
Drtt.. Drttt... Drttt....
Malik terbangun mendengar deringan ponselnya, belum juga pesan yang masuk membuat ponsel malik bertambah berisik.
Malik mengerjapkan matanya beberapa kali, ia baru sadar kalau ia masih berada di dalam mobil, mobilnya pun masih terparkir di pinggir jalan. Malik terlalu lelah sampai ia ketiduran.
Malik melihat ponselnya, terlihat ada limapuluh pangilan tak terjawab dari Papa, mama, mbak nirmala juga sekretaris pribadinya. Belum juga dengan pesan-pesan yang tak terhitung jumalahnya dari berbagai kariawan kantor. Malik heran apa yang terjadi sampai semua orang sibuk menelfon dan juga menchatnya.
Tak lama panggilan dari mamanya masuk.
"Halo" ucap malik setelah mengangkat telfon dari mamanya.
"Kamu udah liat berita? "
Kening malik berkerut kenapa pagi-pagi mamanya membahas soal berita.
"Berita apa ma? "
"Berita tentang pernikahan kamu "
"maksud mama?"
"Semua orang tau kalau kamu tidak menikah dengan Aleta tapi dengan wanita lain yang berkedok dengan nama Aleta"
Malik kaget, sampai tak sengaja mematikan telfon dari mamanya tak peduli dengan dumelan mamanya.
Malik langsung membuka situs berita yang sedang hangat, benar saja pernikahannya yang berkedok dengan nama Aleta sudah terbongkar malik yakin para kariawannya menelfon karna sekarang pasti sedang banyak wartawan yang mengerubungi kantornya.
..." Aleta benar-benar kurang ajar! "Malik sangat yakin itu adalah perbuatan Aleta karna kemarin aleta sempat mengancam malik dengan hal ini. ...
...********* ...
Para wartawan langsung mengerubungi mobil malik saat ia sampai di kantor.
" Pak malik,apa benar bapak menikah dengan wanita lain? "
" Apa bak tidak menikah dengan Aleta?"
"Pak malik kenapa bapak menyembunyikan semua ini?"
"Pak malik apa semua ini bapak lakukan agar melindungi nama baik keluarga bapak?"
"Pak kamu butuh jawaban bapak pak!"
"Pak malik jawab, pak malik!"
Para wartawan berbondong-bondong mengajukan pertanyaan saat malik keluar dari mobilnya. Menuntut malik untuk menjawab dan mengklarivikasi semua berita itu.
Malik berdiri di tengah-tengah wartawan, kali ini ia akan menjelaskan semuanya ia tidak ingin lagi hidup dalam kebohongan. Malik tidak peduli lagi dengan nama baik keluarga karna semua telah terbongkar tidak bisa di tutupi lagi.
"Kalu memang ini mau kamu, aku juga akan menjatuhkan kamu Aleta"batin malik.
"Berita itu benar, saya menikah dengan wanita lain dengan kedok nama Aleta untuk menyelamatkan nama baik keluarga saya "
"Tapi kenapa bapak melakukan itu dan menipu semua orang.? "
"Kenapa bapak tidak menyebutkan nama wanita itu saja. Kenapa harus nama Aleta? "
Malik tersenyum sinis"Itu karna perempuan yang tidak punya hati yang meninggalkan saya tepat di hari pernikahan. "
" Dia tega meninggalkan saya tanpa memikirkan perasaan saya. "
Dia lebih memilih pergi ke swiss dari pada harus menikah dengan saya. "
Saya tidak bermaksud untuk menipu semua orang, saya hanya tidak mau semua orang membicarakan saya. Dan membuat saya tambah hancur karna kejadian itu. Saya harap kalian semua bisa mengerti perasaan saya"
"Saya minta maaf yang sedalam-dalamnya kepada kalian semua, jujur saya tidak pernah bermaksud membohongi kalian. Semoga kalian bisa memaafkan saya dan keluarga. Saya permisi"setelah mengatakan itu malik berlalu pergi masuk kedalm kantor mengabaikan pangilan para wartawan. Dia sudah mengatakan yang sebenarnya dia tidak peduli bagaimana para wartawan menjabarkannya.
