
Keesokan harinya
Di depan rumah senja
"Ji-bin ambilkan yang itu kayaknya udah Mateng tuh , apa sih namanya senja ... buah ini apa namanya .." tanya Ji-ah.
"Mangga ... namanya mangga "jawab Senja .
"Enak tuh buat rujak aja "ucap Rey .
"Ji-bin yang itu ... sebelah kanan "teriak Ji-ah.
"mau buat aku jatuh ya !! kalau aku geser kearah sana aku jatuh gimana tanggung jawab bisa kamu ji-ah!!" jawab Ji-bin dengan nada keras.
Tiba tiba suara retakan dahan terdengar dan....
"awwww .... sakit ..."jeritan Ji-bin.
Ji-bin terjatuh dari batang pohon mangga itu ...
"hahahahahah....."
"Ketawa Lo pada , astaga pinggangku...."ucap Ji-bin.
"hahahaha ... makanya jangan naik ??"ucap ji-ah.
"Sini Lo ji-ah.... ini gara gara kamu ??" teriak Ji-bin sambil mengejar ji-ah.
"hahahaha.... jangan lari ah nanti kamu jatuh ..."ucap Chun-seok sambil memegang tangan ji-ah.
Ji-ah pun memegang kembali tangan Chun-seok dan bersembunyi di belakang badan Chun-seok.
"sini mangga nya ..."ucap Rey.
"ini ..."jawab senja sambil memberikan mangganya .
"jangan kupas begitu Ji-bin, nanti gak enak , sini biar aku saja ??"ucap Rey.
"Ini ... nah ... emang apa yang aku kerjakan gak ada yang bener "ucap Ji-bin dengan nada kesal .
"ya udah makanya diem "ucap Chun-seok.
"Senja...."ucap Ji-bin mengadu pada Senja .
"Sini ...sini ... cup..cup..cup... sini gak ada disana yang sayang sama Ji-bin, cuma senja doang ..??"ucap Senja .
"Senja ..."panggil ayah senja .
"ada apa ayah ...??"jawab senja .
"Besok temani ayah ke sawah ya , gak usah bawa temanmu nanti mereka kotor , kan di sawah kotor ?? " ucap ayah senja .
"oke ayah , nanti aku bilang deh sama mereka "ucap senja .
Ayah senja pun pergi dan senja kembali ke temannya .
"Ada apa??"tanya Ji-bin.
"ah itu ... ayah bilang besok temani dia ke sawah ??"ucap senja .
"ya udah kita ikut ??"ucap mereka semua.
"kata ayah kalian gak usah ikut , kalian tinggal disini aja yang ikut itu aku dan keluarga kalian besok disini aja deh ya ..."ucap senja .
"gak bisa kami harus ikut ??"ucap Chun-seok.
"iya , lagian kami disini kan mau main bukan malah tidur ??"ucap Ji-bin.
"ya udah deh kalian boleh ikut tapi jangan terkejut ya , nanti kotor loh disana ??"ucap senja .
"oke ... that right??"
Keesokan harinya
mereka bangun , sarapan dan berangkat ke sawah dan tentunya jalan kaki dan pak sopir tidak ikut hanya di rumah beristirahat disana .
"woah bagus banget fotoin dong Ji-bin.."ucap ji-ah meminta dengan imut .
"oke..."
Senja dan ayah senja berjalan bersama di belakang.
"Senja sudah lama tidak kesini kan ?? persawahan juga semakin bagus lihat padi kita main berisi setelah kamu datang "ucap ayah senja .
"hehehehe padi kita aja tau kalau ayah rindu senja , tapi ayah kenapa namaku senja , kakak mentari dan nama adek Bintang??"tanya senja .
"kamu terlahir saat senja tiba begitu juga kakakmu , kalau adek mu itu gara gara .... ayah bingung mau kasih nama apa jadi pas lahirnya dia ada Bintang di langit malam yang indah jadi ayah memberi nama itu , , ayah paling suka nama kamu yaitu Senja ... setiap ayah merindukanmu ayah hanya akan melihat senja di sore hari dan mengingat putri ayah yang ternyata sudah sebesar ini "ucap ayah senja .
