
Pagi Hari
Senja terbangun dan merasa pegal di sekujur tubuhnya karena malam itu , Senja langsung bangun dan berjalan menuju ke dapur untuk sarapan pagi , setelah itu Senja pergi ke kantor , seharian penuh bekerja membuatnya makin capek , dan hari ini Senja pulang dengan keadaan berantakan, sampai di rumah Senja melihat pintu rumahnya terbuka , dan saat itu juga Senja bergegas masuk kedalam rumah dan melihat kakaknya Jihoon yang disana .
"Kakak ??"panggil Senja .
Jihoon pun menoleh dan terlihat sedang menata makanan di meja makan , senja pun menghampiri kakaknya kemudian berkata "Kenapa pintunya gak di kunci sih , buat orang khawatir aja tau "ucap Senja kesal .
"maaf , maaf ... nih makan dulu "ucap Jihoon sambil memberikan makanan pada Senja .
Senja pun langsung melahap makanan itu dengan baik kemudian berkata "Kakak ngapain akhir akhir ini sering membuatkan makanan untukku, apa kakak gak capek ??"tanya Senja .
Jihoon pun tersenyum kemudian menjawab "Kakak gak capek , hanya saja ... sejak kamu menjaga perusahaan Ayah , kamu jadi capek aku hanya bisa melakukan ini , gak banyak yang bisa kakak lakukan untukmu"jawab Jihoon.
"Kakak apaan sih , Senja juga senang bisa bantu kakak "ucap Senja .
"Kakak bahagia lihat Senja bahagia , Senja apa kamu tidak ingin menikah ??"tanya Jihoon.
Seketika Senja langsung berhenti makan kemudian menatap kakaknya , Senja pun menjawab " Bukannya tidak ingin Kak , hanya saja masih butuh waktu .... lagian jalan masih panjang kak "jawab Senja .
"Kamu masih menunggu Rey ya ?? kayaknya Rey juga gak pernah hubungi sahabat mu yang lain ?? gak usah tunggu dia , kamu bisa pilih Woojin atau juga Hyun Jae, pikirkan lah dulu "ucap Jihoon.
"iya kak ."
Keesokan harinya
Senja sudah di kantor dan terus menerus melihat Hyun Jae kemudian berbicara dalam hatinya bahwa" Apa iya ya aku pilih antara Woojin ataupun Hyun Jae saja , tapi aku sudah berjanji menunggu Rey ?? aku gak bisa berbohong pada hatiku sendiri aku sukanya sama Rey bukan sama mereka , lama lama aku makin gila ...."ucapnya sambil mengacak acak rambutnya Sendiri semakin di pikirkan semakin gelisah sendiri .
...Hari Sudah menunjukkan pukul 15.00 sebuah pesan dari Jisoo datang , segera Senja pergi menemuinya , kali ini Jisoo ingin bertemu dengan Senja di pantai , Jisoo ingin membawa Senja ke tengah laut untuk bersenang senang ....
Sampai di pelabuhan Senja langsung bertanya dimana Jisoo , Jisoo menyuruh nya masuk kedalam kapal dan Senja pun menurutinya. didalam kapal Senja bahagia sekali melihat banyaknya orang dan angin yang berhembus kencang, Senja berada di luar kapal karena ingin melihat pemandangan luar biasa itu .
Tidak terasa hari semakin gelap dan sebentar lagi akan tenggelam matahari , seorang anak kecil laki laki berusia sekitar 7 tahun datang menghampiri Senja kemudian memberikan setangkai bunga mawar kemudian seseorang datang lagi yaitu anak kecil perempuan berusia sekitar 5 tahun membawa setangkai bunga mawar dan memberikan nya pada Senja , dan disusul lagi beberapa anak SMA yang ada di kapal membawa beberapa tangkai bunga mawar terakhir seorang lelaki berjas hitam berjalan ke arah Senja , Senja terus melihat sampai seseorang itu mendekat dan akhirnya terlihat wajah tampan dari seorang laki laki bernama Rey .
Rey memberikan beberapa bunga mawar yang di balut indah itu , Senja pun tersenyum dan langsung memeluk erat Rey , betapa rindunya Senja pada Rey karena Rey tidak pernah memberikan kabar padanya .
Semua orang memandang mereka , kemudian Senja terlihat menangis melepaskan kerinduan nya dengan segera Rey menghapus air mata itu sambil berkata "Maaf ya.... itu terlalu lama , seharusnya aku datang lebih awal "jawabnya sambil memeluk Senja kembali .