" Siap gadis yang bapak nikahi pak? "
"kami semua ingin tau gadis itu dan tanggapannya,"
" Pak,!"
" Pak malik"
" Pak malik"
Para wartawan imengejar malik namun di pintu kantor para wartawan itu ditahan oleh para satpam agar tidak masuk ke dalam kantor.
"Semoga ini tidak berpengaruh pada perusahaan." batin malik. Sambil terus berjalan menuju ruangannya.
...**********...
Aleta mengepal tangannya kuat, bisa-bisanya malik mengatakan itu pada wartawan. Kenapa malik begitu jahat? Kenapa malik menjatuhkannya seperti itu?.
Aleta membuka Notivikasi-notifikasi ponselnya yang tak henti-hentinya berbunyi dari tadi.
Dasar cewek matre.
Kasian Malik kok bisa-bisanya jatuh cinta sama cewek ngga bermoral.
"Dasar cewek ngga tau diri. "
"Cewek ngga punya hati ya gitu deh ninggalin seenaknya. "
"Maliknya di manfaatin aja ya, udah sukses di tingalin deh. "
"Masih punya muka ngga tuh buat go publik. "
"Otaknya di tarok di mana neng kok tega-teganya ningalin cowok pas di hari pernikahan?. "
"Kalo ngga mau tu bilang, jangan ninggalin gitu aja dong!Greget gue."
"Hilang aja sana dari mungka bumi."
"Jijik gue liat cewek kayak lo. "
Banyak komentar-komentar pedas dari netizen melalui akun media sosial aleta. Semuanya menghujat dan membencinya tidak ada satu orangpun yang berpihak dengannya.
"AAAAAAA..." Aleta berteriak sambil melempar ponselnya membuat mama, Papa serta Adiknya berlari ke atas tepat di kamar Aleta.
"Aleta kamu kenapa? "tanya Vina mengrtukgngetuk kamar Aleta.
Paaarkh...
" PERGI KALIAN!!!" Teriak Aleta melempar vas bunga ke arah pintu.
Parkh..
Parkh..
Parrrr...
Tok.. Tok.. Tok.
" Sayang ini papa nak, kamu kenapa bilang ke papa!!"
" Anda bukan papa saya. PERGI!!!!"
Aleta menghempas semua barang yang ada di kamarnya,ia tidak terima dengan perlakuan malik juga hujatan para netizen. Kenapa dia yang hancur? Harusnya malik dan keluarganya yang hancur!?.
" Kak Aleta kenapa? Arka boleh masuk ngga?" kali ini adik Aleta yang berbicara berharap ia luluh dan membukakan pintu.
"PERGI, GUE NGGA BUTUH KALIAN! PERGI!!! "Aleta mengambil pecahan kaca vas bunga, Aleta ingin mengakiri hidupnya. Tidak ada gunanya ia hidup kalau malik meninggalkannya. Karirnya sudah hancur, nama baik serta fensnya sudah hilang tidak ada artimya lagi ia hidup di dunia ini.
" Aleta sayang buka pintunya, mama mau bicara sama kamu!! "
Aleta mengarahkan pecahankaca itu pada urat nadinya.ia mengabaikan panggilan orang tua serta adiknya.
"Aleta, aleta kamu denger mamakan? "
Tok....
Tok....
Tok...
Cucuran darah berceceran saat Aleta menyayat urat nadinya dengan pecahan kaca vas bunga.
"Aleta, ALETA"keadaan mulai panik karna tidak ada jawaban dari Aleta.
"Mas dobrak aja mas aku takut Aleta ngelakuin hal nekat!!! "Vina memaksa suaminya untuk mendobrak pintu kamar anaknya. Vina tau betul kelakuan anaknya jika sedang frustasi, ia bisa melakukan hal-hal nekad bahkan mengakiri hidupnya.
Darah dari tangan Aleta semakin bercucuran, tubuhnya semakin lemah. Penglihatan Aleta semakin gelap.
"Mungkin dengan cara ini kamu akan menyesal bee. "Mata Aleta tertutup rapat, ia tidak sadarkan diri.
Brakkhh.....
" ALETAAAAAA"
.
.
.
Bersambung...