
Restoran mahal juga interior indah di pilih malik untuk melamar Aleta. Malik tidak sanggup jika harus pacaran lebih lama lagi dengan Aleta, malik tidak mau hubungannya hanya sebatas pacaran selalu malik ingin menuju jenjang pernikahan secepatnya dengan Aleta. Wanita idamannya selama ini yang selalu mewarnai hidup malik.
"Ini apa bee? "tanya aleta saat malik memberikan sebuah kotak pada saat mereka sedang dinner di sebuah restoran yang memang sudah di pesan khusus untuk mereka berdua oleh malik.
" kamu buka aja!! "jawab malik.
Aleta membuka kotak berwarna merah berbentuk hati yang di berikan oleh malik.Hatinya berdebar - debar rasa penasaran dan bahagia bercampur menjadi satu saat ini.
" Foto?"tanya aleta yang masih tidak mengerti dengan maksud malik.setumpuk Foto menghiasi kota yang di berikan malik padanya.
Malik menganguk" foto perjalanan cinta kita."
Aleta mengeluarkan satu persatu foto dari dalam kotak. Aleta tersenyum melihat foto-fotonya bersama malik tidak terasa mereka sudah berpacaran selama tiga tahun.
"Ngga terasa ya bee kita udah pacaran lama "ucap Aleta tertawa kecil mengingat perjalanan cinta yang cukup lama bersama malik.
"Iya"jawab malik sambil terus tersenyum memperhatikan Aleta.
"Kamu emang ngga pernah berubah . Kamu slalu ada untuk aku"Aleta memperlihatkan satu foto saat Aleta sedang foto di hutan, memang waktu itu tema Foto Aleta adalah alam. Jadi agar lebih menarik fotografer menyarankan Aleta untuk berfoto di hutan agar lebih menyatu pada alam. Malik yang khawatir pada Aletapun langsung bergegas menghampiri Aleta malik tidak peduli dengan pekerjaannya saat itu padahal malik sedang meeting penting,tapi malik malah meninggalkan begitu saja sampai ia kehilangn banyak klaen saat itu. tapi malik tidak mempedulikannya ia tetap menemui Aleta di lokasi pemotretan dan menjaga serta memastikan Aleta agar ia tidak kenapa - napa.
"Aku akan slalu ada selamanya buat kamu. Sampai kita mati nanti" ucap malik sambil mengecup tangan Aleta.Malik sudah berjanji pada dirinya sendiri akan menjaga Aleta sampai kapanpun. Malik bahkan rela mati untuk Aleta karna sangking cintanya ia pada Aleta.
"Bee"panggil aleta lagi. aleta tidak percaya dengan apa yang ia temukana di foto terakir. aleta menemukan tulisan" will you marry me" di foto itu di sertai dengan cincin emas putih bermata batu safir di dalam kotak kecil berwarna merah.
"Ini...?" Aleta memperlihatkan yang ia temukan kepada malik dengan mata yang berkaca-kaca. Sangt jelas terlihat dari wajah Aleta jika ia sangat bahagia moment yang selama ini ia nantikan akirnya datang pada hari ini.
Malik mengangguk"kamu ngelamar aku bee?."tanya Aleta memastikan.
Malik tersenyum sembari berlutut menyodorkan sekuntum mawar merah kepada aleta "will you marry me"ucap malik mengulang kata-kata yang ada di dalam foto itu, agar tidak ada lagi keraguan pada Aleta.
Air mata Aleta menetes, Aleta benar-benar tidak menyangka malik akan melamarnya dengan cara yang tidak pernah ia duga seperti ini.
Konsep A walk down memory lane yang di pakai oleh malik membuat aleta sangat terkesan dan sangat bahagia.Aleta tidak menyangka jika Malik bjsa seromantis ini kepadanya. Bahkan tema lamran seperti ini tidak pernah terpikir dalam benak Aleta.
"Yes, i do." Aleta menjawab lamaran malik dengan pasti.
"Thank you so much."malik memasangkan cincin itu di jari manis aleta. Cincin itu sangat cocok di pakai oleh aleta. malik kemudian bangkit seraya mengecup kening aleta dilanjutkan dengan pelukan hangat. Malik begitu senang hatinya membuncah satu-satunya wanita yang paling ia cintai kini sudah resmi menjadi calon istrinya.begitupun dengan Aleta pria yang sangat ia cintai itu kini sudah berganti status menjadi calon suaminya. Aleta yakin jika nanti ketika pesta pernikahannya tiba ia pasti akan menjadi wanita paling bahagia di dunia.
Malik tersadar dari lamunanya kejadian satu tahun yang lalu tiba-tiba terlintas dalam pikiran malik. Sebuah notif dari salah satu media sosial malik membuat malik mengingat kejadian lamarannya dengan Aleta kembali.
Malik menghela nafas panjang lagi, Malik masih belum bisa melupakan semua kenangan manis bersama aleta. Kenapa ia tidak bisa membenci atau melupakan aleta. Sepatutnya wanita yang patut ia salahkan dalam hidup ini adalah aleta. Aleta yang sudah membuat hidupnya menjadi rumit seperti ini. Terjebak dalam satu pernikahan dengan wanita yang tidak ia kenal dan tidak ia cintai.
Malik terhenyak dari lamunannya saat terdengar ketukan pintu yang di ketuk dari luar.ayu sudar berdiri di luar saat malik membuka pintu. Ayu tersenyum lebar saat malik menatapnya.
"Ada apa? "tanya malik dingin pada ayu.
"Kamu sudah selesai mengganti pakaianmu mas? "tanya ayu sembari melihat setelan jas malik yang sudah berganti warna.
" Menurut kamu? Punya matakan?" tiba-tiba saja malik bersikap dingin lagi kepada ayu padahal di meja makan tadi malik terlihat sangat baik bahkan memuji masakan ayu.
" Iya mas" jawab ayu menggulung-gulung ujung jilbabnya untuk menahan air mata yang akan menetes.
"Kalau begitu aku mau pamit untuk pergi ke kantor"ucap ayu mengulurkan tangannya ke arah malik.
Malik menyambut uluran tangan ayu. Namun siapa sangka ayu malah mencium tangan malik, malik sedikit terkejut dengan perlakuan ayu. Desiran hangat saat bibir ayu menyentuh tangannya membuat hati malik berdesir halus. Ada rasa yang berbeda yang tidak pernah ia rasakan bersama aleta.
"Assalamualaikum mas"lanjut ayu setah mengecup tangan malik. Ayu tidak ingin melanjutkan pembicaraannya dengan malik karna sepertinya suasana hati malik saat ini sedang tidak baik.
Malik menatap punggung ayu yang perlahan-lahan menghilang dari indra penglihatannya.
"Seharusnya kamu tidak pernah ada dalam hidupku! "
"Seharusnya aku juga tidak menyalahkan kamu!."
"Dan seharusnya saat ini aku memperlakukanmu dengan baik bukan menyeretmu masuk kedalam penderitaanku. "Sesal malik, ia tau perlakuannya pada ayu harusnya seperti apa. Membalas ayu dengan sikapnya yang baik dan memperlakukan ayu layaknya istri. Itulah yang harus ia lakukan tapi hati malik seolah- olah belum bisa memperlakukan ayu seperti itu hatinya terlalau sakit jika terus mengingat kejadian di mana ia di paksa menikah dengan ayu dan membuat sikapnya seperti ini pada ayu.
"Semoga kamu bisa bertahan sampai Aleta kembali pada saya!. "
.
.
.
.
Bersambung.