujar aleta keluar dari kamarnya, aleta melewati mama serta papa tirinya yang sedang duduk di sofa depan tv.
"Kamu mau kemana pagi-pagi gini? "tanya vina melihat anaknya yang sudah cantik pagi-pagi seperti ini.
" ketemu malik. "jawab aleta tanpa melihat ke arah mamanya.
" kamu masih berhubungan sama malik? "tanya vina heran," emangnya malik ngga sakit hati gara-gara kamu tinggalin? "
" Mama tu kenapa sih?" aleta tidak suka mendengar nada pertanyaan mamanya yang terlihat sangat tidak suka jika ia kembali bersama malik.
" Aku gagal nikah itu gara-gara mama, mama yang maksa aku untuk pergi ke Swiss."tutur aleta mengingat betapa kejamnya mamanya dulu untuk memaksanya berangkat ke swiss.
" Tapi karna mama jugakan karir kamu jadi melonjak seperti sekarang ini. "
"Coba aja kalo kamu nolak pergi ke swiss pasti sekarang ini kamu masih jadi model bawahan yang ngga ada artinya ."
Tangan aleta mengepal kuat, aleta sudah mengikuti apa kemaun mamanya tapi tetap saja dirinya masih di pandang remeh dan rendah oleh mamanya.
"Lagian laki-laki di dunia ini itu bukan cuma malik, masih banyak yang mau sama kamu. Jadi jangan jatuhun harga diri kamu cuma untuk dapetin malik. "
"Jangan ngejer kayak anjing! "
"Mama"tegur cakra mendengar ucapan istrinya yang sudah keterlaluan. '' jaga bicara kamu!"
"Aku cuma mau ngebuka pikiran aleta mas, lagian sebagai model dia itu harus bisa ngeja imejs nya."
"Tapi kata-kata kamu nyakitin aleta ma. "
Aleta menggeleng, menahan rasa sesak akibat perkataan mamanya.
"Tapi pa_____"
"YANG KAYAK ANJING ITU BUKAN AKU TAPI MAMA. "ujar aleta memecahkan perdebatan antara mama dan papa tirinya.
" Jadi sadar diri sebelum ngatain aku. "sambung aleta membalikkan kata-kata mamanya.
" JAGA UCAPAN KAMU." tutur vina yang berdiri sangat emosi mendengar ucapan anaknya.
Aleta tidak peduli dengan emosi mamanya, ia beranjak dari sana dengan berjalan cepat menuju pintu keluar mengabaikan mamanya yang marah - marah mengutuk dirinya.
"ALETA MAU KEMANA KAMU, MAMA BELUM SELESAI NGOMONG! "teriak Vina yang hendak mengejar anaknya namun di cegah oleh cakra.
***********
Malik terus memperhatika ayu yang sibuk menyiapkan makanan di meja makan, wajah ayu yang serius menjadi daya tarik tersendri untuk terus ia pandangi.
" Kamu kalo lagi serius tambah cantik ya. "malik berkata tanpa sadar di hadapan ayu.
Ayu menghela nafasnya, kemudian kembali fokus dengan makanan yang tersaji di meja makan.
Saat malik sadar dengan ucapannya dan menyadari jika ayu hanya bersikap cuek dan tidak peduli dengan ucapannya yang tanpa sengaja berkata jujur.
"Kamu masih marah sama saya? "tanya malik karna sikap ayu yang cuek dan selalu diam jika ia tanya.
Ayu tetap diam, sembari terus menyantap makanannya.
" Ayu." panggil lembut malik sambil meraih tangan ayu yang duduk di depannya." Jangan diamin saya seperti ini, bilang sama saya kesalahan apa yang sudah saya buat sehingga kamu semarah ini sama saya!"ucap malik menatap ayu dengan tatapan memohon.
Ayu menatap mata malik dengan tatapan serius, "Aleta kembalikan?"
Sontak pertanyaan ayu membuat malik langsung memematung.
"Dia udah nemuin kamu jugakan? "lagi-lagi malik terdiam.
Malik menggeleng," aku bisa jelasin itu semua yu. "ujar malik memohon agar istrinya tidak langsung berfikiran negatif kepadanya.
