Accident Wedding

Accident Wedding
Bab 25.Cemas



Malik menghempas semua barang yang ada di kamarnya meluapkan semua emosinya. Kenapa ia sangat bodoh sudah membiarkan seorang wanita licik masuk kedalam hidupnya, ia sangat bodoh bisa di perdaya oleh wanita yang bertampang polos dan lugu seperti ayu.


"Dasar bodoh"teriak malik memukul kaca rias yang ada di kamarnya hingga pecah. Tangan malik mengeluarkan darah pecahan kaca itu melukai tangan malik,Rasa sakit di tangannya tidak sebanding dengan rasa sakit hati yang ia rasakan saat ini.


Ponsel malik berdering sangat nyaring, membuat malik kesal dan langsung melihat siapa yang menelfonnya.


"Mba Mala? "ucap malik saat tahu yang menelfonnya ternyata adalah kakaknya.


" Ternyata ayu sudah mengadu, mbak mala pasti menelfon untuk memarahinya. Dasar perempan licik." batin malik mengutuk keras ayu.


" Aku ngga akan mendengarkan apapun perkataan mbak. Asal mbak tahu ayu yang sudah menghancurkan hidup aku mbak. Aku tidak akan pernah bertemu dengan perempuan licik itu. Melihatnya saja aku muak"ucap malik saat mengangkat telfon kakaknya. Malik tidak membiarkan kakaknya itu bicara terlebih dahulu dan langsung menuruti prasangka buruknya.


"Apa maksud kamu lik? Dimana ayu? Apa kalian bertengkar? "histeris Mala saat malik tiba-tiba saja menjawab telefonnya tidak sopan seperti itu terlebih menghina ayu. Mala menefon malik karna perasaanya dari tadi tidak tenang ia merasa sangat khawatir dengan keadaan anak angkatnya itu. Mala sudah menelfon ayu berkali-kaki tapi tidak diangkap membuat Mala bertambah tidak karuan itu sebabnya Mala menelfon malik.


Prasangka malik ternyata salah buktinya kakaknya tidak tahu keberadaan ayu saat ini. Tapi kemana wanita itu?. Malik teringat dengan kata-kata dokter tempo hati.


"Keadaanya akan semakin memburuk saat istri bapak mengalami stres itu akan mempercepat kambuhnya penyakit asma terlebih dengan cuaca dingin. Usahakan istri bapak tidak terkena angin malam karna itu sangat berpengaruh dengan kesehatannya"


Malik langsung mematikan telefon dari kakaknya dan beralih menefon ayu. Deringan ponsel terdengar jelas tidak jauh dari kamarnya. Malik mencari sumber suara itu dan ternyata malik menemukan ponsel ayu tergeletak di atas kasur kamarnya begitu saja.


Ada banyak panggilan masuk di ponsel ayu termasuk panggilan dari kakaknya.


Malik langsung berlari keluar rumah menaiki mobil dan mencari ayu. Malik sangat khawatir dengan keadaan ayu jika terjadi sesuatu kepada ayu malik tidak akan pernah bisa memaafkan dirinya sendiri.


...[ ] ...


"Mas sepertinya malik dan ayu bertengkar hebat kita harus ke rumah mereka sekarang! "ucap Mala memaksa Radit untuk pergi ke kediaman malik dan ayu.


" Yasudah ayo kita pergi. Papa takut terjadi hal buruk dengan ayu!" ujar Radit bergegas menuju mobilnya.


...**********...


Tolong...


Tolong......


Ayu berusaha memberontak untuk melepaskan tangannya dari cekalan preman yang menyeretnya untuk ikut bersama mereka.


Bugkh..


Tiba - tiba preman yang menarik ayu terpental karna tendangan mendadak dari belakang oleh seorang pria. Ayu segera menjauh dari pertikaian itu.


"Sialan lo ya"ujar preman itu kemudian bersama-sama menyerang balik pria itu.


Bugkh..


Bughk...


Bugkh..


Pria itu menghabisi dua preman itu secara brutal sampai akirnya dua preman itu pergi dan tentunya dengan wajah yang sudah babak belur.


...********...


Malik mengitari mobilnya di sekitar komplek perumahannya mencari keberadaan ayu yang mungkin saja masih dalam komplek perumahannya.


