
******Keesokan Harinya******
Semua orang telah pergi bekerja , Senja dan Rey juga sudah kembali ke rumah bersama si kembar , Hana juga hari ini ikut dengan Senja , Ji-bin pun pergi pagi sekali untuk syutingnya .
***di rumah Senja***
Rey membawa si kembar dan Hana masuk kedalam rumah untuk bermain bersama sus , sedangkan Senja terhenti langkahnya saat berada di depan rumah , Rey pun melihat Senja lalu menghampiri nya sambil berkata " apa yang kamu lakukan ? kenapa tidak masuk ??"tanya Rey .
Senja hanya menggelengkan kepalanya kemudian tersenyum lalu masuk ke dalam rumah , saat berada di depan taman rumah mereka Senja dan Rey duduk sambil menatap si kembar dan Hana, Senja masih penasaran dengan apa yang mengusik pikirannya itu kemudian memberanikan diri untuk mengatakan pada Rey apa yang dia pikirkan .
"Sayang ... aku pengen bilang sesuatu padamu , tapi janji jangan katakan pada siapapun tentang ini "ucap Senja yang membuat Rey penasaran dengan hal itu .
"ada apa ?? apa yang terjadi??"tanya Rey .
"Sebenarnya... sejak semalam kita diikuti orang aneh "jawab Senja.
"Apa ?? orang aneh ?? tidak mungkin lah "ucap Rey .
"Waktu malam kemarin ... ada seseorang yang melihat dari jendela rumah di rumah Chun-seok dan pagi ini ada yang mengikuti kita dari belakang , aku jadi takut "ucap Senja .
"Gak ada ... jangan mengada , oh iya soal rumah dan aset perusahaan kamu aku sudah bagi diantara Ji-woo dan Ji-ho sesuai keinginan mu , mereka masih kecil kenapa harus dibagi warisannya"ucap Rey .
"Kata ayah umur kita tidak ada yang tau , kira kira kalau kita meninggal dunia, kita juga dikubur disini kan ? anak anak kita harus ada yang menjaga "ucap Senja .
"Ya iya harus , yang jaga itu aku sudah tulis di blog riwayat hidup ku , yang jaga harus Chun-seok dan ji-ah kalau mereka juga tiada , Ji-bin yang harus jaga , kan itu gunanya sahabat"jawab Rey .
"Kamu benar sekali , harus mereka yang jaga , mamah dan ayah sudah tua gak mungkin mereka yang jaga , Ha-joon masih berada di luar negeri, dia juga akan terbebani kalau harus menjaga keponakannya, kak jihoon juga punya anak harus jaga anaknya dengan baik "jawab Senja .
"Kamu benar sayang...."
Senja pun mulai beranjak dari tempat itu lalu menghampiri anak anak dan bermain bersama sama , bergembira bersama .
Di Agensi Ji-bin
Ji-bin sedang melihat lihat foto yang mereka ambil semalam waktu perayaan ulang tahun Hana , saat melihat lihat ada sesuatu yang janggal dengan foto mereka , dimana tertangkap sesosok bayangan hitam berada di dekat jendela , Ji-bin pun bertanya pada Managernya " Hyung ... lihatlah ini , menurut mu apa ini ??"tanya Ji-bin.
Manager nya pun segera melihat dengan teliti kemudian menjawab " ini apa ?? apa ini hantu ?? ah tidak mungkin ... menurutku ini manusia hanya saja dia berpakaian hitam , berambut panjang hitam , mungkin dia sedang lewat malam itu , biarkan saja lah "ucap managernya .
Ji-bin juga mulai berpikir keras lalu berkata dalam hatinya bahwa " apa ini hanya kebetulan saja orang lewat atau sedang mengintai keluarga Ji-ah dan Chun-seok, aku harus berbincang dengan mereka semua soal ini "batin Ji-bin.
Saat melakukan syuting drama , Ji-bin mulai terganggu oleh kejadian yang dia temui , dia masih penasaran apa itu orang yang tidak sengaja lewat atau orang yang ingin berbuat jahat pada Ji-ah dan Chun-seok ataupun berbuat jahat pada mereka semuanya.
Manager Ji-bin menepuk pundak Ji-bin karena tidak mendengar perkataan dari sutradara "Ya Ji-bin, apa yang kamu lakukan??"ucap managernya .
"apa ?? ah .... maaf ... maaf .... "jawab Ji-bin kemudian pergi segera melanjutkan syutingnya .
******Malam Hari******
Di rumah Senja ada Chun-seok dan ji-ah serta putra mereka dan ada Ji-bin yang baru pulang syuting juga dan langsung kesana , sesampainya disana langsung Ji-bin mengambil minuman dan bergabung bersama yang lainnya .
"Bahas apa ??"tanya Ji-bin yang baru tiba dan langsung duduk di sebelah Chun-seok dan Rey .
"Kami bahas untuk pergi berlibur walaupun dekat dekat sini saja "jawab Chun-seok.
"Apaan ?? apa kalian tidak anggap aku lagi , kenapa bahas sebelum aku datang "ucap Ji-bin.
"Bukan begitu Ji-bin... kami tau betul jika kamu akan setuju jika kami yang pilih langsung tempatnya , kamu juga gak mau ketinggalan kan ??"ucap Rey .
