Accident Wedding

Accident Wedding
Bab 50. Nggak mungkin!!!



Vina dan wisnu langsung menuju ke ruang mayat, vina ingin memastikan jika itu aleta atau bukan. Sepanjang perjalanan vina berdoa jika mayat yang di temukan ini bukanlah aleta, anaknya. Jujur vina tidak sanggup jika menerima jika itu adalah mayat aleta.


Timsar yang menemukan mayat aletapun masih berdiri di depan kamar mayat menunggu kehadiran wisnu dan vina. para tim medis juga ada yang berjaga di sana untuk meminta izin kepada wisnu dan Vina untuk melakukan otopsi.


Vina dan wisnu masuk kedalam kamar mayat dengan oerasaan yang saat ini sedang campur aduk. Tidak hanya vina yang takut tapi wisnu juga sangat takut jika mayat tersebut adalah aleta. Wisnu tidak terbayang bagaimana jika mayat tersebut adalah aleta, betapa hancurnya vina jika ia kehilangan anaknya. Kehilanagn aleta di saat ia sudah menyadari semua kesalahannya selama ini.


"ALETA. "vina langsung berlari menuju mayat yang telah ditutupi kain, vina memeluk mayat tersebut sambil menangis terisak-isak.


" Ma mama jangan gini ma, belum tentu ini aleta mas!"wisnu mengangkat tubuh vina dari mayat tersebut dan mempersilahkan tim medis juga timsar untuk membuka kain yang menutupi mayat tersebut.


Wisnu dan Vina sangat degdegan saat kain yang menutupi jenazah tersebut perlahan-lahan terbuka. Tangis vina semakin pecah begitu melihat wajah mayat tersebut sudah tak berbentuk lagi. Luka sobekan sayatan serta tulang pipi yang pecah membuatnya terlihat sangatlah tragis. Vina sangat tidak sanggup melihat kondisi mayat tersebut.


"Pa bilang ke mama kalau itu bukan aleta!"ucap vina yang semakin histeris melihat kondisi mayat tersebut.


'' Papa ngga bisa pastiin kalau itu bukan aleta ma, tapi papa juga ngga bisa bilang kalau aleta masih hidup." jawab wisnu yang juga sangat syok melihat kondisi mayat yang di temukan oleh timsar suruhannya itu.


" Kita harus melakukn otopsi untuk memastikan mayat ini anak bapak dan ibuk atau bukan. Hanya itu cara satu - satunya untuk memastikan ini anak bapak dan ibuk atau bukan."


"Mengingat wajah mayat ini sangat hancur dan tidak bisa kita kenali. "jelas timsar juga tim medis.


" Otopsi?" ucap Vina yang tidak setuju dengan rencana tersebut.


" Iya buk." jawab suster yang berdiri di depan vina.


" Ngga kalian ngga boleh apa-apain mayat ini!" tegas vina.


" Ma ini satu-satunya cara supaya kita tau ini aleta atau bukan! "bujuk wisnu agar istrinya mau melakukan itu.


"Ada cara lain selain otopsi." wisnu dan para tim medis langsung melihat ke arah Vina.


"Mama inget kalau aleta selalu memakai kalung berbentuk hati dengan inisial A dan M." jelas Vina walau sebernya Vina tidak sanggup melihat mayat tersebut tapi Vina mencoba memberanikan diri. Vina tidak mau melakukan otopsi dan merusak mayat tersebut. Jika sampai mayat itu adalah anaknya ia tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri.


" Tapi kalung dengan inisial A dan M itu pasti banyak di pasaran ma. Kita ngga bisa mastiin itu cuma dengan kalung seperti yang mama bilang! "jelas wisnu tidak setuju dengan perkataan istrinya karna menurut wisnu pembuktian semacam itu tidaklah akurat.


" Kalung aleta itu limitid edisian pa ngga mungkin ada yang jual kalung sama persis seperti itu. Mama sendiri yang ngantar aleta buat mesan kalung seperti itu bahkan desainnya aleta sendiri yang nentuin. Jadi ngga mungkin ada orang yang juga punya kalung seperti Aleta! "ucap Vina.


" Mama yakin?''tanya wisnu memastikan.


Vina mengangguk,"mama yakin kuat?" tanya wisnu lagi.


Vina mengangguk meski sebenarnya ia tidak sanggup memastikan itu semua.


