Accident Wedding

Accident Wedding
Bab 11.Perubahan Sikap



Malik terbangun karna bau masakan yang semerbak, bau masakan itu sangat menggoda sehingga malik tergiur untuk buru-buru ke meja makan. Malik berlari turun menuju kamar mandi sekalian ia juga ingin melihat masakan apa yang tengah di buat oleh ayu sampai-sampai aromanya memenuhi seisi rumah.


Saat ke kamar mandi malik tidak sengaja berpapasan dengan ayu yang sedang mebawa satu piring nasi dan semangkok soto ke meja makan.


"Waah ternyata ayu masak soto, pantesan wangi banget." batin malik mempercepat langkahnya ke kamar mandi untuk segera mandi dan berkemas agar ia bisa segera mencicipi soto yang di buat ayu.


Malik buru-buru turun setelah selesai berpakaian rapi, malik tidak sabar akan sarapan soto sudah lama sekali ia tidak pernah makan soto kali ini malik benar-benar ingin memakan itu. Namun setelah sampai di meja makan malik tidak melihat satupun piring ataupun mangkok soto di atas meja, malik juga tidak melihat ayu. Malik memeriksa ke dapur entah-entah ayu sedang mempersiapkan soto untuknya.


Namun setelah di cek, malik tidak menemukan ayu. Malik melihat piring serta mangkok soto yang ia lihat tadi juga sudah bersih di cuci oleh ayu. Malik tidak menemukan sedikitpun soto yang tersisa untuknya.


Kenapa ayu tidak membuatkannya sarapan juga? Biasanya ia selalu rajin menawari malik untuk sarapan bersama mengapa kali ini ia tidak membuatkan sarapan bahkan pergipun tidak pamit. Apa yang salah dengan ayu? Pikir malik bertanya-tanya dengan perubahan sikap ayu yang sangat drastis.


Kenapa ayu harus bersikap seperti itu hari ini padahal ia sudah berharap sekali akan menyantap soto. Malik kecewa dan kesal kepada ayu, malik merasa kalo kali ini ia tengan di permainkan oleh ayu.


...*********...


Ayu melihat setiap sudut kantor dengan senyumman padahal baru tiga hari ia tidak masuk tapi serasa sudah begitu lama.


"Ayu"panggil elvan yangsudah berdiri di belakang ayu." Assalamualaikum" lanjut elvan setelah ayu berbalik ke arahnya.


Ayu tersenyum kemudian membalas salam elvan"waalaikumsalam"


"Mama gimana?, udah sehat? "tanya elvan sambil berjalan beriringan menuju lif.


Ayu terlihat binggung juga merasa bersalah karna telah membohongi elvan." Udah,Makasi ya van kamu udah bantuin ngerjaan kerjaan aku. Aku jadi hutang budi sama kamu"


"Sama-sama, lagian aku bantuin kamu ikhlas jadi ngga usah anggap itu sebagai hutang budi. "tegas elvan yang di senyumi oleh ayu. Padahal elvan berharap ayu tidak menganggapnya sebagai orang lain elvan ingin ayu mengangap dirinya sebagai orang yang penting dalam hidup ayu.


Ayu dan elvan sudah sampai di lif mereka menunggu pintu lif terbuka.


"aku berterimakasih banget sama kamu van tapi aku ngga bisa biarin gitu aja tanpa bisa ngebales. Jadi kamu sebutin aja apa yang kamu mau biar aku bisa ngebales budi kamu" jelas ayu.


Pintu lif terbuka mereka berduapun masuk, sembari kembali melanjutkan pembicaraan mereka.


"Okay, if that's what you want, I'll think about it." balas elvan sembari mengeluarkan senyuman manisnya. Elvan itu sebenernya ganteng, ganteng banget malahan yang mau sama dia aja banyak tapi mau gimana lagi yang ada di hati dan juga di pikiran elvan cuma ayu ngga ada yang lain. Sayang banget ayu ngga suka sama elvan ayu cuma ngangep elvan ngga lebih dari sahabat.