Tidak seharusnya ia mengusir ayu, tidak seharusnya ia membiarkan ayu pergi kenapa lagi-lagi malik melakukan kesalahan. Dan sekrang adalah kesalahan terbesar malik telah membiarkan ayu pergi selarut ini dari rumah. Bagaimana jika penyakit ayu kambuh dan ia mati? Malik tidak bisa membayangkan bertapa merasa bersalah dirinya.


Karna mencari di sekitar komplek tidak ada malik pun keluar dari komplek, hati malik semakin was-was melihat jalanan yang begitu sepi. Ayu pasti sangat ketakutan, malik bisa membayangkan bagaimana kondisi ayu yang berjalan sendirian tanpa tau akan meminta bantuan ke siapa.


...*********...


Ayu tersenyum, akirnya ia terbebas dari dua preman itu. Ayu mencoba melangkahkan kakinya untuk mendekat ke tempat pria yang telah menolongnya, tapi dada ayu semakin sesak pasokan oksigen dalam tubuhnya semakin menipis ayu sangat kesulitan untuk bernafas pandangannya mulai samar-samar bumi seakan berputar begitu cepat membuat ayu oleng dan terjatuh.


Brak...


Pria itu langsung berlari ke tempat wanita yang baru saja ia tolong. Wanita itu sudah tergelatak di pinggir jalan dengan luka memar di kepalanya karna benturan ke bahu jalan.


Pria itu kaget saat tau wanita yang ia tolong adalah ayu?. Elvan benar-benar tidak menyangka kenapa ayu bisa keluar selarut ini dengan pakain tipis seperti ini. Kemana suaminya?, Elvan sangat marah ia berjanji akan menghabisi laki-laki itu nanti jika sampai terjadi hal buruk kepada ayu.


Elvan bergegas membawa ayu ke mobil untuk di bawa ke rumah sakit terdekat. Elvan sangat yakin ayu seperti ini pasti karna asmanya kambuh.


Mobil malik dan elvan berselisih saat elvan hendak membawa ayu ke rumah sakit. Malik tidak melihat ayu yang berada di dalam mobil elvan, karna malik hanya terfokus melihat jalan sekeliling.


"Ayu kamu bertahan ya yu, aku akan bawa kerumah sakit"elvan memegang erat tangan ayu yang dingin berusaha menghangatkan ayu melalui pegangan erat tangannya. Kali ini elvan tidak mempedulikan status ayu yang elvan pikirlan sekarang adalah bagaimana ia bisa cepat sampai ke rumah sakit.


...**********...


"Pa buruan pa mama beber- bener kawatir sama kondisi ayu. Perasaan mama ngga tenang dari tadi"ucap Mala menyuruh suaminya untuk ngebut membawa mobil agar cepat sampai di rumah malik. Perasaan mala sangat tidak karuan mala merasakan ada sesuatu buruk terjadi pada ayu meski ayu bukanlah anak kandungnya tapi tetap saja mala merasa ada kontak batin antara mala dan ayu mungkin karna selama ini mala sudah merawat dan menyayangi ayu seperti putri kandungnya sendiri.


"Iya ma, papa juga udah ngebut bentar lagi juga sampe! "ucap Radit mencoba menenangkan istrinya.


Tak lama Radit dan Mala sampai di rumah malik. Mereka mengetuk pintu rumah malik, memanggil nama ayu dan malik untuk segera membukakan pintu. Berkali-kali mereka mengentuk tapi tidak ada jawaban dari sang pemilik rumah membuat Radit dan Mala semakin tidak karuan.


"Mereka kemana pa? "tanya Mala yang mondar mandir di depan rumah malik.


" Papa juga ngga tau ma, coba kamu telfon malik. Mungkin saja mereka keluar!" Saran Radit.


Mala mengikuti saran suaminya, mungkin benar mereka sedang keluar untuk berbaikan. Pikir mala mencoba menenangkan diri.


"Malik kamu di mana? "Tanya mala saat orang yang ia telfon mengangkat.


" Aku lagi cari ayu mba, mending sekarang mba bantuin aku buat cari ayu aku khawatir terjadi hal buruk dengan ayu!"ucap malik yang langsung mematikan ponselnya ia tak ingin mendengr pembicaraan lanjutan dari kakaknya itu.


" Kita harus cari ayu pa!" ajak ayu menarik tangan suaminya masuk kedalam mobil.


" Kenapa ma?" tanya Radit tidak mengerti .


"Ayu sepertinya pergi dari rumah, mama takut kondisi ayu drop. Kita harus cari dia!" ucap Nirmala penuh kekawatiran.


.


.


.


.


Bersambung...