Accident Wedding

Accident Wedding
Bab 45.Ngga mungkin



Wisnu dan vina berdiri di depan pintu rumahnya ia sangat khawatir dengan keadaan aleta saat ini karna Vina tau bagaimana sikap anaknya jika dalam posisi terpojok saat ini


"Baik komandan. "polisi yang memeriksa keberadaan aleta ke dalam rumah tadipun keluar.


Polisi tersebut menyudahi panggilannya dan beralih menatap Vina dan wisnu.


" Kami mendapat laporan jika anak ibuk dan bapak berada di jalan melati indah sekarang." jelas polisi tersebut memberitahu info yang ia dapat.


"Pah kita harus ke sana sekarang! Ayo pa!!! "ucap Vina memaksa wisnu untuk bergegas pergi ke sana.


Setelah mengatakan itu para polisi itupun bergegas pergi ke tempat yang di informasikan oleh rekannya.


*********


Aleta masih tertegun di kursi pinggir jalan tersebut, kata-kata Pria yang menyelamatkannya tadi terus terngiang di telinga aleta.


"Siapa sebenarnya pria itu?"


"Kenapa dia ngga marah ataupun ngehujat gue soal permasalahan yang gue hadepin sekarang?"


"Apa dia ngga tau siapa gue?"


Aleta terus bertanya-tanya tentang pria yang menurut aleta sangat tenang dan bisa membuatnya luluh seperti tadi.


"Elvan arka baskara?"


"Baskara? Kenapa gue ngerasa pernah mendengar keluarga itu?"


Aleta merasa sangat familiyar dengan nama keluarga pria itu, ia merasa jika dia pernah tau tentang keluarga tersebut namun saat ini aleta lupa dengan keluarga tersebut.


"Dengan Mbak aleta? "sontak pertanyaan itu membuyarkan lamunan aleta.


Aleta mendongak dan terkejut dengan siapa yang datang.


" Mari ikut kami ke kantor polisi mbak!"dua orang polisi sedang berdiri tepat di hadapn Aleta saat ini.


" Nggga... Gue ngga mau masuk penjara." Aleta memberontak dan lari dari polisi tersebut.


Door...


Suara tembakan ke udara di tembakkan oleh polisi sebagai gertakan untuk aleta agar berhenti untuk lari.


" Mbak aleta jika mbak terus lari kami akan menembak mbak!"ancam polisi tersebut yang telah mengarahkan senjatanya ke arah Aleta.


"ALETA! " Vina berlari mengejar Aleta.


Aleta melihat mamanya yang berlari mengejarnya juga dengan polisi dan papanya.


"Ngga gue ngga mu masuk penjara." Aleta berhenti di sudut jembatan yang pagar pembatasnya sudah rusak. Sepertinya di sana sudah terjadi kecelakaan sehingga pagar jembatan itu rusak dan belum di perbaiki.


"Aleta ke sini nak, jangan berdiridi san! "bujuk Vina, Vina tidak mau aleta melakukan hal nekad yang bisa mencelakai dirinya terlebih saat ini aleta sedang berdiri di pagr rusak jembatan itu sedikit saja aleta salah langkah maka dia akan jatuh ke bawah jembatan.


" Aleta ke sini nak itu bahaya, kamu ngga bakal masuk penjara sayang! "bujuk wisnu.


Aleta menggeleng ia tidak percaya dengan semua ucapan bujuk rayu dari orang tuanya itu karna aleta yakin pasti mama dan papanya itu sangat senang jika ia masuk penjara apalagi dengan mamanya yang dari dulu tidak menyukainya.


" Mbak aleta tenang mbak, tolong mbak aleta jangan berbuat nekad! "ucap polisi itu memperingati.


Aleta terus menangis ia tidak mau menuruti semua perkatan orang-orang yang membujuknya itu toh nantinya dia pasti akan di jebloskan ke penjara juga.


" Aleta ke sini sayang." Vina mulai melangkah mendekat ke arah aleta.


Satu langkah...


Dua langkah...


tiga langkah...


"BERHENTI MA! "teriak aleta ketika mamanya dan dirinya hanya berjarak satu langkah lagi.


Vina menggeleng" Ngga aleta, mama sedih liat kamu kayak gini. "Vina menangis sesegukan mendengar tuduhan anaknya itu.


Wisnu dan para polisi melihat bujukan anak dan ibu itu, wisnu tau apa yang dipikirkan aleta, saat ini aleta sangat takut dia kehilangan tujuan kehilangan hal yang berarti dalam hidupnya karna tuntutan dari Vina. Tapi di saat aleta butuh support dari Vina, vina malah terus menekan aleta.


"Aleta ke sini sayang, apa yang kamu pikirin sekarang itu ngga akan kejadian kamu akan baik-baik aja mama akan ada buat kamu sayang! "Vina berjalan pelan menuju aleta.