"Kalian benar , baiklah kalian putuskan saja mau kemana "jawab Ji-bin.
"Bagaimana dengan Chungcheong-do , bukankah disana juga bagus "ucap Ji-ah.
"Baiklah kita kesana saja , aku setuju "ucap Senja.
"Kami juga "jawab Rey dan Chun-seok ,begitu juga dengan Ji-bin yang mengangkat tangannya .
Senja dan yang lainnya menatap Ji-bin kemudian sama sama berkata" Besok !!"ucap mereka .
Ji-bin langsung menelepon managernya lalu berkata" Hyung batalkan jadwalku 2 hari ke depan , aku akan liburan "ucap Ji-bin.
"apa ?? tapi syutingnya...."
Belum selesai berbicara dengannya, Ji-bin sudah mematikan telepon nya tanpa merasa bersalah sedikitpun.
"Dasar bajingan gila "batin managernya .
Keesokan Harinya
Mereka semua sudah berkumpul , ada Senja , Rey dan si kembar Ji-woo dan Ji-ho, ada Chun-seok, Ji-ah dan Ji-Seok, ada juga Ji-bin dan Hana , serta orangtua Senja , yaitu mamah Hyo jin dan ayah Do Hyun juga ikut , Yoo Joon tidak mau ikut begitu juga dengan Ha-joon yang masih di luar negeri belajar sedangkan Jihoon dan keluarga nya tidak ikut karena Areum demam hari itu .
Mereka pun akhirnya pergi ke Chungcheong-do lalu berpergian bersama sama , di jalan yang penuh semangat mereka melalui banyak tempat sambil bernyanyi bersama sama , di mobil Senja dan Rey ada di kembar dan juga orangtua Senja , sedangkan di mobil Ji-ah dan Chun-seok ada Ji-Seok, Hana dan juga Ji-bin.
Sama halnya dengan mereka , di mobil Ji-ah dan Chun-seok mereka juga bernyanyi bersama sama dan berbahagia bersama sama .
Sesampainya disana langsung saja menyelusuri tempat sampai lelah hingga akhirnya mereka istirahat setelah selesai menelusuri tempat , mereka duduk di atas alas duduk yang mereka bawa dari rumah mereka dan mengeluarkan beberapa makanan yang mereka bawa juga , tiba tiba ada seorang perempuan dengan topi hitam , masker hitam dan juga pakaian serba hitam tidak sengaja menabrak punggung Senja hingga membuat perempuan itu terjatuh di dekat bag ranjang makanan mereka itu .
wanita itu berkata " maafkan aku ..."ucapnya .
"Tidak apa , pergilah ...."jawab Senja dengan sopan .
Setelah wanita itu pergi ayah Do Hyun pun berkata "Wah pemandangan nya luar biasa , ayah suka "ucap ayah Do Hyun.
"Mamah juga "jawab mamah Hyo jin.
"Hari ini hari yang cerah dan kita semua terlihat sangat bahagia , mamah dan ayah tidak mau pergi berjalan jalan bersama , kalian pergilah berkencan hari ini kami akan tunggu di sini saja "ucap Senja .
"Iya ... Senja benar ayah , mamah ... kalian harus pergi berdua kami akan tunggu disini saja "ucap Rey .
"Haruskah ??"tanya Ayah Do Hyun.
"Iya harus "jawab mereka semua .
"Baiklah kalau begitu "jawab ayah Do Hyun.
Ayah Do Hyun pun pergi berjalan jalan bersama mamah Hyo jin hanya berdua saja , melihat itu membuat Senja dan yang lainnya tersenyum , sementara itu anak anak sedang asik bermain kejar kejaran dan para orang tua sedang melihat wajah ceria anak anak mereka .
Tiba tiba saja Chun-seok berkata " Jika aku lebih dulu pergi , kalain harus jaga putraku seperti kalian jaga putra dan putri kalian "ucap Chun-seok.
"Aku juga berharap banyak pada kalian , harapan ku juga begitu "jawab Rey .
"Kami juga ..."jawab Senja dan Ji-ah.
Ji-bin hanya menatap semua sahabat nya kemudian berkata "Haruskah membahas pergi sekarang, bahas nanti saja . untuk hari ini bersenang senang lah , aku juga akan melakukan keinginan kalian tapi aku berharap tidak ada yang pergi duluan danjika akan pergi harus pergi bersama sama "ucap Ji-bin.
Mereka pun menatap satu sama lain lalu tersenyum bahagia sekali , senyuman yang hari ini mereka keluarkan sangat indah sekali .
Setelah agak lama berada di sana , mereka pun hendak pergi pulang karena ayah Do Hyun dan mamah Hyo jin sudah kembali tetapi tiba tiba Wanita tadi datang kembali dan terlihat sedang mencari cari sesuatu .
"Cari apa ??"tanya Senja .
Setelah mendapatkan keinginannya kemudian wanita itu menunduk lalu berkata "maafkan aku ... aku sudah mendapatkan keinginan ku "ucapnya kemudian pergi dari tempat itu .
Ji-bin bertanya tanya dalam hatinya bahwa "Apa yang dia lakukan?? dasar aneh "ucapnya dalam batinnya .
"tidak apa "jawab Senja .
Senja dan yang lainnya segera membersihkan tempat mereka lalu pergi lagi ke tempat lain dengan penuh semangat yang luar biasa.