
..."Jika semua orang pergi tidak apa , tapi jangan sahabat, karena jika aku kehilangan mereka , hidupku tidak akan tau bagaimana jalannya "~ Ji-bin....
...Pagi Hari...
"Rey , bangunkan mereka suruh untuk sarapan , bukannya kalian pergi hari ini "~ teriak mamah Rey.
"Iya mah , kami datang "ucap Rey .
Rey , Chun-seok, Ji-bin, ji-ah dan Senja akhirnya datang dan sarapan pagi bersama di ruang makan keluarga Rey .
"Kalian berencana pergi kemana hari ini ??"tanya mamah Rey .
"intinya gak pulang mah , kami nginap di hotel aja , kami akan bepergian jauh soalnya "jawab Rey .
"ingat hati hati loh , kabari jika terjadi sesuatu "ucap Mamah Rey.
"ya ampun mah , anakmu sudah dewasa bukan anak anak lagi ,mereka bisa jaga diri , gak usah takut gitu "ucap papah Rey .
Mereka semua tersenyum , mamah Rey tetap ngoceh kemudian berkata "Bagiku anakku masih kecil walaupun sudah besar begini , ingat makannya teratur ."
"Iya mah "
"iya tante."
Selesai sarapan pagi , mereka semua mengambil koper mereka dan menaruhnya di mobil milik Rey , Mereka menjelajahi Indonesia dengan mobil pribadi milik Rey .mereka pun berpamitan dengan orang tua dari Rey dan berangkat dengan hati hati .
Saat di perjalanan mereka melihat perusahaan yang dikelola oleh Rey dan itu lumayan besar "Wahhh perusahaan mu cukup besar , ajak kami nanti setelah pulang dari liburan Rey "ucap Chun-seok.
"Ah baiklah , oh iya kita mau kemana duluan ??"tanya Rey .
Senja yang sedaritadi diam merenung pun berkata "Pulang ke rumah ibu kandungku, boleh kan ?"tanya Senja .
ji-ah dan yang lainnya saling bertatapan begitu juga dengan Rey tiba tiba rem mendadak , Chun-seok pun berkata "Serius ? bukannya kamu ...."
"Aku udah janji sama ayah , untuk tidak membenci ibu , bagaimana pun dia tetap ibuku , aku harus tau bukan dia masih baik baik saja ? "jawab Senja dengan cepat .
"Baiklah ,kita kesana!!"ucap Rey kemudian melaju pergi ke tempat Senja .
Jarak rumah Rey ke rumah Senja sangat lah jauh , setelah perjalanan lama akhirnya sampai di desa Senja yang dulu , sepanjang perjalanan Jalanan dulu dan sekarang banyak yang berubah mulai dari rumah yang makin banyak dan lain lainnya .
Sesampainya di desa Senja , Senja bahkan bingung dimana rumahnya dulu dan akhirnya bertanya pada orang sekitar .
Rey keluar dari mobil dan bertanya "Permisi Bu ? bolehkah saya bertanya , apa ibu mengenal ibu Ratna "ucap Rey .
"Ah iya nak , itu rumah yang di depannya ada pohon mangga dan jambu sama cat rumahnya yang berwarna hijau , banyak tanaman bunga di depannya ."
"ah terima kasih bu "
Rey masuk kembali ke dalam mobil lalu berkata"Rumah yang itu , kita kesana aja "ucap Rey kemudian mengemudi sampai ke rumah Senja .
Senja pun turun dari mobil diikuti oleh yang lainnya ,Senja merasa ragu untuk masuk kedalam rumah itu , Rey memegang tangan Senja sambil berkata"Kami disini , tidak apa , kita sama sama masuk saja , lagian kita hanya menyapa bukan ? kamu sendiri yang bilang "ucap Rey .
Senja pun melangkahkan kakinya masuk , dan hampir mengetok pintu akan tetapi seseorang lebih dulu menyapa mereka "eoh... Kak Senja ...."ucap Bintang adik laki laki senja.
"Bintang ...."
Bintang langsung memeluknya "Kenapa baru pulang sekarang, seharusnya lebih sering pulang , aku merindukan kakak "ucap Bintang sambil meneteskan air mata.
