Accident Wedding

Accident Wedding
Bab 26.Amukan



Mala dan Radit mencari ayu ke tempat-tempat yang biasa ayu kunjung termasuk kontrakan lamanya tapi tetap saja hasilnya nihil tidak ada ayu di sana.


" Kita harus cari ayu kemana lagi pa? " ujar Nirmala memijat pelipisnya. Nirmala tidak tahu harus mencari kemana lagi.


"Malik sudah menghubungimu belum?"


"belum pa"


Radit mendengus "Kita tanya ke Elvan!" ucap Radit, Radit tau elvan dan ayu sangat dekat mereka berdua bersahabat sudah lama jadi mungkin saja ayu menghubungi elvan atau memberitahu dia di mana.


Mala menganguk dan mencari nama kontak elvan di ponselnya.setelah ketemu mala langsung menghubungi elvan. Mala berharap banyak semoga ucapan suaminya benar kalau elvan tau dimana keberadaan ayu.


...**********...


Elvan duduk di luar UGD hatinya sangat tidak tenang, elvan takut terjadi hal buruk pada ayu. Begitu banyak pertanyaan yang ingin tahu kenapa ayu bisa sampai keluar selarut ini sendirian? Lalu kenapa ayu tidak memakai pakaian hangat? Kenapa ayu keluar dengan pakai tipis tanpa mengenakan jaket? Apa ayu lupa dengan penyakitnya?. Elvan sangat kacau ia mengacak-ngacak rambutnya.


Drittt... Drittt... Dritttt.


Ponsel elvan berdering, ia tak habis pikir siapa yang menelfon selarut ini. Memang sekarang jam menunjukkan pukul satu malam. Tidak mungkin orang kantor yang menelfonnya. Elvan merogoh ponselnya melihat siapa yang menelfon. Elvan menyengitkan dahinya melihat nama sang penelfon.


"Halo, "jawab elvan datar. Elvan marah kenapa bisa-bisanya mereka menelantarkan ayu selarut ini.


" Elvan, apa ayu sama kamu?" tanya Mala dengan nada penuh khawatir.


"Ck. Kenapa kalian mencari ayu? Bukankah kalian sudah menelantarkannya? Buat apa dicari?" ketus Elvan melampiaskan kemarahannya. Ia berjanji tidak akan pernah memaafkan keluarga Nugraha jika sampai terjadi sesuatu pada ayu.


"Kenapa kamu bicara seperti itu?" tanya Nirmala tidak mengerti dengan kata-kata elvan. Kenapa ia bilang mereka menelantarkan ayu.


"Elvan dimana ayu? "smbung Mala lagi, tak penting perkataan elvan tadi kali ini yang ia pentingkan adalah keberadaan ayu.


Tidak ada jawaban dari elvan.


" Elvan saya ibunya saya berhak tau ayu di mana?" Mala sangat yakin jika elvan tahu keberadaan ayu.


" Kalau memang kamu ibunya kenapa membiarkan ayu menikah dengan laki-laki yang tidak ia cintai". Batin elvan.


Elvan mengepalkan tangannya kuat rahangnya menegang ingin rasanya ia bicara kasar tapi, tidak mungkin mau gimana pun dia adalah orang tua ayu.


"Elvan tolong jawab tante, tante tau kamu tau keberadaan ayu! "ucap mala memohon agar elvan memberi tahunya.


" Ayu ada di UGD rumah sakit medika pelita" ucap elvan kemudian langsung mematikan telfonnya.


Mala yang mendengarnya langsung syok, Radit yang melihatnya langsung memapah Nirmala masuk kedalam mobil kemudian menanyainya pelan-pelan.


"Mama kenapa?" tanya Radit melihat istrinya syok.


"Ayu pa, ayu"mala menangis tetasan tetesan air mata mengalir di pipinya membuat Radit semakin panik.


" Ayu kenapa ma? "


" Ayu, ayu masuk rumah sakit" jawab Mala yang langsung menangis histeris "Mama benergbener takut ayu celaka pa. Mama ngga mau kehilangan ayu" ucap Nirmala yang sudah berfikir negatif.


"Ayu ngga bakal kenapa-kenapa. Sekarang mama kasih tau papa ayu di rumah sakit mana?! "Tanya Radit, Radit sebenarnya juga syok tapi ia tidak ingin melihatkannya kepada Mala ia tidak ingin istrinya semakin histeris.


" Medika Pelita pa" jawab Mala.


"Kita kesana sekarang!. "Radit langsung melajukan ke rumah sakit yang mala ucapkan. Tapi sebelum itu mala sudah menghubungi malik untuk langsung pergi kerumah sakit.


...***********...


Dokter masih memeriksa keadaan ayu. Padahal sudah lama ayu masuk kedalam ruangan itu tapi tidak ada satu orangpun dokter yang keluar dan mengabari keadaan ayu. Kenapa mereka sangat lama apa terjadi hal buruk pada ayu? Pikir elvan yang sudah gusar menunggu.


