
Di Rumah Senja dan Rey
Semua sahabat Ji-bin ada disana dan sedang melongo melihat Ji-bin tiba tiba datang membawa bayi kecil mungil sekali dan itu terlihat masih kecil sekali .
Rey mendekati bayi yang diletakkan di sebuah kasur kecil di ruang tengah Senja , Rey pun berkata"Ini apa ?? bagaimana kamu menjelaskan semua pada kami "ucap Rey sambil melihat ke arah Ji-bin.
Chun-seok juga ikut berdiri lalu menatap Ji-bin kemudian berkata "Ini apa ?? apa kamu diam diam tidur dengan wanita ??"tanya Chun-seok.
"Tidak .... bukan itu semua ?? ini bayi kami , maksudku bayi ku dan juga Ye-jin , pasti karena malam itu "ucap Ji-bin sambil menunduk mengingat malam yang tidak dia ingat sama sekali .
Ji-ah merasa aneh kemudian bertanya "tapi .... Ye-jin mana ??"tanya ji-ah sambil menatap Ji-bin.
mereka semua sama sama menatap Ji-bin kemudian Ji-bin juga menatap mereka kemudian beralih menatap bayi kecil itu sambil berkata "Tadi....."
Ji-bin mulai menceritakan tentang penyerahan bayi kecil itu oleh wanita suruhan Ye-jin itu .
Tadi....
"Bu Ye-jin memintaku untuk bertemu dengan mu , karena dia tidak ingin melihatmu , katakanya kamu harus menjaga bayi ini sampai umurnya 5 tahun saja , setelahnya dia akan datang dan membawa bayi ini pergi , dia berjanji akan jaga anak ini setelah 5 tahun nanti "ucap wanita itu .
"astaga .... apa ini bayi kami ??"tanya Ji-bin.
wanita itu mengangguk kemudian berkata " Namanya .... Hana , jangan lupa ini semua daftar keperluannya , kalau begitu saya pamit permisi..."ucap wanita itu kemudian pergi dari tempat itu meninggalkan Ji-bin dan bayi kecil itu .
Di Rumah Senja
"apaa ??apa Ye-jin sudah gila ?? 5 tahun itu bukan waktu yang cepat itu waktu yang lama dan harusnya kamu menikahinya bukan begini "ucap Chun-seok marah besar .
"Itu benar , dan kenapa semua nomor kita dia blok seharusnya dia tetap berhubungan satu orang saja di antara kita "ucap Senja .
Ji-ah duduk kemudian berkata "jadi .... siapa yang akan jaga bayi ini , tidak mungkin Ji-bin, dia harus bekerja lagi , dia harus syuting dan masih banyak lagi , sedangkan aku dan Chun-seok jaga bayi kami juga dan juga Senja masih punya 2 bayi kembar , bagaimana mungkin ?? "ucap Ji-ah.
"Tidak usah , ayah saja yang jaga , ayah juga udah tau tadi "ucap Ji-bin yang membuat mata semua sahabat nya semakin tajam pandangannya padanya .
"Ya!! kamu membuat jantung ayahmu berhenti "ucap Rey dengan tegas dan keras .
"Ayah udah masuk rumah sakit mendengar hal itu "jawab Ji-bin.
Senja merasa pusing kemudian berkata "tidak usah berikan bayi itu pada ayahmu , berikan padaku biar aku urus disini , aku akan cari pengasuh untuk membantuku mengurus mereka semua , ayahmu tidak akan keluar dari rumah sakit mendengar mu punya bayi , lupakan saja , aku akan menjaganya "ucap Senja .
"Kalau begitu tiap Minggu aku dan Chun-seok juga datang kesini mengurusnya, kita bergantian saja jaga Hana "jawab Ji-ah.
"tidak usah bayi ini masih kecil , hanya berjarak beberapa bulan saja dengan ji-woo dan Ji-ho , mereka masih sensitif pergi jarak jauh , biarkan saja disini lebih baik juga "jawab Senja .