Senja tidak sadar bahwa dirinya juga mengeluarkan air mata sedangkan yang lainnya cuma bisa menatap dan mata mereka berkaca kaca .
"Siapa yang ribut di lu.....ar "Mamah Senja keluar dari rumah dan melihat putrinya kembali ke rumah setelah beberapa tahun tidak pernah kembali .
Mamah Ratna juga memeluknya sedangkan papah tiri Senja juga keluar dan melihat Senja datang , tidak lama kemudian Senja dan yang lainnya masuk kedalam rumah dan berbincang dengan keluarga lamanya.
"Nenek , kakek kamu sudah tidak ada , mereka meninggal setelah kepulangan kami waktu ke Korea dulu, sedangkan kakak kamu sudah menikah dan tinggal bersama keluarga dari suaminya, Bintang masih kuliah sedangkan paman dan bibimu tinggal di rumah nenek kamu sekarang, sampai kematian saja tidak pernah terucap menyesal karena menyakiti perasaan mu dan juga ayahmu , maafkan nenek dan kakek mu ya Senja "ucap mamah Ratna .
Senja tetap mendengarkan apa yang ibu kandungnya katakan kemudian berkata "Aku ingin tau , kenapa dulu ibu sangat ingin bercerai dengan ayah , apa ibu memang tidak mencintai ayah lagi saat itu atau memang yang lainnya"ucap Senja dengan tegas .
"Bisa tinggalkan kami berdua saja disini ??"ucap mamah Ratna .
"boleh , silahkan "ucap papah tiri Senja.
"Boleh tante , kalau begitu kami di luar saja "ucap Ji-ah bersama yang lainnya .
Senja dan mamah Ratna bercerita, Mamah Ratna menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Senja itu "Sebenarnya waktu dulu mamah masih sangat mencintai ayahmu , hanya saja nenek dan kakek mu selalu mengancam mamah untuk menceraikan ayahmu , nenek kamu berkata kalau mamah tidak meninggalkan ayahmu , nenek dan kakek mu akan melakukan hal yang tidak masuk akal dengannya , mamah tidak mau jika ayahmu celaka hanya karena ibu , itu penyebabnya ibu minta cerai dengan ayahmu , ayahmu pasti sangat membenci ibu bukan ?? sampaikan maaf ibu pada ayahmu "ucap mamah Ratna yang terlihat menangis dan meringis.
"Aku tidak akan kembali kesini lagi Bu , keluargaku yang sekarang berada di Korea bukan Indonesia lagi , jika kalian datang ke Korea aku akan menerima kalian dengan lapang tanpa marah seperti dulu lagi , tetap saja alasan itu gak logis ibu , kakek dan nenek gak mungkin bisa melakukan hal kejam pada ayah , ayah adalah orang yang sangat kuat , ibu tau itu kan ? ayah sebatang kara tapi bisa segalanya ? alasan ibu bercerai dengan ayah sama sekali gak masuk akal ibu "ucap Senja .
"Maafkan ibu Senja ...."
"Satu kesalahan saja bisa membuat kita menderita Bu , Ini uang untuk Ibu , berikan uang yang ini untuk kak mentari sampaikan maaf karena tidak hadir dalam pernikahan nya , aku akan pergi kami tidak tinggal lama "ucap Senja dan beranjak dari tempat duduk nya .
"Kenapa terburu buru ? tinggallah beberapa hari lagi "ucap mamah Ratna yang terdengar oleh ayah tiri senja dan masuk kedalam diikuti oleh sahabat sahabat nya .
"Kami masih punya urusan lain lagi , kalau begitu aku dan yang lainnya pergi , assalamualaikum..."
"waalaikumussalam...."
Sebelum pergi Senja menghampiri Bintang dan memeluknya , sambil melepas pelukannya Senja mengatakan "Ini uang kuliah kamu , belilah lebih banyak pakaian, pakai untuk keperluan kuliah mu , jangan banyak berkelahi??"ucap Senja .
Bintang mengangguk dan berkata "hm....pasti kak "jawabnya.
Senja dan yang lainnya pun pergi dari tempat itu , Mereka kembali pulang ke rumah Rey dan merencanakan liburan ke Bali bersama sama .