Malik, Mala dan Radit berlari menuju UGD, malik melihat sudah ada elvan yang menunggu di pintu UGD dengan wajah dan penampilan kacau, seperti barusaja berkelahi.


"Kenapa dia ada di disi? "batin malik tidak suka dengan keberadaan elvan.


Elvan melihat malik dengan tatapan menusuk membuat yang di tatap menatap balik dengan tatapan tak kalah menusuk. Elvan berjalan mendekati malik yang berdiri di dekat kursi UGD. Elvan langsung mencekal kerah baju malik dan memojokkannya ke dinding.


Malik memberontak untuk melepaskan cekalan elvan, "Itu bukan urasan anda jadi berhenti ikut campur urusan ruamah tangga saya! " jawab malik, sebenarnya malik sangat merasa bersalah bahkan di hatinya malik mengutuk dirinya sendiri tapi ia tidak mungkin terlihat seperti itu di depan pria yang jelas-jelas jatuh hati pada istrinya.


Elvan naik pitam dengan jawab malik tangan yang tadinya ia kepal erat, tidak tertahankan lagi. Elvan menonjok malik sehingga mengeluarkan darah segar dari sudut bibir malik.


Malik tak kalah diam malik membalas pukulan elvan sehingga mereka membuat keributan di depan UGD, Radit yang melihat langsung memisahkan mereka berdua sebelum satpam rumah sakit tahu dan mengusir mereka berdua.


"Apa-apaan kalian ini rumah sakit bukan ring tinju! "ucap Radit kesal bisa-bisanya mereka berkelahi dalam situasi seperti ini.


" Kalo kalian mau berkelahi di luar sana!" tegas Radit menghentikan perkelahian adik dan sahabat anaknya.


Mereka berhenti berkelahi tapi mata Malik dan elvan saling melayangkan tatapan tajam. Tak lama dokter keluar dari ruang UGD menanyai anggota keluarga pasiennya.


" Keluarga dari ibu ayu?" tanya dokter itu membuat Mereka mendekat dan langsung mengintrogasi dokter itu tanpa mengidahkan pertanyaan dokter itu tadi.


"Gimana keadaan ayu dok?"


"Gimana keadaan putri saya dokter?"


"Apa istri saya baik-baik saja?"


"Apa ayu sudah siuman dok?"


Tanya mereka tanpa henti membuat dokter itu binggung harus menjawab yang mana.


"Ibuk ayu kritis pasokan oksigen dalam tubuhnya sangat minim untung saja ibu ayu cepat di bawa kerumah sakit kalau tidak..... "dokter menggelengkan kepala sekolah bagai lanjutan dari perkataannya.


" Kita doakan saja semoga ibu ayu segera siuman dan melewati masa kritisnya, kalo begitu saya permisi" lanjut dokter itu seraya pamit undur diri.


Radit dan Mala langsung masuk ke ruang UGD untuk melihat keadaan anak kesayangannya itu.


Malik mundur perlahan dirinya sangat syok ayu hampir saja kehilangan nyawanya karna ulah malik. Tidak sepantasnya malik mengusir ayu seperti itu tadi, harusnya dia yang pergi bukan ayu. Seandainya saja tadi ia tidak membeli majalah aleta kejadian ini tidak akan pernah terjadi.


Di sisi lain sesorang menatap malik dengan sorot mata tajam, tangannya mengepal siap menghantam ke wajah orang yang ia tatap.


Beranigberaninya pria itu menyakiti wanitanya ia hampir membuat wanitanya kehilangan nyawa.


Bugh...


Satu pukulan melayang keras ke wajah malik membuat situasi kembali menegang, ya mereka berdua kembali terlibat perkelahian.


"Itu pukulan untuk anda yang tidak bisa menjaga ayu. "ucap elvan yang penuh penekanan.


Malik mengusap darah yang mengalir dari bibirnya lalu menatap elvan dengan tatapan mengerikan orang yang melihat tatapan malik pasti akan ciut tapi tidak dengan elvan yang semakin merasa marah.


" Kalo anda tidak bisa menjaga ayu, lebih baik anda lepaskan dia berikan kepada orang yang bisa menjaganya dengan baik! "


"Dan orangnya adalah anda? Jangan harap!" malik kembali membalas pukulan elvan sehingga membuat tubuh pria itu terhempas ke lantai.


Terjadilah keributan hebat mereka berdua saling pukul memukul sehingga membuat suara gaduh yang cukup keras. Tak lama satpam rumah sakit datang dan langsung menyeret mereka berdua keluar dari rumah sakit.


"Pak saya tidak salah! "ucap malik memberontak tidak ingin pergi dari rumah sakit begitupun elvan ia ingin melihat keadaan ayu.


" Kalian sudah bikin ribut kalian mengganggu ketenangan para pasien. Kalo mau berkelahi bukan di sin!! Tegas satpam itu yang kemudian mendorong kasar tubuh malik dan elvan keluar.


Penjagaan di tambah agar mereka berdua tidak masuk kedalam rumah sakit supaya tidak terjadi kegaduhan lagi.


.


.


.


.


Bersambung...