
Aleta membaringkan tubuhnya di kasur kamarnya. Sepanjang perjalanan tadi Aleta sibuk memikirkan perkataan mario tadi pagi. Aleta sebenarnya sudah menelfon malik dari tadi tapi malik tidak menjawab telfonnya. Malik juga tidak membalas chatnya.
"Apa bener kamu udah menikah bee? "aleta menarik nafas dalam kemudian menghembuskannya dengan kasar.
" Kalaupun seandainya iya, aku bakal ngerubut kamu bee.kamu itu punya aku cuma aku yang pantes milikin kamu"Raut wajah Aleta seketika berubah menjadi Horor matanya yang melotot ditambah dengan senyuman sinis membuatnya persis seperti seorang pisikopat.
Aleta mengetik sesuatu di ponselnya. Aleta baru ingat jika informasi apapun tentang keluarga Nugraha pasti akan terekpost ke media. Termasuk pernikahan malik, Aleta ingin tahu apa benar Malik sudah menikah.
...***********...
Gbrakkkk....
Pintu ruangan malik dibuka dengan sangat kasar oleh seorang pria dengan wajah marah yang sedang menatap sinis ke arah malik.
"Lo apa-apan sih mar ini kantor, lo yang sopan dikit bisa ngga?! "ucap malik meninggikan nada bicaranya. Malik sangat kesal kerjanya terganggu dengan gebrakan pintu yang di buka kasar oleh mario.
" Maksud lo apa deketin Aleta lagi lik. Lo ngga sadar, lo itu udah punya istri?!. "untuk sekian kalinya mario marah besar pada malik, bukan karna apa tapi mario sangat benci dengan sikap brengsek malik. Mario tau betul ayu perempuan yang lembut dan baik. Ia terlalu baik untuk di sakiti seperti ini oleh malik.
Malik diam membungkam, pasalnya dari mana sahabatnya itu tau kalau aleta sudah kembali dan ia kembali menjalin hungan dengan aleta?.
"Ini hidup gue mar, jangan ikut campur dengan urasan gue lo ngga tau apa-apa! "Malik sangat tidak suka dengan sifat mario yang selalu ikut campur dengan hidupnya.
" Gue emang ngga tau apa-apa tapi kelakuan lo saat ini itu brengsek banget lik."
" Lo sadar, Aleta udah ninggalin lo di hari pernikahan lo sama dia.dan sekarang dengan gampangnya lo balikan sama dia. Otak lo di mana lik?! "Mario tidak habis pikir dengan jalan pikir sahabatnya itu. Malik tidak belajar dari pengalamannya itu yang membuat mario sangat marah saat ini.
Malik mengepal tangannya kuat, menahan emosi yang dari tadi sudah ia bendung di kepalanya.
" Gue minta sekarang juga lo keluar dari ruangan gue mar. Sebelum gue panggil security!!!"Malik tidak ingin baku hantam dengan sahabatnya, walau bagaimanapun kata-kata sahabatnya tadi ada benarnya harusnya malik bersyukur punya sahabat seperti mario tapi entah kenapa hati malik tidak bisa menerima perkataan mario saat ini malik butuh waktu sendiri agar ia bisa mencerna dengan baik perkataan mario.
"Gue harap lo cepet sadar lik!, perempuan sebaik ayu ngga pantes lo sakitin kayak gini! " ucap mario yang kemudian keluar dari ruangan malik.
Malik menatap kepergian mario, apa yang sudah ia lakukan? Lagi-lagi ia buat kesalahan, kalo sampai ayu tau pasti dia akan langsung meninggalkannya. Apa malik sanggup tanpa ayu?. Malik sangat kesal pada dirinya sendiri, ia mengacak-ngacak berkas-berkas di atas meja untuk meluapkan kemarahannya.
Ponsel yang semula di pegang oleh aleta jatuh, air mata aleta berurai tangannya membungkam mulutnya sendiri. Aleta tidak percaya dengan apa yang ia baca barusan.
" Jadi bener malik hiks.. Hiks udah hiks.. Menikah"air matanya semakin deras. Hatinya hancur berkeping-keping saat lelaki yang ia cintai ternyata sudah menikah. Perkataan mario tadi bukan karangan belaka tapi memang faktanya.
"Engga, enggak lo ngga boleh nangis ta malik itu punya lo. Lo harus bisa rebut dia lagi! Lo harus bisa!.
Aleta diam ia menghapus air matanya dengan cepat, kemudian mengambil ponselnya yang tergeletak di bawah ranjangnya. Aleta kembali memandangi foto malik bersama perempuan yang ia nikahi. Tertulis di sana dengan jelas ucapan selamat atas pernikahan Aleta dengan malik. Kening aleta mengerut ia heran kenapa namanya yang terpampang di sana dan bukan nama perempuan itu.
Aleta berusaha menggali lebih lanjut informasi pernikahan malik dan terkuak fakta kalau ternyata malik menikah tepat di hari pernikannya dengan malik, tepat di saat ia meninggalkan malik. Itu sebabnya nama yang terpampang adalah namanya dan bukan nama perempuan yang malik nikahi.
Aleta tersenyum sinis, matanya berbinar seolah mendapatkan ide bagus untuk merebut malik kembali.
"Ngga lama lagi kamu akan kembali sama aku bee, dan perempuan ini akun lenyap dari hidup kamu. "
"Kamu yang sabar, penderitaan kamu akan berakir ngga lama lagi bee"
"Cinta kita akan abadi bee. Aku pastiin itu"
"Kita akan menikah, aku akan lakuin apa-pun demi cinta kita"
Senyum sinis aleta dengan wajah yang mengerikan kembali terbit di wajahnya, entah ide gila apa yang tengah di pikirkan aleta saat ini.
.
.
.
Bersambung....