Wisnupun melihat ke arah timsar dan tim medis tersebut memberi kode agar kain penutup jenazah tersebut di bukakan kembali untuk melihat apakah jenazah tersebut memakai kalung seperti yang di ucapkan Vina atau tidak.


Tim medis itupun kembali membuka kain kain yang menutupi jenazah tersebut. Perlahan glahan Vina mendekat dan melihat apakah jenazah itu memakai kalung seperti yang ia sebutkan tadi atau tidak.


Vina mengibaskan rambut yang menutupi leher jenazah tersebut. Vina menutup matanya saat leher jenazah tersebut terlihat. Dalam hati vina berdoa semoga jenazah tersebut bukanlah anaknya.


Wisnu meraih kalung yang terpakai di jenazah tersebut. "Maa apa ini kalungnya?" tanya wisnu yang telah memegang kalung tersebut.


Vina membuka matanya perlahan-lahan dan betapa terkejutnya ia jika desain kalung tersebut sama persis seperti yang di pesan oleh aleta dulu. Untuk lebih memastikan itu aleta atau bukan Vinapun meihat inisial yang tertulis di liontin kalung tersebut.


Vina menggeleng dengan air mata yang bercucuran semakin deras, "NGGA... NGGA MUNGKIN. NGGA MUNGKIN!!!" teriak histeris Vina saat melihat inisial nama tersebut sama seperti yang di pesan oleh aleta.


Vina mundur, menjauh dari brankar mayat tersebut. Vina berjongkok di sudut dinding kamar jenazah tersebut. "Ngga mungkin pa. Ngga mungkin, aleta masih hidupkan? Aleta masih hidup. Aleta ngga mungkin meninggal." Vina menyakiti dirinya sendiri, memukul kepalanya, mengacak-ngacak rambutnya sendiri,Vina sudah seperti orang gila saat ini.


**********


Malik berjalan mendekat ke arah ayu dan melihat ke layar televisi yang ternyata benar sedang menyiarkan soal penemuan mayat di sungai dengan dugaan itu adalah mayat aleta.


Malik tercengang melihat berita tersebut, ia benar-benar tidak tau jika aleta bisa berbuat senekad itu hanya karna permasalahan ini.


"Mas. "ucap ayu menghampiri malik." Kamu yang sabar ya! "ucap ayu mengusap bahu malik. Ayu tau mau sebenci apapun malik pada aleta dan semarah apapun tetap saja pasti ada rasa sakit begitu melihat jika orang yang duku oernah bersma-sama dengannya pergi untuk selama-lama seperti ini.


" Kenapa dia mengakiri hidupnya seperti itu yu? "bukan masalah oerasaan atau apa malik hanya tidak bisa terima saja kalau aleta mengakiri hidupnya seperti itu secara tragis dan membuat luka yang dalam pada orang-orang yang peduli kepadanya.


" Mas kamu yang sabar itu jalan hidup yang di pilih oleh aleta. "ucap ayu menenangkan malik.


Tapi...." malik berdecak. "ngga kayak gini caranya, bukan hal bodoh seperti ini yang dia lakukan." malik masih belum bisa terima dengan perbuatan aleta.


"Kenapa dia selalu berfikir singkat tanpa memikirkan apa yang terjadi kedepannya duku. '' Malik menyayangkan perbuatan bidoh yang di lakukan aleta.


" Mas...."


" MALIK!!... LIK"pintu rumah ayu dibuka dengan sangat kasar oleh mario, sesampainya di dalam mario langsung berteriak memanghil nama malik.


Mario langsung menghampiri malik, Lik aleta lik....aleta meninggal ." ucap mario memberi tahu malik.


Malik mengangguk lemah." iya mar gue udah tau semua tv dan media memberitakan itu sekarang. "jelas malik.


" Assalamualaikum." ucap elvan mengucap salam. Elvan masuk kedalam rumah ayu dan malik dengan sopan kemudian berjalan mendekat ke arah ayu malik juga mario. Langkah mario yang cepat dan terburu-buru membuat elvan tertinggal jauh di belakang.


Semua mata langsung tertuju pada elvan termasuk ayu yang melihat elvan dengan tatapan yang sulit untuk di artikan oleh malik.


.


.


.


Bersambung


**Kira-kira aleta mati ngga ya gays? Kalau kalian oengennya kayak gimana?


Jangan lupa like komen dan vote cerita ini ya gays. Sampai jumpa besok dan tentunya dengan bab dan episode yang jauh lebih seru dari ini**!!!