Ayu menepis tangan malik dari tangannya ,"Kamu balikan sama aleta mas?"ucap ayu menanyakan hal yang paling ia takutkan.
Malik langsung menggeleng"Engga yu.. Engga"jawab malik kembali meraih tangan ayu namun selalu di tepis oleh ayu.
" Aku udah selesai sama aleta," tutur malik. Inilah yang malik takutkan, ayu salah paham kepadanya . Entah dari mana ayu mendapatkan berita tentang aleta sampai-sampai ia tau sebelum malik yang menjelaskan ini semua.
Malik berjalan mendekat ke arah ayu, "aku ngga balikan sama aleta, aku lebih memilih mempertahankan rumah tangga kita dari pada harus mengulang cinta masa lalu aku."
Malik menggenggam kedua tangan ayu, "kamu masa depan aku ayu, kita perbaiki rumah tangga kita. Kita buka lembaran baru yang bahagia yang penuh cinta dan kasih sayang!"
Malik menatap ayu penuh ketulusan begitupun dengan ayu yang membalas tatapan malik, "kamu maukan memperbaiki rumah tangga kita?" tanya malik penuh kesungguhan.
"Kamu beneran ngga balikan sama aleta? '' tanya ayu memastikan ucapan malik.
" Iya, aku udah mutusin hubungan aku sama aleta kemarin. Aku juga ngga akan ketemu sama dia lagi." ucap malik lagi meyakinka ayu.
" Jadi kamu jangan salah paham lagi sama aku ya! "ucap malik sambil menghapus air mata ayu yang terus berjatuhan.
" Aku sama aleta udah ngga ada hubungan apa - apa lagi." ucap malik mengeluarkan senyuman manisnya agar ayu bisa ikut tersenyum.
Mata ayu berkaca-kaca, "Tapi bagaimana dengan surat perjanjian kita dulu mas?" tanya ayu teringat dengan surat perjanjian yang malik buat waktu awal mereka menikah.
"Surat itu ngga ada artinya lagi yu, kamu ngga usah pikirin soal surat itu lagi ya. Anggap aja kita ngga pernah buat surat itu."
"Iya mas '' ujar ayu sembari memeluk malik.
Tok.. Tok.. Tokk
Suara ketukan pintu membuat pelukan mereka terlepas.
" Aku buka pintu dulu ya mas. "ucap ayu sembari memperbaiki pakaian dan menghampus air matanya.
" Iya" ucap malik mengelus puncak kepala ayu. "
Ayu berjalan menuju pintu rumahnya untuk membuka pintu sang tamu.
Ceklek...
Pintu rumahpun terbuka dan betapa terkejutnya ayu dengan tamu yang datang ke rumahnya.
" Aleta?"kejut ayu melihat ke hadiran aleta di kediamannya.
Lengkungan senyum di bibir aleta pudar begitu melihat yang membukakan pintu bukanlah malik tapi ayu. Kariawan di kantor beyond magazine perusahaan yang telah mengontraknya untuk pergi ke swiss.
" Mbak ayu? Mbak ngapain di sini? "heran aleta kenapa bisa kariawan dari perusahaan beyond magazine ada di rumah malik. Apa malik melakukan kerja sama dengan perusahaan tempat ayu bekerja? Pikir aleta yang masih tidak paham dengan keberadaan ayu di rumah malik.
" Ayu istri aku." ucap malik yang tiba-tiba saja datang dan menjawab pertanyaan aleta.
Ayu terkejut dengan kedatangan malik yang entah kapan ia sampai. Malik merangkul bahu ayu sembari tersenyum ke arahnya. Malik menunjukkan keromantisnya bersama ayu di hadapan aleta.
.
.
.
...Bersambung...
Hai gays gimana chapternya? Seru atau seru banget nih??
aku tuh kadang juga kasian tau sama aleta udah hidup penuh tekanan, ditingal malik pula. Tapi kalo ngeliat ayu yang udah di siksa sama malik dan sekarang baru merasakan cinta jadi gimana gimana gitu yaaa jadi bingung.... Kayak lagu mauu di bawaa kemana hubungan kitaaa. Eh kok malah nyanyi sih^ ^.
Pokoknya jangan lupa like, komen dan vote serita ini ya gays. Tungguin terus cerita-cerita aku yang kadang sering absurd ini.