5 Bubble Pals

5 Bubble Pals
Episode 48 .Rumor



Ji-bin terheran dengan rumor yang beredar itu , padahal dirinya hanya sibuk dengan sahabat dan juga pekerjaan tidak sempat untuk berkencan , bagaimana bisa rumor aneh itu menghampiri nya .


"i-ini A-apa ??"tanya Ji-bin.


Senja dan yang lainnya menghampiri nya lalu menepuk pundak Ji-bin, Senja berkata "Harusnya mereka melihat apa yang sebenarnya terjadi bukan sebaliknya."


Ji-bin pun mendapat telepon dari staf kantor SM entertainment begitu juga managernya . Ji-bin sibuk mengurus semuanya dan akhirnya pergi ke kantor mengurus semuanya sedangkan Senja dan yang lainnya berada di rumah Chun-seok yang ikut khawatir juga .


...Beberapa hari kemudian...


Ji-bin masih bertaut dengan rumor yang beredar , meskipun agensi sudah menyatakan bahwa Ji-bin tidak memiliki hubungan dengan perempuan yang di rumor kan dengannya tetapi cibiran dari netizen masih bergunjing , mereka banyak yang mengatakan bahwa Ji-bin aktor yang buruk lagi , Ji-bin aktor yang sok keren , dan aktor yang paling jelek , dan semuanya Ji-bin dapatkan hanya komentar komentar buruk , Ji-bin hanya melihat ponselnya yang memiliki notif jelek dari para penggemar nya , Ji-bin bahkan tidak bisa makan karena hal itu .


Di rumah Chun-seok


"Bagaimana kabar Ji-bin, apa kalian sudah bisa menghubungi nya ??"tanya Chun-seok.


"Belum ...."jawab semuanya.


Terlihat bahwa mereka sangatlah khawatir dengan keadaan yang menimpa Ji-bin , mereka juga tidak lepas menelpon dan memberi pesan setiap harinya pada Ji-bin untuk bertanya tentang keadaan nya .


Sejak saat itu Ji-bin tidak pernah keluar dari apartemen nya begitu juga terlihat di luar ruangan tidak pernah terlihat , Ji-bin terlalu stres dengan perlakuan netizen terhadap nya hingga mengurung dirinya di apartemen nya .


Di rumah Chun-seok


"kita ... pergi lihat dia sekarang aja gak sih ??"tanya Chun-seok.


"Aku aja , kalian ingat kan Ji-bin bilang apa tadi ? dia bilang tidak ingin menemuinya tadi "ucap senja .


"Kamu akan pulang besok Rey ??"tanya Chun-seok.


"Enggak , sebenarnya... aku mendapat tawaran sebagai CEO di salah satu agensi disini , aku masih mempertimbangkan nya "ucap Rey .


"Bukankah kamu terlalu banyak mendapatkan tawaran kerja padahal sudah punya perusahaan sendiri ??"ucap Ji-ah.


Rey dengan senyum jahatnya berkata"Iya sih , mungkin aku terlalu pintar makanya banyak tawaran kerja "ucapnya dengan santai .


"aku pergi ya ...."ucap Senja .


"oke hati hati , kalau ada masalah kasih tau kami"ucap Chun-seok.


"oke "


Senja pergi mengemudi sendiri ke apartemen Ji-bin kemudian langsung masuk bukannya melihat Ji-bin Senja hanya mencari cari tetapi tidak menemukan Ji-bin sama sekali , Senja langsung terburu buru keluar dan berlari menuju parkir mobil dan menelpon Rey dan yang lainnya .


"Kalian cari apa Ji-bin kesana ? Ji-bin tidak ada di apartemen nya , berpencar lah !!"teriak Sneja di dalam telepon yang membuat semua nya bergegas keluar dari rumah dna mencari keberadaan Ji-bin.


Senja dan yang lainnya mencari ke tempat yang mungkin dia kunjungi tapi tak ada sama sekali , kemudian Senja kembali lagi ke apartemen Ji-bin dan memeriksanya tetapi pintunya terkunci , saat Senja ingin masuk , sandi apartemennya sudah diganti Senja mengetuk pintu tapi tak dihiraukan oleh Ji-bin. Senja sudah menelepon yang lainnya dan segera datang yang akhirnya mereka semua berada di depan pintu apartemen Ji-bin.


Mereka semua sangatlah khawatir dengannya sampai rasanya ingin hampir menyerah, Rey yang tadinya menyerah dan duduk akhirnya berdiri karena sudah tidak tahan dengan perilaku Ji-bin, kemudian langsung saja teringat bahwa Ji-bin jika ingin mengganti password apa saja pasti selalu beralih ke suatu tanggal , yaitu tanggal wamil nya karena hari itu menurut nya paling spesial .


Rey pun mencoba untuk membuka pintunya dan ternyata berhasil , Mereka segera masuk kedalam dan betapa terkejutnya mereka melihat Ji-bin yang sudah tergeletak dengan darah yang mengalir banyak di apartemen nya itu .Senja mendekat dan melihat pesan yang tertulis di dalam sebuah iPad Ji-bin.


..."Satu kata saja bisa membunuh seseorang"~ Ji-bin....