5 Bubble Pals

5 Bubble Pals
Episode 93. Jangan Hiraukan Mereka



Hari Hari berlalu dan sudah tidak terasa seminggu telah berlalu.


Di Dalam Mobil


Ji-bin sedang tertidur kemudian bangun dan langsung berkata " oh astaga wajahku .... ya Hyung, berikan kaca padaku ..."ucap Ji-bin.


managernya langsung memberikan kaca padanya dan segera Ji-bin memeriksa wajahnya kemudian berkata "Wajahku tidak membentak bukan ?? aku kira wajahku akan memburuk karena terlalu sering tidur dalam seminggu terakhir apalagi makannya banyak , tidak bukan ??"tanya Ji-bin.


"tidak ... kamu masih tampan sekali "jawab managernya .


"baguslah ... apa jadwal kita hari ini ??"tanya Ji-bin.


manager nya menjawab" pagi ini tampil di acara tv , siang lanjut syuting film , kemudian sorenya pemotretan dan malam lanjut syuting drama , itu saja untuk hari ini"ucap managernya yang membuat Ji-bin melongo bahkan tidak bisa menutup mulutnya karena jadwal padat nya .


"bagaimana... bagaimana bisa direktur membuatku hanya berlibur seminggu dan jadwal berikutnya sepadat itu ?? oh astaga nyawaku ??"ucap Ji-bin.


Managernya hanya bisa tersenyum melihat Ji-bin dan mengetahui semua aktifitas nya kedepannya bagaimana sibuknya dia .


Malam Harinya


Ji-bin baru menyelesaikan semua jadwalnya sedangkan jam sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam , Ji-bin tidak mempunyai teman untuk minum lagi karena semua sahabat nya sudah tidur , Ji-bin pun berniat menelpon Ye-jin , walaupun itu sudah tengah malam kemungkinan saja dia mau minum bersama sama .


Suara telepon Ye-jin berdering dan Ye-jin baru saja selesai dengan pekerjaannya , kemudian Ye-jin berkata "Ada apa menelpon ??"tanya Ye-jin.


"Aku mau minum tapi tidak bisa sendirian , apa kamu sudah tidur ?? kalau belum bisa kita minum bersama ??"ucap Ji-bin.


"ah gitu ya ... baiklah aku mau , kebetulan aku baru selesai melukis , aku akan datang , kamu dimana ??"tanya Ye-jin.


"apa kamu sendirian di tempat kerjamu ?? aku akan jemput kalau begitu "ucap Ji-bin.


"iya aku sendiri , aku biasanya tidur disini kalau jam segini selesai tugasku , aku akan keluar untuk minum bersama mu katakan kalau udah sampai "ucap Ye-jin.


"Baiklah ..."


Sesampainya di tempat kerja Ye-jin, Ji-bin pun turun dari mobilnya dan sebelumnya dia mengantar managernya dulu pulang , kemudian datang ke tempat kerja Ye-jin lalu mengetok pintu.


"Baiklah ... aku sudah siap ayo pergi "ucap Ye-jin.


"tidak usah ... tada.... aku bawa minumnya , kita minum di dalam saja "ucap Ji-bin.


Ye-jin pun tersenyum kemudian masuk kedalam bersama Ji-bin dan menikmati minuman dan ayah yang dibawa oleh Ji-bin.


Pagi Harinya .....


Ji-bin terbangun di sebuah sofa di ruang kerja Ye-jin dan tidak melihat Ye-jin disana , kemudian mencoba menelponnya tapi tidak dijawab oleh Ye-jin, kemudian pesan masuk kedalam handphone Ji-bin yang menyatakan bahwa ...


......***Ye-jin:......


...Jangan pernah mencariku kemanapun lagi atau jangan pernah menghubungi ku lagi , aku tidak ingin berhubungan denganmu lagi , tolong jangan pernah mencariku lagi*** ....


"ini apa ??apa aku berbuat sesuatu tadi malam ?? apa aku ... tidak mungkin ... ah kepala ku pusing "ucap Ji-bin kemudian pulang dna membersihkan tubuhnya sambil mengingat kembali persoalan tadi malam .


kemudian managernya menjawab "apa ? apa kamu minum sampai mabuk semalam ?? "tanya managernya .


