
Selesai semua acara Rey dan keluarga Rey membawa Senja balik ke Indonesia, Senja juga akan mendapatkan pesta di Indonesia , pesta penyambutan menantu di keluarga Rey .
Di Dalam Pesawat
Rey menggenggam tangan Senja sambil mengelusnya lalu berkata "Kita honeymoon kemana??" tanya Rey .
Senja yang sudah memejamkan matanya lalu bersandar di bahu Rey kemudian menjawab "Terserah kamu aja , aku gak tau ... kamu aja deh yang rencanakan kemana ?? aku tinggal ikut aja "jawab Senja .
Rey hanya tersenyum kemudian melanjutkan tidurnya , Rey mengelus rambut Senja perlahan dan akhirnya tertidur bersama .
Sesampainya di jakarta , langsung saja di jemput oleh Azam sekretaris Rey dan langsung menuju ke rumah Rey , Rey dan Senja pun disambut hangat oleh keluarga Rey .
1 Bulan kemudian
Selesai acara pernikahan di jakarta , Senja dan Rye memutuskan untuk pergi honeymoon ke Swiss dan pergi ke Switzerland tempat impian Senja dari dulu , sementara itu Ji-bin masih sering ke rumah Chun-seok dan ji-ah untuk merenungkan diri kenapa sampai kini dia masih sendiri .
Di Rumah Chun-seok
Chun-seok heran kenapa Ji-bin pagi sekali datang ke rumahnya hanya untuk mencurahkan isi hatinya, Ji-bin berkata "Kenapa coba aku yang salah , bukannya apa ... tapi mereka selalu menyalahkan aku di lokasi syuting padahal aku paling banyak adegan paling banyak kegiatan dan selalu adegan aku yang paling bagus , aneh bukan !! dan kenapa di kantor selalu aku yang salah padahal selalu datang ke kantor tepat waktu , kenapa coba , ada apa dengan mereka ??"ucap Ji-bin.
Ji-ah datang membawa minuman kemudian berkata "Itu karena kamu keseringan pergi tanpa kasih tau , 5 hari yang lalu kamu pergi dari lokasi syuting hanya karena aku kena pisau , kan Chun-seok ada di rumah waktu itu dan lagi 3 hari yang lalu kamu izin dari kantor karena Chun-seok marah marah di kantor , ya wajar ... jika Chun-seok marah marah karena pegawainya gak becus tapi kamu pergi kesana , mau ngapain ?? dan lagi hari ini kamu datang dan bolos dari lokasi syuting hanya karena mau bilang Senja dan Rey honeymoon ke Switzerland , kan bisa di kasih tau lewat pesan , emangnya harus kesini ?? katanya pengen jadi paman yang paling bisa di andalkan untuk anak kami , gimana sih ??"tanya ji-ah.
Ji-bin menatap Chun-seok, Chun-seok menatap sangar Ji-bin, Ji-bin tersenyum sedikit kemudian menjawab"Aku ... maaf ...itu karena aku bosan , kalian udah pada nikah gak ada waktu buat aku "jawab Ji-bin.
"kata siapa gak ada ? Senja setelah pulang dari Switzerland akan datang dan bekerja lagi kesini , mereka akan bergantian datang ke Korea dan jakarta , sedangkan kami ... emangnya kamu pernah minta kami buat kumpul sama kamu , kalau kamu minta pasti kami datang , jangan gini dong .... kamu juga harus kerja keras buat apa ?? ya nanti jika kamu menikahi wanita yang kamu cintai kamu punya segalanya kamu akan bahagia bersamanya , kami tidak menghubungi mu untuk itu bukan karena kami membencimu atau menjauh darimu Ji-bin...."ucap Chun-seok.
"Maaf ..."jawab Ji-bin dan tertekun karena perbuatanya sendiri .
Ji-ah pun mendekat kemudian berkata "Kamu sahabat kami dan selamanya akan jadi sahabat kami "ucap Ji-ah sambil tersenyum.
7 Bulan kemudian
Senja sudah mengandung 2 bulan , sedangkan Ji-ah akan segera melahirkan, sementara itu Ji-bin dan Ye-jun semakin dekat dan kariernya semakin di atas saja , kini di segala penjuru jalan di Korea penuh dengan posternya , sementara itu Woojin masih stay sendiri sedangkan Hyun jae semakin lama semakin dekat dengan Jisoo berkata bantuan dari Senja . Senja dan Rey masih berjauhan karena tugas Rey masih banyak di jakarta dan hanya pulang sekali dalam 2 Minggu saja .
Di Agensi Ji-bin
Ji-bin baru sampai di gedung dan sambut oleh banyaknya penggemar, Ji-bin pun masuk kedalam dan bertemu direktur disana .
Ji-bin pun langsung duduk dengan aestetic dan meminum Coffee yang dia beli dari coffee shop ji-ah dan tidak lupa menggoyang goyangkan kakinya kemudian berkata "ada apa memanggil , bukannya mau bilang gimana ?? bukankah kamu terlalu sering memanggilku ?? aku juga capek lah kasih waktu untuk istirahat kenapa ?? "ucap Ji-bin.