"Baiklah kalau begitu "jawab Ji-ah.
Mereka semua pun menatap bayi kecil yang dihadapan mereka , sementara Ji-bin hanya bisa menatap semua sahabat nya yang tidak benci dan malah mau ikut menjaga bayi ini , dan perlahan mulai menangis hingga terdengar oleh semua sahabat nya kemudian menatap Ji-bin lalu mendekat padanya dan memeluk Ji-bin dengan erat .
"Ada apa??"tanya Rey .
Ji-bin pun menjawab"Aku kira kalian akan meninggalkan ku ??"ucap Ji-bin yang masih menangis ..
Mereka semua pun memeluk tubuh Ji-bin, Rey pun berkata "Jangan merasa tenang dulu , berikan uang bulanan untuk Senja bukan untuk senja melainkan untuk Hana "ucap Rey .
Ji-bin pun mengangguk dan akhirnya tersenyum bersama semua para sahabat bubble pals nya .
Hari hari berlalu dan tentunya Ji-bin yang selalu pulang ke rumah Senja dan Rey , bahkan mendirikan rumah kecil hanya untuk tempat tidur Ji-bin karena selalu pulang tengah malam dan tentunya tempat untuk mereka berdua bersama baby girl nya , Senja ,Rey , Ji-ah dan Chun-seok pun menjaga bayi itu dengan semestinya seperti menjaga bayi mereka sendiri , mencintai bayi itu seperti mencintai bayi mereka bahkan setelah umur Hana menuju 6 bulan mereka pergi piknik bareng semuanya ke area terdekat saja dan terlihat halnya seperti keluarga utuh walaupun Hana tidak ada ibunya disampingnya sejak umur 2 bulan akan tetapi semua sahabat ayahnya memiliki aura ibu yang melebihi 8bu kandung untuk Hana yang membuat Hana bahagia setiap waktunya , sampai akhirnya Hana berumur 11 bulan , begitu juga Ji-ho dan Ji-woo, dimana Ji-woo sebagai Abang dan Ji-ho sebagai adik dan tentunya Ji-Seok sebagai kakak tertua yang berumur 1 tahun sedangkan ayah Ji-bin sudah merelakan putranya punya bayi walaupun di luar nikah dan menganggap Hana sebagai cucunya juga begitu juga orangtua dari para sahabatnya mereka juga sangat menyukai semua cucu mereka terutama Hana yang menjadi satu satunya perempuan yang lahir diantara semua cucu mereka .
Waktu itu mereka sedang piknik di depan rumah Chun-seok dan ji-ah, mereka bermain di depan ruangan kenangan disana sambil mengambil banyak foto untuk kenangan mereka , Ji-ho dan Ji-woo telah berhasil berjalan sejak umur 11 bulan dan sekarang sudah berusia 1 tahun 3 bulan sementara itu Hana masih belajar dan belum bisa apapun , saat mereka semua sibuk dengan urusan mereka masing masing tiba tiba Hana berdiri tegak dan terlihat oleh Ji-bin dan terkejut membuat semuanya menatap kearah Ji-bin dan menatap apa yang membuatnya terkejut dan ikut terkejut juga melihat pertumbuhan Hana .
"bagaimana?? Hana .... kemarilah ..."ucap Ji-bin melebarkan kedua tangannya .
Hana pun berlari dua langkah menuju ayahnya dan berhasil di pelukan ayahnya , betapa bahagianya perasaan Ji-bin saat melihat pertumbuhan putrinya sendiri kemudian menggendong Baby Hana dan melayang di udara kemudian menurunkan nya dan memeluk nya kembali .
Mereka semua juga ikut bahagia melihat Ayah Ji-bin yang kini semakin dewasa berkat baby Hana .
..."Terima kasih sudah lahir ke dunia ini sayang ...."ucap Ji-bin sambil mencium baby Hana ....