"sepertinya ...iya ... aku bahkan tidak mengingat apa yang kulakukan semalam , apa yang harus aku lakukan sekarang??"tanya Ji-bin dan resah sendiri .


"Jadwal mu pagi hari syuting drama , siang acara tv , sorenya pergi menemui direktur "ucap managernya.


"permisi ... perasaan ku.... aku tidak bertanya soal jadwal ku , kalau mala apa aku free ??"tanya Ji-bin.


"iya kamu free malam hari , kamu mau bertemu siapa ??"tanya managernya.


"Semua sahabat ku , kalau begitu mari kita kerjakan semuanya secara cepat, ayo bekerja ...."ucap Ji-bin.


Di Rumah Ye-jin


Ye-jin hanya merenung saja bahkan tidak membaca pesan masuk ataupun tidak bekerja hari ini , Ye-jin pun mengingat kembali kejadian semalam perlahan air matanya keluar dan merasa khawatir sendiri .


Tadi Malam Waktu Minum Banyak


"Aku merasa sangat kesepian sekarang , semua sahabat ku sudah menikah satu sama lain dan aku sendiri sekarang sendirian , walaupun aku bisa mengajak mereka kesana kemari tapi tidak seperti dulu , kamu mengerti perasaan ku Ye-jin??"tanya Ji-bin Yangs udah mabuk itu .


Ye-jin tetap saja terdiam dan hanya melihat Ji-bin saja , karena Ye-jin tidak terlalu mabuk saat itu , tiba tiba saja Ji-bin mendekat padanya lalu memeluk nya sambil berkata "Aku .... sayang pada mereka , dimana aku juga sayang sama anak mereka , bila nanti aku tidak menikah anak mereka tetap saja anakku "ucapnya .


Ye-jin menjawab " apa kamu tidak ingin menikah ??"tanya Ye-jin.


"Aku akan menikah denganmu saja , apa kamu mau ??"tanya Ji-bin.


"apa ?? oh astaga leluconmu itu sungguh .... ya aku juga hampir mabuk sekarang, mati kita hentikan semuanya, kamu juga pergilah bukankah besok masih ada syuting ??"tanya Ye-jin.


"eugghh .... enggak mau .... "ucap Ji-bin yang semakin memeluk erat tubuh Ye-jin .


Ye-jin pun menggenggam tangan Ji-bin kemudian melepaskan pelukan dari Ji-bin, lalu menatapnya , wajah mereka sama sama dekat dan hanya berjarak 5 cm saja , mata Ji-bin yang sudah sayu itu memandang wajah Ye-jin yang sudah memerah dan perlahan Ji-bin lebih dekat dan dekat lagi hingga Ji-bin mencium bibir indah Ye-jin, Ye-jin yang tadinya kaget berhasil Ji-bin buat lemah dan akhirnya mereka sampai melakukannya.


Ye-jin tidak bisa menyalahkan Ji-bin akan hal itu karena dia juga yang mau sendiri , bisa saja Ye-jin menghindar karena dirinya masih setengah sadar tapi apa daya dia juga yang ingin , akhirnya fia terpuruk sendiri karena Ji-bin punya kebiasaan mabuk yang tidak bisa dikontrol dan jika sudah mabuk tidak akan ingat kejadian yang dia lakukan kecuali orang orang memberitahu nya tentang apa yang dia lakukan selama mabuk itu .


Malam Hari Di rumah Chun-seok


"Apa ??"ucap mereka secara bersamaan.


Rey pun datang lalu memukul kepala Ji-bin sambil berkata "ya!! kalau kamu melakukan hal yang buruk padanya , apa yang akan kamu lakukan , dasar bodoh !!"bentak Rey .


Chun-seok juga berdiri lalu berkata "Ya kamu pikir kamu harus minum dengannya kenapa tidak mengajakku saja , aku bisa kapanpun aku pernah bilang kan padamu , dasar sialan !! ya!! aku membencimu "teriak Chun-seok juga .


"Aku mana tau "jawab Ji-bin.


"Makanya kami larang kamu minum dengan orang lain karena kebiasaan mu , sialan !!"ucap Rey .


"Bicara besok pada Ye-jin, awas saja jika kamu tidak bicara langsung padanya , aku sendiri yang turun tangan "ucap Chun-seok.


"Baiklah !!"jawab Ji-bin dengan wajah murung dan merasa bersalah pada teman temannya dan juga Ye-jin.