"turunkan kami mu dulu , baru bicara "ucap direktur .
Ji-bin pun menurunkan kakinya kemudian berkata "ada apa ?? jangan lama lama 20 menit lagi aku ada syuting iklan , terus lanjut lagi syuting film , malam nya lagi aku harus syuting film yang lain , jadi cepatlah bicara "ucap Ji-bin.
"Baiklah , baiklah pergilah ... soal istirahat mu aku kasih jika temanmu siapa namanya Han ji-ah ya pemilik coffee shop itu lahiran aku kasih libur 1 Minggu cukup bukan ??"~ Direktur .
"satu minggu ... oh astaga selama beberapa bulan yang lalu aku bekerja keras sampai nama dan foto aku di tempel di beberapa tempat di Korea , kamu cuma kasih satu Minggu yang benar aja dong ??"ucap Ji-bin sedikit membentak.
Ji-bin dan managernya pergi keluar dan tentunya Ji-bin mengeluh kepada managernya dan antah marah gak jelas tentunya , Ji-bin berkata "yang benar aja dong , masa iya liburku cuma satu Minggu dia buat satu bulan kek atau 2 bulan gitu ini satu Minggu ,oh astaga nyawaku .... aku masih sayang nyawaku "ucapnya kemudian masuk kedalam mobil dan pergi meluncur ke lokasi .
Malam Hari
Ji-ah tidak bisa tenang saya tidur dan terus menerus bergerak kesana kemari , kemudian Ji-ah pergi ke kamar mandi keluar dari sana Ji-ah berteriak "Sayang !! perutku sakit !!"teriak Ji-ah.
Han ji-ah mulai kontraksi dan bayi kecil Ji-ah akan lahir , Chun-seok segera melihat Ji-ah lalu berkata "Apa sudah waktunya "tanya Chun-seok.
"Ya!! cepatlah !!"teriak Ji-ah.
Chun-seok membantu Ji-ah masuk kedalam mobil dan tentunya pergi ke rumah sakit , sesampainya disana langsung saja Ji-ah dibawa kedalam dan Chun-seok sangat khawatir sekali , bahkan tidak bisa menelpon semua sahabat nya lagi hingga membuat seorang perawat untuk menelepon semua sahabat nya .
Ji-bin yang baru terlelap dan terbaring di ranjangnya mendapatkan telepon nya kemudian mengangkat telepon nya , dengan suara samar samar Ji-bin berkata "Siapa ??"tanya Ji-bin.
Setelah mendengar kabarnya Ji-bin langsung bangun dari tempat tidurnya mengambil jaket dengan cepat dan langsung menuju rumah sakit , sedangkan Ji-ah menelpon Jihoon untuk membawanya ke rumah sakit .
Sesampainya disana langsung saja bertemu Chun-seok dan berjalan dengan cepat kesana Ji-bin bertanya "Gimana ?? Ji-ah baik baik saja ??"tanya Ji-bin.
"Masih didalam , Senja ...." ucap Chun-seok setelah melihat kehadiran Senja dan Jihoon , Senja langsung dipeluk oleh Chun-seok dan menangis di pelukan senja .
"Tak apa , tak apa ... Ji-ah akan baik baik saja "ucap Senja .
Senja , Jihoon, Ji-bin duduk di kursi sedangkan Chun-seok tidak bisa duduk dan selalu duduk berdiri , duduk dan berdiri begitu sampai beberapa jam , sampai akhirnya Rey tiba dan langsung berlari kedalam , Rey di jemput di bandara oleh Hyun Jae karena memang Rey akan pulang hari itu juga .
"Ya semuanya baik baik saja ?? apa Ji-ah... ah maksudku apa bayinya belum lahir ??"tanya Rey .
Jihoon beranjak dari tempat duduk nya kemudian berkata"Aku akan pulang besok aku datang sama Serana dan juga Areum "ucap nya .
mereka semua mengangguk kemudian Jihoon pun pulang , Rey duduk di sebelah istrinya Senja , Rey mengelus perut Senja dan senja pun bersandar di bahu suaminya .
Beberapa jam kemudian
"Hoek .....Hoek....Hoek...."
Suara bayi terdengar membuat semua orang yang tadinya tertidur akhirnya bangun , begitu juga dengan Chun-seok yang daritadi mondar mandir akhirnya mendengar suara bayi kecil mereka hingga membuatnya menangis dan menunduk , kemudian menatap semua sahabat nya kemudian berkata"Anakku sudah lahir ..."ucap Chun-seok yang membuat semua sahabat nya tersenyum kemudian memeluk Chun-seok dengan erat .
Beberapa saat kemudian Chun-seok pun masuk kedalam dan menemui anak dan istrinya, perayaan Chun-seok masuk dan langsung mencium kening istrinya lalu berkata "Terima kasih sudah bekerja keras sayang , aku mencintaimu...."ucapnya .
kemudian melihat bayi kecil mereka di sebelah Ji-ah.
Chun-seok membisikan sesuatu pada bayi mereka "Terima kasih sudah lahir dengan selamat ke bumi ini bayi kecil kami."ucap Chun-seok sambil mencium bayi mereka .