
Selalu termenung memikirkan para sahabatnya itu,, kemudian Woojin melihatnya dan bertanya padanya .
"Kenapa Senja ?? apa ada masalah??"
"hanya saja ... gak ada cuma kecapean doang ?? maaf pak saya harus bekerja ,, permisi pak "ucap Senja lalu pergi dari tempat itu menuju kursi nya .
*Senja ada masalah ya ,, sepertinya dia lagi banyak masalah ,,*batin woojin .
Setelah pulang kerja
*Aku masih memikirkan mereka ,, aku akan mampir sebentar ke coffee shop Ji-ah,,udah lama aku tidak kesana *batin senja .
Senja menuju ke coffee shop Ji-ah DNA sesampainya disana ,, Coffee shop nya masih ramai pengunjung, sama seperti ji-ah menjaganya sewaktu dulu .
"Senja Noona...."teriak Yoo Joon.
"eoh... Yoo Joon."
"masuklah ... sejak kapan berdiri disana..."
"baru saja ..."
"Aku merindukanmu Noona ..."
"aku juga ..."
"mamah lihat siapa yang datang ....??"
"Oh astaga ... Senja putri mamah ..."-memeluk senja .
"mamah .... mamah gak pernah jenguk ji-ah,, kenapa mah ??"-tanya Senja .
"mamah hanya tidak ingin menangis melihatnya seperti itu ,, biarkan dokter yang merawatnya sampai sembuh dan mamah akan perlihatkan padanya bahwa usaha nya berjalan dengan sangat baik ,, ini akan sukses nantinya ..."-ucap mamah ji-ah.
"Senja Noona mau apa ?? akan aku buatkan "ucap Yoo Joon.
"americano satu "-ucap senja .
"oke ,, segera..."
"Ikut mamah yuk ...."
"oke...."
Skip di rumah sakit
Rey yang termenung dan Chun-seok yang selalu melihat nya dan orangtua Rey yang sudah datang hanya bisa pasrah melihat putra mereka seperti itu .
"Kita bawa Rey pulang ke Indonesia "-jawab mamah Rey .
"Bisakah Rey seminggu lagi di Korea Tante ??"-ucap Chun-seok.
"kenapa ??"
"Aku masih ingin dekat dengannya ,, menjaganya hanya seminggu saja gak lebih Tante ,,please ...."
"Baiklah ... dia akan pulang ke rumahmu ,, kami akan mengantar kalian "-papah Rey .
"Baik om ..."
Rey dan Chun-seok telah sampai di rumah dan segera Chun-seok memasak untuk Rey dan untuk dirinya .
"Mau makan apa Rey ??"tanya Chun-seok.
Rey hanya terdiam tanpa kata dan hanya melamun duduk di sofa ruangan disana. sedangkan Chun-seok kembali memasak ramen saja karena itu adalah kesukaan Rey .
"udah selesai makanan nya ,, aku masak ramen kesukaan mu ,, sini aku suapin "ucap Chun-seok.
Rey kembali memalingkan wajahnya dan menangis menunduk ke bawah lalu berkata" Kenapa aku harus buta Chun-seok?? "
Chun-seok menahan air matanya agar tidak menangis di depan Rey .
"Rey ... kamu harus kuat kita semua butuh semangat yang kuat ,, apalagi semangat dari kamu perlu banget ,, aku yakin kamu akan dapatkan donor mata yang cocok nantinya ,, itu gak akan lama "ucap Chun-seok menenangkan Rey .
Beberapa hari kemudian
Rey sudah merasa lebih baik dan bisa menerima kenyataan bahwa dirinya sekarang buta .
"Rey ayok makan ..."ucap Chun-seok sambil membawa ramen .
"Gak usah suapin ,, aku mau belajar bisa seperti biasa "ucap Rey .
"Baiklah cobalah akan ku tunggu ,, tapi hati hati masih panas "ucap Chun-seok.
"Iya aku paham kok "
Rey perlahan memeriksa dengan tangannya kemudian mengambil sendok dan mencoba mencium dengan hidungnya dan tidak sengaja memegang panci panas ramen nya .
"aww sakit ..."
"pelan pelan saja ,, sini aku bantu kamu raih ramen nya "ucap Chun-seok.
Chun-seok membantu Rey mengambil ramen dan akhirnya bisa , mereka pun makan bersama dan akhirnya bisa melihat semangat Rey kembali .