Rey pun menggenggam tangan Senja kemudian mengajaknya pergi ke sisi lain kapal , matahari akan terbenam dan terlihat lah sunset yang begitu indah , di sebelah Kapal mereka ada satu kapal lagi yang dihias dengan indah dengan lampu yang berkedip indah .
Rey memegang bahu Senja dan mendekatkan bibirnya pada telinga Senja kemudian berkata " hitung mundur 1...2...3...."ucapnya .
Saat itu juga kapal itu terlihat mengeluarkan beberapa kata yaitu Will you marry me..... Senja pun terlihat kaget dan senang melihat itu bahkan Senja menutup mulutnya karena tidak bisa berkata kata lagi bahkan orang orang yang ada di kapal terlihat mengambil vidio dan foto Senja dan Rey disana .
Semua orang bersorak untuk Senja menerima lamaran Rey , Senja pun menoleh kesana kemari dan melihat banyaknya orang yang akhirnya membuat senja tersenyum kemudian menjawab "hm... aku mau ...."jawab Senja .
Segera Rey memasang cincin pada jari manis Senja kemudian berdiri lalu memeluknya, saat itu juga semua orang yang ada di kapal bersorak untuk mereka berdua .
Senja kembali melihat betapa indahnya momen itu karena Senja di lamar saat hari ulang tahunnya dan saat hari dimana dia lahir , Ayah Senja pernah berkata bahwa alasan Senja diberi nama itu karena Senja lahir pada saat matahari terbenam dengan sunset yang begitu indah , dan hari ini dia di lamar pada saat matahari terbenam juga betapa bahagianya Senja hari itu .
Beberapa saat kemudian akhirnya mereka sampai di pelabuhan dan turun dari kapal , Senja dan Rey berjalan menuju mobil Senja .
Saat sampai di depan mobil Senja mereka pun masuk kedalam dan pergi menemui yang lainnya , Senja berkata " Kamu sewa kapal itu ?? terus orang orang yang kasih bunga ini ...."
"hm itu aku yang menyuruh mereka , aku juga butuh waktu yang lama memikirkan momen spesial ini , aku terus menerus memikirkan teorinya , dan hasilnya lumayan bukan ??"tanya Rey .
Senja menjawab "Enggak tuh biasa aja "jawab Senja .
"Hadeh Senja .... aku lihat betapa bahagianya kamu waktu aku lamar tadi , kita harus bertemu yang lainnya dan kasih tau mereka "ucap Rey.
"oke baiklah "jawab Senja.
Di Sisi lain
Ji-bin sedang berada di toserba malam ini dan terlihat memakai hodie hitam, celana hitam sepatu putih , masker putih dan topi hitam , saat mengambil beberapa minuman seorang perempuan mendekati nya kemudian menepuk pundak nya sambil berkata "Ji-bin Oppa ??" ucapnya .
Seketika Ji-bin langsung menoleh dan melihat perempuan yang di menepuk pundak nya adalah Ye-jun"Ye-jin??"ucap Ji-bin.
Ye-jin tersenyum kemudian berkata"Benar ... itu Oppa , sedang apa disini gak takut orang orang mengenalimu nantinya ??"tanya Ye-jun sambil mengambil minuman yang ada di sebelah Ji-bin.
"mereka gak akan tau "jawab Ji-bin kemudian mengambil kembali minuman tadi , Ye-jin pun menoleh ke arah Ji-bin dan langsung memegang tangan Ji-bin.
Ji-bin langsung kaget kemudian berkata"Ada apa??"tanya Ji-bin karena jantungnya sudah berdetak kencang.
Ye-jin tersenyum kemudian menjawab " Bagaimana kalau Oppa pergi saja ke mobil , aku akan bawa nanti kesana "ucap Ye-jin.
"apa boleh ??"tanya Ji-bin.
Ye-jin mengangguk dan tidak lupa melepas tangannya kemudian berkata "hmm boleh kok ??"jawab Ye-jun.
"Baiklah kalau begitu , makasih ya sebelumnya??"ucap Ji-bin kemudian bergegas pergi kembali ke mobilnya dan Ji-bin malah senyum senyum sendiri saat berjalan ke arah mobilnya .
Saat Ye-jin kembali ke mobil Ji-bin, langsung saja Ye-jin memberikan minuman itu kemudian berkata "Hati hati Oppa kalau mengemudi , dan pastikan menelpon ku ??"ucap Ye-jin kemudian pergi berlari ke mobilnya sambil gila sendiri , begitu juga dengan Ji-bin yang langsung tersenyum saat Ye-jin bilang harus menelponnya nanti .