
“Assalamualaikum, Mas aku ada acara makan malam sama semua rekan kerjaku di kantor untuk ngerayain ulang tahun perusahaan. jadi aku akan pulang terlambat malam ini.“
Pesan yang di ketik oleh ayu melalui aplikasi pesan chet yang tertuju pada malik. Ayu tidak ingin malik khawatir karna mencemaskannya nanti. Bagaimanapun malik tetaplah suaminya.
"Ayu, buruan masuk.bos udah nungguin! "ujar salah satu kariawan kantor dari dalam restoran.
Ayu mengangguk kemudian berjalan masuk kedalam restoran.
" Semoga mas malik baca" batin Ayu sambil terus melihat batrai ponselnya yang lemah.
...*********...
" Sudah malam begini kenapa ayu belum pulang juga?" cemas malik yang mondar mandir di depan pintu. Karna tidak biasanya ayu pulang terlambat seperti ini. Malik sangat khawatir takut terjadi sesuatu kepada ayu.
"Halo mbak, ayu kerumah mbak ngga?" tanya malik, menelfon Nirmala yang saat ini sudah berada di puncak benar-benar khawatir.
"Ayu? Seharian ini ayu ngga ke rumah lik. "jawab Nirmala yang heran kenapa tiba- tiba Malik menanyai ayu kepadanya.
"emangnya ada apa? Kalian berantem?" tanya Nirmala menerka - nerka apa yang terjadi.
"Bukan. Bukan gitu mbak dari sore tadi sampai malam ini ayu belum juga pulang. Aku takut terjadi sesuatu sama ayu."jelas malik mengutarakan kecemasannya ke nirmala.
" Kamu udah telfon ayu belum?"tanya Nirmala
" Udah, tapi henphonenya ngga aktif mbak"jawab Malik, entah sudah berapa kali manik menelfon ayu tapi tetap saja ponsel ayu tidak aktif.
"kamu tenang dulu. Mungkin aja taksinya ayu mogok atau ada acara kantor."ucap Nirmala mencoba menenangkan adiknya itu.
"Hm. Iya mbak"
Malik menutup telfonnya. Jawaban Nirmala belum bisa membuat hati malik tenang. Malik memutuskan untuk menghampiri ayu ke kantornya.
...********...
"Ayu kamu pulang sama siapa? "tanya tasya HRD di kantornya.
" Aku udah pesen taksi online, mungkin sebentar lagi dateng." jawab ayu menunggu taksi pesanannya di depan restoran.
" Yaudah kalo gitu aku duluan ya" pamit tasya yang sudah di jemput oleh suaminya menggunakan mobil.
Taklama taksi pesanan ayu pun sampai. Ayu segera masuk ke dalam mobil, ayu takut malik tidak membaca pesannya dan membuat ia khawatir. Terlebih henphone ayu mati karna kehabisan batrai jadi ia tidak bisa memastikan malik membaca atau tidak pesannya.
...*******...
Malik sampai di depan kantor ayu namun tidak satu pun orang berada di dalam kantor kecuali satpam yang sedang berjaga. Tidak ada tanda-tanda jika ayu lembur atau acara di kantornya.
"Tidak mungkin ayu masih bekerja di dalam. Sepanjang jalan juga ngga ada mobil yang mogok. "Batin malik yang perasaannya semakin tidak karuan. Ia tidak tau harus mencari ayu kemana lagi. Malik kehabisan akal dan berharap sesampainya di rumah nanti ayu sudah ada di rumah.
Saat malik sampai di rumah pintu rumah dalam keadaan terbuka. Segera malik turun dari mobilnya dan berlari ke dalam rumah mencari keberadaan ayu.
Ayu yang baru saja sampai terkejut dengan kehadiran malik yang tiba-tiba dalam kedaan nafas yang ngos-ngosan. Malik langsung memeluk ayu erat dan memeriksa keadaan ayu memastikan jika gadis itu tidak terluka.
"Kamu kenapa mas? "tanya ayu setelah malik selesai mengecek keadaannya.
" Kamu ngga kenapa - kenapakan?"tanya Malik dengan raut wajah yang sangat cemas.