"hmm ayah ...."ucap senja sambil berjalan dan memeluk ayahnya .
"putri kesayangan ayah sudah besar sekarang ... ayah rindu waktu senja masih kecil dan ayah masih ingat dulu waktu kecil suka sama ikan yang ayah tangkap bukan ??makanya ayah bawa pancing ikan untuk tangkap ikan ??"ucap ayah senja .
"ayah mau tangkap ikan untuk senja ?? oke ... aku juga rindu pancing ikan dengan ayah ??"ucap Senja .
Rey , Chun-seok dan mamah senja berjalan bersama di senja dan ayahnya .
"Tante ... kalau orang sini sering mancing ikan gak ??"tanya Rey.
"sering lah , itu ayah senja bawa pancing ikan yang itu ... dia mau mancing sama putri kesayangannya, dia sering mancing ikan sama senja dulu ??"ucap mamah senja .
"Senja suka mancing dulu ??"tanya Rey karena gak percaya .
"iya... setiap ayahnya pergi mancing dia pasti harus ikut "ucap mamah senja .
"itu apa ??"tanya Chun-seok menunjuk ke arah sayuran bernama kangkung air yang lumayan besar.
"tanya apa dia ??"ucap mamah senja karena gak ngerti bahasanya .
"oh dia tanya itu ?? sayuran kangkung kan yang disebelah itu Tante ??"ucap Rey .
"iya benar sayur kangkung air , enak itu nanti di tumis pakai bumbu "ucap mamah senja .
"Itu namanya sayuran kangkung kalau orang sini buat di masak dan dimakan tapi dimasak dulu atau di tumis pun enak pakai bumbu lebih enak "ucap Rey pada Chun-seok.
"ah begitu ..."jawab Chun-seok.
Beberapa saat kemudian mereka sampai di sawah milik keluarga Senja dan berteduh di bawah tempat kecil disana yang disebelah nya ada pohon kelapa yang kecil tapi banyak buahnya bukan bukan hanya satu tapi ada sekitar 3 .
"woah ... ini untuk masak disini ya ??"tanya ji-ah.
"iya nanti kita bisa masak mie atau ikan nya bisa dibakar nanti kalau ada yang didapat ikannya "ucap senja .
"enak dong ??"jawab ji-ah.
"ini kan yang di jaga , tapi di jaga dari apa ??"tanya ji-ah.
"itu namanya padi , di jaga dari ini burung burung kalau enggak nanti bisa diambil padinya gak jadi dapat beras kalau isinya hilang "ucap senja .
"ah ini sebelum jadi beras ya ...wah indahnya aku suka disini "ucap ji-ah.
"jangan terlalu dekat ya nanti kamu bisa gatel gatel dekat itu padi "ucap senja .
"oke ??"
Ayah senja mengajak Rey , Ji-bin, Chun-seok , senja dan ji-ah untuk memancing bersama sama sedangkan mamah senja menunggu di sawah.
"kita kemana om ??"tanya Rey .
"mancing ikan tapi kalian bawa baju sama celana pendek kan , senja bilang kan tadi ??"ucap ayah senja .
"bawa om ??"
"ganti dulu sana baru ikut "ucap ayah senja .
mereka pun mengganti pakaian dan pergi bersama ayah senja mancing ikan .
"sebenarnya senja untuk apa kita ganti baju kan cuma mancing ikan doang??"ucap Ji-bin.
"enggak dong lihat tuh ...."ucap senja Yang sedari tadi berjalan bersamaan dengan Ji-bin dan yang lainnya sudah sampai hingga bengong melihat air yang akan dilewati sedalam otot kaki dan baru kali ini ingin melewati air itu dengan banyaknya lumut di dalamnya .
"woah...apa ini ??"ucap Ji-bin kebingungan.