
"Cinta di dalam sebuah persahabatan itu sangatlah tidak terduga, banyak hal yang harus di persiapkan , seperti merelakan diri teasing dari persahabatan hanya karena cinta "~. Senja .
Senja selesai dengan pekerjaan nya dan langsung menemui Rey di ruangannya , sedangkan Chun-seok dan ji-ah sedang berdua di taman Greenery dengan perasaan canggung .
"ehmm.... jadi gimana ji-ah? Apa kamu membuat keputusan sekarang??"tanya Chun-seok.
ya-ah terlihat gugup dan merasa tertekan , kemudian menoleh ke arah Chun-seok dan berkata"Maaf Chun-seok... sebaiknya kita ...."
"ah aku tau maksudmu , oke baiklah , lupakan aku pernah bilang suka padamu , ku harap tidak akan merusak pertemanan kita ya ji-ah "jawab Chun-seok memotong pembicaraan Ji-ah.
Ji-ah terdiam sejenak lalu berdiri kemudian berkata "Aku harap kamu mendapatkan wanita lebih dari ku , jangan bahas hal ini dengan mereka bertiga , aku pergi ...."ucapnya kemudian pergi dari hadapan Chun-seok.
Chun-seok terlihat hampir menangis cintanya di tolak mentah mentah oleh ji-ah "aaaa... aku gagal !!"
"hahahaha....."
Ji-bin ternyata berada di taman melihat mereka , Ji-bin tertawa keras saat melihat raut wajah Chun-seok yang di tolak cintanya oleh Ji-ah.
Chun-seok kaget mendengar tawa dari Ji-bin yang secara tiba tiba datang entah dari mana dan kini berada di hadapannya "Lo sejak kapan disini !!"teriaknya .
"Kasihan kena tolak gak tuh !! oh iya gimana kalau gue jodohin Lo sama aktor cewek aja atau idol yang dekat dengan gue aja !!"ucap Ji-bin dengan tegas.
"awas Lo , minggir sana !! gak usah ganggu gue !!" terlihat Chun-seok bete dengan segala suasana dan Ji-bin yang selalu menggoda nya .
Ji-bin mengikuti Chun-seok dari belakang dan tentunya dengan topi dan masker yang menutupi setengah wajahnya "Hei jangan marah , gue akan selalu menjadi tameng mu , ingat ...kita harus berkumpul nanti di rumah mu , oke !!"
"shut up!! "
"aaa... ayolah , aku akan kasih traktiran makan yang besar nanti malam , aku janji aku yang belanja , ayolah jangan ngambek gitu deh , gimana kalau ikut aku ke lokasi syuting, aku ada syuting hari ini ,hitung hitung buang suntuk kali ,oke !!"bujuk Ji-bin.
"oke , aku ikut , tapi gimana sama manager kamu ??"tanya Chun-seok.
"aman , nanti gue suruh langsung ke lokasi syuting aja , aku akan ikut dengan mu , ayo..."
Chun-seok mulai tertawa lagi dengan tingkah Ji-bin. sikap Ji-bin sangat lah berbeda dengan kehidupan nya di lokasi syuting, jika bersama sahabat nya Ji-bin seperti anak kecil dan ketika di lokasi syuting Ji-bin jadi sangat dewasa .
"halo Hyung !!"panggil Ji-bin pada managernya .
"kemana saja kamu , Hyung ke rumah mu tapi kosong , terus tiba tiba nyuruh Hyung ke lokasi syuting langsung , kamu sama siapa !!"bentak Managernya .
kemudian Chun-seok datang lalu membungkuk kemudian berkata "maaf ... tadi dia bersamaku sebentar , makanya dia telat , maaf banget Hyung "ucap Chun-seok dengan tegas .
"bersiaplah sekarang, syuting akan dimulai bentar lagi !!"
"baik Hyung ."
Ji-bin kemudian bersiap syuting dan segera melakukan syuting sedangkan Chun-seok menunggunya disana sampai akhirnya Chun-seok tertidur .
Di sisi lain
senja bertemu dengan ji-ah dan mengetahui kalau ji-ah menolaknya , Senja kaget plus tertawa
"hahahhahah...."
"ngapain nolak Chun-seok, yaaa... dia lelaki yang sempurna untukmu , kenapa harus di tolak "ucap Senja .
"Bukan apa apa , kenapa tuh anak tiba tiba nongol disini !!"ucap Ji-ah sambil menunjuk ke arah Rey .
"tau tuh tadi aja gue kaget , katanya Minggu depan tapi katanya gak sabar lihat perkembangan hubungan kalian berdua "ucap Senja .
"ah gak asik , kamu malah nolak Chun-seok, lebih baik pulang kali ya "ucap Rey .
"pulang Lo sana ! gak usah datang kesini bajingan !!"teriak ji-ah.
Akhirnya Rey dan ji-ah berkelahi satu sama lain dan Senja hanya bisa melihat dan tidak bisa melerainya .
*Dasar bocil *batin Senja .