
"Aku akan pergi wamil Minggu depan "ucap Ji-bin.
"hah!! kenapa baru bilang sekarang??"ucap ji-ah.
"Ya ... kan kalian tau sendiri aku gimana ?? lagian kan masih ada waktu satu Minggu sih??"ucap Ji-bin.
"Maaf Ji-bin tapi aku akan pergi ke London hari itu juga , papah udah beli tiketnya "ucap Chun-seok.
"ya its okay itu gak papa , lagian kan cuma wamil doang ??"jawab Ji-bin.
"kita berjanji bertemu kalau liburan kan ?? wamil itu butuh waktu 21 bulan , kami gak bisa lihat kamu selama itu ??"ucap ji-ah.
"kalian bisa melihatku nanti jika kalian libur nanti , kalian akan sering melihatku bukan ??"tanya Ji-bin.
"Park Ji-bin...."ucap senja dengan mata yang berkaca kaca.
"Cuma senja yang memihak ku selama ini , iya kan Senja ... aku pasti akan merindukanmu??"ucap Ji-bin .
"Huaaaa.... jangan begitu ... aku juga sayang padamu Park Ji-bin..."ucap ji-ah sambil merengek .
Mereka semua pun berpelukan dan Jihoon hampir ingin pergi karena merasa asing dengan lingkungan itu . setelah beberapa saat perpisahan, pesta ulang tahun senja, dan pesta kelulusan mereka akhirnya mereka pun pulang ke rumah masing masing dan senja pulang bersama Jihoon berjalan bersama sama .
"aku akan selalu mengunjungi mu ke Seoul National university , oh iya kalau kamu butuh teman berbicara aku punya teman disana , dia juga masuk Islam baru berapa ya ... mungkin setahun lebih lah , namanya Kim Woojin dia juga masuk universitas itu , kamu bisa berteman dengannya "ucap Jihoon.
"Kim woojin?? sepertinya aku pernah dengar nama itu , oke ... aku akan mencoba berteman dengannya , ah iya kak Jihoon apakah kamu akan menjadi pengacara atau jaksa ??"tanya Senja .
"Aku akan jadi jaksa , mamah ingin aku menjadi jaksa , bukankah hebat ??"ucap Jihoon.
"Aku belum bertemu dengan mamah kak Jihoon sudah beberapa bulan ini bukan ?? haruskah aku menemuinya??"ucap senja .
"haruskah ?? baiklah kalau begitu Jiak kamu tidak sibuk besok , kamu bisa mengunjunginya soalnya dia sendiri , perawatnya lagi ada pekerjaan besok , bagaimana?? hanya setengah hari doang kok ?? baru perawat nya kembali ??"ucap Jihoon.
"oke ?? aku akan mengunjungi nya besok pagi , udah sampai bye kak Jihoon..."ucap Senja sambil berlari ke arah rumahnya .
"bye ....senja .."jawab Jihoon.
Keesokan harinya
Di rumah Jihoon....
"kak jihoon..."panggil senja dari luar .
"nah ... itu yang sering aku ceritakan namanya senja , dia akan bersama mamah setengah hari saja ,gak papa kan mah ??"tanya Jihoon kenapa ibunya .
mereka pun keluar dan menemui senja di luar .
"Hai senja ... itu senja mah , kenalin senja ini mamah , tolong jaga setengah hari saja ya ..."ucap Jihoon.
"oke kak .."jawab senja .
Senja merawat mamah Jihoon dengan baik , mamah Jihoon berada di kursi roda karena kecelakaan, Jihoon mencari uang untuk tambahan uang jajannya karena ayah Jihoon hanya mengirimkan uang sedikit dan itu sudah beberapa tahun yang lalu tidak pernah ada lagi sampai sekarang, karena hal itu tidak diketahui oleh mamah Jihoon bahwa Jihoon selama ini bekerja di toserba dan setelah keluar dari toserba Jihoon yang kuliah sambil kerja magang di sebuah perusahaan terdekat disana .
"apa kamu dekat dengan Jihoon ku ??"tanya mamah Jihoon.
"ahh iya semenjak aku berada di Korea , aku pertama berteman dengan kak Jihoon Bu , kak Jihoon memperlakukan aku dengan sangat baik "ucap Senja.