" aku ngga papa"jawab Ayu yang bingung dengan sikap suaminya itu.
"Kamu dari mana aja? Jam segini kamu baru pulang, saya tuh sibuk cariin kamu takut kamu kenapa-kenapa tau ngga. "ucap Malik mengutarakan kecemasan hatinya pada ayu. Malik sudah berfikir yang tidak - tidak pada ayu tadi, takut ayu kecelakaan atau sakit ayu kambuh.
"Tapi mas tadi aku kan....... "ayu mencoba memotong ucapan Malik ingin menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi sebelum Malik marah - marah kepadanya.
"Sssssttttt saya ngga butuh alasan dari kamu. Dengerin saya dulu!!!!"ucap Malik menyuruh ayu untuk diam, Malik sangat tidak suka jika perkataannya di potong sebelum ia selesai berbicara.
"Kalo kamu mau pergi atau ada acara apapun itu kamu ngomong sama saya biar saya ngga khawatir dan cariin kamu. "
"Tapi masss...... "lagi - lagi Ayu mencoba memotong ucapan Malik yang membuat malik bertambah kesal.
"Diem !!! Saya belum selesai ngomong. Kamu ngga mikir kalau sampai terjadi sesuatu sama kamu yang di salahin siapa? Saya juga kan."kesal Malik karna Ayu yang pulang terlambat tanpa mengabarinya.
"henphone juga ngga aktif. Kenapa henphone kamu ngga aktif?"tanya Malik, gara - gara ponsel ayu yang tidak aktif membuat Malik jadi kalang - kabut sendiri mencari ayu kemana- mana pikirannya semakin tidak karuan di buatnya.
"Henphone aku lobet mas"jawab Ayu merasa bersalah. Ayu menunduk mendengarkan semua omelan Malik. Ayu tidak berani menatap mata Malik yang kini sedang marah kepadanya.
"Udah tau henphone mau lobet, kenapa kamu ngga ngabarin dulu ke saya. Alesan aja kamu."
"aku udah ngabarin ke kamu. Emangnya kamu ngga liat pesan chet dari aku?"jawab Ayu menatap Malik penuh tanya. Ini yang dari tadi ingin di tanyakan ayu tapi tidak sempat - sempt karna malik yang selalu menyuruhnya untuk diam.
Malik tersentak dengan ucapan ayu. Benar seharian ini malik tidak membuka aplikasi chet. Terlebih saat di kantor tadi malik juga mematikan semua notif di hp nya.
"Emang kamu ngabarin saya?"tanya Malik yang kini malah dia yang merasa bersalah sekaligus malu di hadapan ayu. Padahal ia sudah memarahi ayu panjang lebar seperti itu tadi.
"iya mas, coba aja kamu liat pasti ada!"ujar ayu memastikan pesan chetnya yang di kirim kepada Malik.
Malik segera membuka aplikasi chet di hp nya memastikan apakah ucapan ayu benar atau tidak.
"Ada kan?"tanya Ayu setelah malik membuka aplikasi pesan chet tersebut.
"Iya, tapi harusnya kamu itu telfon saya biar jelas. "ucap Malik tak mau di salahkan. Malik mengatakan itu agar ia tidak terlalu malu. Sudah ngomel panjang lebar tau- taunya istrinya udah izin lewat chet, salah sendiri ngapain juga matiin notif Henphone ginikan jadinya:)
"Aku takut ganggu mas"jawab Ayu, ayu takut gara - gara ia menelfon pekerjaan malik jadi terganggu.
"Pokoknya mulai sekarang, ada apa-apa itu langsung nelfon. Ngerti? "tegas Malik.
"iya mas"
"Udah buruan sana mandi, bersih-bersih abis itu tidur. Pasti capekkan? "
Setelah mengatakan itu malik melenggang pergi, meninggalkan ayu yang masih terpaku di sofa ruang tamu.
Lagi-lagi ayu merasa senang dengan perhatian malik. Setidaknya saat ini malik sudah peduli kepadanya.
" Aku seneng kamu khawatirin aku mas"gumam ayu pelan kemudian berjalan menuju kamarnya.
.
.
.
.
Bersambung.