" Mama akan bantu kamu, mama ngga bakal tinggal diam. Ke sini ya sayang!" Vina terus berjalan dengan langkah yang sangat kecil agar Aleta tidak melompat.


Aleta memeperhatikan mamanya yang semakin mendekat kepadanya. Aleta juga melangkah kecil ke belakang ia tidak ingin mamanya semakin mendekat kepadanya. Saat ini aleta tidak bisa percaya pada siapaun termasuk mamanya yang saat ini sangat ia benci.


"Aleta kesini, sama mama nak! "bujuk Vina lagi.


Kaki aleta semakin dekat dengan bahu jalan yang telah rusak sedikit lagi jika aleta salah pijak ia akan jatuh ke dalam sungai yang kini sedang berarus deras.


" Aleta!" Vina mengacungkan kedua tangannya agar anaknya itu masuk kedalam pelukannya karna tempat aleta berdiri saat ini sangatlah berbahaya.


Aleta terus menggeleng pikiran buruk dan semua kelakuan mamanya dulu terbayang di otak aleta sehingga aleta tidak bisa percaya jika mamanya itu bisa beruambah secepat ini. Aleta yakin selepas ini pasti mamanya akan memarahinya habis-habisan dan akan kembali menekannya lagi.


"Aleta.... "vina semakin berurai air mata saat jaraknya dengan aleta semakin dekat sebentar lagi anaknya itu akan jatuh ke dalam pelukannya.


Merasa jika mamanya semakin dekat aletapun Reflek melangkahkan kakinya ke belakang dan.....


" AAAAAAAA"aleta jatuh kedalam sungai saat Vina belum sempat memeluknya dan membawanya menjauh dari sana.


"ALETA!" teriak Vina dan Wisnu bersamaan.


Vina berlari dan melihat ke bawah perairan sungai sambil terus memanggil nama anaknya itu.


"ALETA! "Wisnu berlari menuju istrinya yang saat ini sangat histeris.


" Papa aleta pa!" Vina menangis sejadi-jadinya di dalam pelukan wisnu. Vina merasa berslah harusnya ia bisa lebih cept memegang tangan anaknya, harusnya ia bisa menyelamatkan aleta dan harusnya ia bisa menjadi ibu yang baik bagi putrinya itu.


"Mama yang tenang ma, aleta pasti selamat"Wisnu berusaha menenangkan istrinya yang saat ini sedang menangis sejadi-jadinya di dalam pelukannya.


Wisnu melihat perairan sungai yang sangat dalam dan kondisi air yang saat ini sedang berarus besar, Wisnu ragu jika anaknya itu akan selamat namun ia berdoa semoga ada keajaiban agar aleta tetap bisa hidup.


Kedua polisi itupun langsung mencari keberadaan aleta dengan melihat ke bawah jembatan , salah satu dari polisi itu juga menelfon tim penyelamat juga anggotanya untuk mencari keberadaan aleta.


Harusnya mama tadi bisa megang tangan aleta pa "Vina menyalahkan dirinya karna dirinya kurang cepat memegang tangan aleta.


Coba aja mama bisa megang aleta pasti aleta ngga akan jatuh pa. Ini semua salah mama pa, mama yang bodoh!" sangat merasa bersalh, vina tidak terbayang jika terjadi sesuatu pada anaknya itu.


Ini bukan salah mama, mama ngga boleh nyalahin diri mama kayak gini!" Wisnu menegur Vina yang menyalahkan dirinya, perkataan Vina saat ini hanya akan memperburuk ke adaan.


Mama lebih baik sekarang kita bantu polisi buat cari aleta!" ucap Wisnu yang sebenarnya juga sangat panik dan sangat merasa berslah saat ini. Namun Wisnu tidak mau memperlihatkannya takut Vina semakin hiateris dan syok.


Vina mengangguk menuruti oerkataan suaminya, ia sangat berharap jika aleta bisa selamat dan berkumpul kembali dengan mereka.


"Aleta kamu harus selamat ya nak, mama sayang kamu. "batin Vina yang masih sangat terpukul dengan kejadian ini.


Wisnu dan Vina beserta timpenyelamt turun ke bawah jembatan untuk mencari keberadaan aleta menggunakan perahu karet yang di bawa oleh tim penyelamat.


.


.


.


Bersambung....


Sabar ya gays ini baru awal dari semua drama masih ada kelanjutan cerita aku jamin akan membuat kalian semakin greget,jadi jangan emosi dan yang terpenting jangan pikirin kalau endingnya bakal sama sama yang di atas.


Ikutin terus cerita ini ya gays dan jangan lupa kasih komen, kasih like dan kalo kalian lagi baik hati tolong juga di kasih vote ya:)


Jangan kemana-mana ya gays cukup aleta aja yang kemana-mana kalian jangan!