5 Bubble Pals

5 Bubble Pals
Bab 32 . Jalan panjang



Senja pulang bersama kakaknya Jihoon.


Beberapa bulan setelah itu Senja sekarang lebih sibuk di kerjaan dan tidak lupa menabung karena impiannya .dan sekarang mamah Hyo jin sudah mengandung yang artinya senja dan Jihoon akan punya adek kecil .


"berangkat sekarang??"tanya mamah Hyo jin.


"Yes mam , aku berangkat sekarang ya ...bye bye mamah , bye papah ..."ucap senja dan melangkah pergi ke kantor .


Sesampainya di kantor


"Pagi Senja ...."ucap woojin.


"pagi pak , selamat bekerja pak "jawab senja .


"Nanti siang , keluar dengan saya ya aku tunggu nanti ya ...tidak ada penolakan ya ..."ucap woojin.


Senja kaget "hah?? gimana ,gimana ??"


"Bye aku tunggu nanti ya ..."


Woojin langsung pergi setelah mengatakan hal itu .


**apaan tuh anak , kenapa harus saya coba gak ada yang lain apa ?? kenapa harus saya coba *batin senja* .


jam makan siang akhirnya tiba tetapi Senja mendapat telepon saat itu juga .


Woojin mendekati meja Senja lalu berkata"Kita pergi sekarang??"


"Maaf pak saya harus pergi ada masalah yang harus saya selesaikan, maaf ya pak "ucap Senja.


" apa ?? tapi .... Masalah apa ??"tanya Woojin.


Senja tidak memberitahukan yang terjadi dan memilih pergi ke tempat yang terjadi . sesampainya disana langsung turun dan memasuki ruangan itu .


"apa yang terjadi ..."ucap senja .


"Maaf Senja , itu .... Rey ...dia ... maksud nya Rey kecelakaan dan sekarang belum ada kabar dari dokter ..."ucap Chun-seok.


"Kecelakaan?? dan kamu hanya sendiri??'tanya senja .


"ya gimana , aku mau kasih tau Ji-bin tapi dia masih ada job kerja yang sangat padat ,gimana mau kasih tau ??"jawab Chun-seok.


"I'm sorry , kalau gitu kita tunggu saja disini "ucap senja .


"Baiklah ..."


Beberapa saat menunggu akhirnya dokter keluar dan segera memberitahukan kondisi Rey .


"Maaf ...tapi sepertinya dia ..."


"kenapa dokter , ada apa ??"


"Pasien mengalami kebutaan..."


"B-buta ...??"


Senja langsung tertunduk lemah dan menangis di tempat .


"huaaaaaa....... k-kenapa , aaaaaaaa..... apalagi ini ....."


Chun-seok mendekati Senja lalu mengusap kepala nya dan berkata" Senja .... kita manusia pasti banyak cobaannya percayalah semua akan baik baik saja nanti , mari kita temui Rey ."


Senja berjalan bersama Chun-seok ke kamar rawat Rey , membuka pintu dan melihat Rey yang baru saja tersadar disana .


"Kenapa gelap ya ... dimana saya ??"


"Maaf ... sebenarnya kamu itu...??"


"Maaf perawat ,, sebaiknya kami saja yang mengatakannya anda bisa keluar .."ucap Chun-seok .


"baiklah ...."jawab perawat .


Senja tidak bisa menahan air matanya dan menangis di sebelah Chun-seok.


"aku mendengar kalian ?? nyalakan lampunya segera ini gelap tau "ucap Rey tanpa tau apapun.


Chun-seok mendekati Rey dan duduk di sebelah ranjang Rey .


"Rey.... "ucapnya .


"apa sih Chun-seok... segera nyalakan lampunya ini gelap tau "jawab Rey .


"Lampunya .... lampu itu ...menyala Rey ... nyala , kami tidak mematikannya... kamu itu sebenarnya...."


"Kalian tidak mematikannya.... maksud kalian saya b-buta maksud kamu aku buta .... gak ,gak ,gak mungkin , aku gak mungkin buta ... Huaaaa.... kamu bohong .... senja ...katakan itu semua bohong kan ?? senja ...katakan itu bohong ... tolong nyalakan lampunya.... huaaaaaa..... aaaaaaa..... huaaaaaa.... "


Senja dan Chun-seok hanya bisa menenangkan Rey , menepuk pundaknya dan memeluk nya . Rey menangis syok berat sampai pingsan .


Orangtua dari Rey langsung terbang ke Korea melihat kondisi putra mereka segera setelah mendapat telepon dari Chun-seok.


keesokan harinya


Di kantor Senja , Senja termenung selalu dan bahkan tidak fokus kerja karena memikirkan para sahabatnya.