"oh benarkah ?? jihoon memang anak yang sangat luar biasa , aku kira dia tidak bisa bersahabat bahkan temannya hanya satu tapi tidak terlalu dekat dengannya, Jihoon sering bercerita tentang mu , dia bilang kamu anak yang lucu , sebenarnya kamu pertama bertemu dengannya dia bilang kamu anak yang sangat pendiam tapi setelah bertemu dengan temanmu yang lainnya kamu jadi sangat banyak berubah menjadi anak yang lucu , riang dan sangat bersahabat "ucap mamah Jihoon.
"apakah begitu ?? kak jihoon sangat detail melihat seseorang?? aku juga sangat suka dengan caranya memperlakukan seperti adek kandung nya sendiri .."ucap senja .
"ahh iya ... kamu dari Indonesia bukan ?? pernah pulang kampung??"tanya mamah Jihoon.
"pernah ... tapi baru sekali .. aku belum punya uang cukup untuk kembali , lagian aku harus menabung agar bisa membawa orangtua ku kesini saat aku wisuda nanti ??"ucap Senja .
"itu bagus ..."jawab mamah Jihoon.
"hehehehe.... iya Bu ??"ucap senja .
Setelah beberapa jam kemudian akhirnya perawat yang menjaga mamah Jihoon kembali dan senja akhirnya pulang ke rumahnya juga untuk menyelesaikan semua berkas untuk universitas yang akan dia tempati .
Di rumah senja , senja sedang menelpon seseorang dan itu adalah ayahnya melakukan Vidio call karena sangat merindukan ayahnya .
Dalam video call
Senja :
ayah .... aku merindukanmu??
Ayah senja:
ayah juga ... kamu apa kabar ??
Senja :
aku baik ayah ... apa ayah menjaga kesehatan ayah dengan baik .
ayah senja:
iya .. tentu saja...seperti yang diharapkan putri ayah... apa kamu berhasil masuk universitas yang kamu mau .
Senja :
tentu saja ... seperti yang diharapkan oleh ayah ... sebentar lagi ayah akan lihat putri ayah sukses dengan sangat baik , ayah tunggu saja??
Ayah senja:
Benarkah?? ayah akan menantikannya, mamah mu sedang di rumah nenek mu , jadi apa pesan mu untuk ibu agar ayah menyampaikan nya nanti ??
Senja :
tentu saja harus jaga kesehatan dan tunggu lah putrinya sukses segera .
Ayah senja:
Baiklah ...kalau begitu ayah tutup ya ayah akan bilang pada ibumu nanti , baik baik ya putri ayah , ayah sayang padamu ... assalamualaikum putri ayah...
Senja:
waalaikumussalam ayah ...
Vidio call selesai....
1 Minggu kemudian
Hari keberangkatan Ji-bin dan Chun-seok pun tiba , mereka berencana tidak mengantar Chun-seok sesuai keinginan Chun-seok sendiri , karena Chun-seok ingin mereka lihat Ji-bin pergi wamil . Akhirnya sampai dan bertemu untuk terakhir kalinya.
"Baik baik disana Ji-bin, kami akan merindukanmu??"ucap ji-ah dengan tangisan dan memeluknya.
"Huhh... jangan menangis...aku hanya wamil bukan mati "ucap Ji-bin.
"gak lucu tau Ji-bin, aku akan sering mengunjungi mu "ucap Senja.
"bukan senja saja , tapi kami semua ingatlah itu ...??" ucap Rey .
"Ya udah kalau begitu aku pergi ... bye semuanya... aku akan pergi dan kembali dengan keadaan yang jauh lebih baik lagi , bye semuanya..."ucap Ji-bin.
tiba tiba .....
"Park Ji-bin...."teriak Chun-seok dari kejauhan.
Semuanya menatap ke arah sumber suara dan melihat Chun-seok sedang berlari dengan nafas ngos-ngosan dan menghampiri Ji-bin.
"Apa kamu berpikir aku akan pergi tanpa melihatmu ...kamu bajingan kecil , ingat aku ketua tim kita ??"ucap Chun-seok.
"akhhhh aku senang sekali "ucap Ji-bin sambil memeluk Chun-seok.
mereka semua berpelukan dan akhirnya Ji-bin pun pergi dan mereka melambaikan tangan mereka kepada Ji-bin.