Ayu membalas senyuman elvan "Thank you very much, you are my best friend." elvan sedikit kecewa dengan ucapan ayu tapi mau gimana lagi elvan tidak bisa memaksa, elvan juga tidak mau kalau persahabatannya dengan ayu hancur. Elvan hanya bisa menganguk sambil terus tersenyum menyembunyikan luka di hatinya.


...********...


Taklama sebuah mobil berhenti tepat di depan rumah dilihatnya yang keluar dari mobil itu adalah ayu. Malik bersiap-siap menyiapkan kata-kata untuk memarahi ayu.


Setelah membayar ayupun melangkah menuju rumah dilihatnya malik sedang berdiri di depan teras seperti sedang menunggu seseorang. Ayu mengeluarkan sikap acuh tak acuhnya ayu akan berpura-pura tidak melihat malik. Ayu mempercepat langkahnya menuju pintu masuk ayu berlalu di depan malik tanpa mengucapkan satu patah katapun. Ayu masuk dan langsung menuju ke arah kamarnya.


Malik yang tadinya akan marah hanya bisa bertambah kesal dengan sikap ayu,bisa-bisanya ayu bersikap seolah-olah tidak melihat keberadaannya yang sudah dari tadi menunggu. Malik menendang sebuah kursi plastik yang terpampang di depan rumah, melampiaskan kekesalan hatinya. Malik masuk kedalam rumah dengan hempasan pintu yang kuat lalu berjalan menuju kamarnya.


Taklama ayupun keluar dari kamar, ayu merasa puas karna sudah berhasil membuat malik kesal dengan sikapnya. Ayu tau jika yang sedang ia lakukan ini salah tapi mau gimana lagi ayu sudah tidak tahan dengan sikap malik yang berkata sesuka hati tanpa memikirkan perasaannya, ayu ingin memberi pelajaran kemalik agar ia bisa lebih menghargai istrinya.


...*********...


Sudah beberapa hari ini ayu bersikap seolah-olah tidak melihat keberadaan malik. Ayu memasak makan untuk dirinya sendiri tanpa menawari malik. Ayu pergi tanpa berpamitan kepada malik, ayu tidak berbicara bahkan menatap malik sekalipun. ayu benar-benar menjalankan misinya dengan sempurna.


Sikap ayu membuat malik jengkel, malik menjadi tidak fokus untuk bekerja. Malik akirnya memutuskan untuk cerita ke mario. Malik menelfon mario untuk datang ke kantornya. Awalnya mario menolak namun karna malik memohon mario pun menyetujui.


"Kenapa lo nyuruh gue ke kantor lo? "tanya mario yang duduk santai di sofa ruang kantor malik.


"gue ngga habis fikir sama ayu bisa-bisanya di bersikap seolah-olah ngga ngangep gue ada. Padahal sebelumnya di begitu perhatian dan berusaha buat jadi istri yang baik untuk gue. Tapi sekarang dia malah acuh ngga acuh." jelas malik mengeluarkan kekrsalannya.


"Baguslah kalo ayu bersikap kayak gitu ke lo.Berarti dia udah sadar kalo lo emang ngga pantes buat jadi suaminya. Lagian emang itukan yang lo mau secara lo ngga pernah ngangep dia ada." ucap mario membenarkan sikap ayu.


Malik memelototi mario, bukannya mendukungnya dan memberikan solusi tapi mario malah membuatnya bertambah kesal. Sepertinya cerita kepada mario bukanlah ide yang bagus,malik menyesal karna sudah menyuruhnya datang.


"Kenapa lo ngerasa kehilangan karna di cuekin ?. Oooo atau mungkin lo udah mulai suka sama ayu? "lanjut mario.


" Ngarang lo. Mending sekarang juga lo pergi, ngga guna cerita sama lo!!!!"ucap malik mengusir mario.


" ngga heran sih siapa juga yang ngga suka sama cewek secantik dan sesoleha ayu"ucap mario sebelum pergi. "Coba aja gue yang ketemu duluan, mungkin ayu udah jadi istri gue sekarang." lanjutnya sembari menghempas pintu kantor malik.


"Ngga mungkin gue suka sama ayu"balas malik tertawa kecil menyangkal kata-kata mario setelah mario pergi.


.


.


.


Bersambung.