
Senja :
ada masalah apa ayah ??
Ayah senja:
Ayah dan ibumu memilih untuk bercerai...
Senja :
Bercerai.....??
Ayah senja :
ayah disini bersama semua keluarga kita , ibumu , bintang adikmu dan kakak kamu mentari juga disini serta semua paman dan bibi mu dan juga kakek dan nenek mu juga disini . Kamu harus memilih ingin tetap bersama siapa , Bintang dan mentari memilih ibumu , kamu pasti akan memilih ibumu juga kan ?? jangan pilih ayah , ayah tidak punya apa apa sekarang, ayah sebatang kara dan hanya akan lanjutkan hidup tanpa arah, ayah harap kamu bisa memilih ibumu .
Senja :
Kenapa harus memilih, ayah ...kita ... maksudku ... kenapa harus bercerai... apa ... kenapa ...kenapa ayah ...
Ibu senja:
Ibu tidak mencintai ayahmu lagi , ibu mencintai orang lain ...
Senja :
Apa ibu tidak mencintai ayah selama ini , ibu.... apa salah ayah ...
Paman senja:
Pilihlah ... kenapa susah sekali hanya mengatakan nya saja ...
Nenek senja :,
Cepat katakan ... kamu ingin bersama siapa ,, kalau kamu bersama ayahmu ... uang kuliah kamu tidak akan terjamin , jika bersama ibumu , dia akan menikah nanti dan ayah tirimu akan membiayai kuliah mu . pilihlah ...
Paman senja :
Kamu pasti bersama ibumu kan ?? secara dia terlahir dari keluarga kami , kamu akan bahagia bersama kami ....
Senja :
Bintang memilih ibu , kak mentari memilih ibu , lantas ayah bersama siapa ?? apa aku akan membiarkan ayahku tinggal seorang diri?? tidak ?? aku akan bersama ayah dan pastikan tidak melihat kalian yang sudah meninggalkan ayah ku .
Ayah senja :
Senja ... apa yang kamu lakukan ??
Senja langsung menutup panggilan.
Ibu senja:
apa ini masuk akal , apa yang kamu katakan pada senja , senja akan sengsara bersama mu .
Ayah senja:
karena senja memilihku , dan mereka bahkan sudah besar semua aku hanya akan bertanggungjawab untuk senja , aku akan pergi dari tempat ini dan bekerja sendiri untuk senja .
Kakek dan nenek senja :
baiklah , pergi ... jangan kembali kesini lagi dan bawa senja kemanapun dan jangan kembali .
Ayah senja:
baiklah ....aku pergi ....
Semenjak hari itu Senja dan ayahnya tidak ada hak lagi kembali ketempat itu .
Di rumah Senja
"ahhhh.... huaaaaaa..... hiks....hiks ..hiks...hiks..... ah..hiks ..."
Senja menangis ketika mendengar ayah dan ibunya bercerai tanpa tau alasannya , yang selama ini berbicara padanya hanya ilusi , mereka semua sangat membenci ayah senja , jika senja tidak memilih ayahnya ... siapa yang akan bersama ayahnya, ayahnya sekarang sendiri , dan senja tidak tau apa yang akan dilakukan nya terhadap ayahnya .
Hari sudah mulai gelap dan sahabat Senja sudah datang ke rumahnya tetapi rumah senja masih gelap seperti tidak berpenghuni.
"Senja ..."ucap Ji-bin.
"kamu dimana ?? coba nyalakan lampu nya Rey ..."ucap Chun-seok.
lampu menyala dan senja sudah terdiam di sudut ruangan dengan posisi tertunduk dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Senja....."
mereka semua berlari ke arah senja dan membuka selimut itu dan melihat mata senja sudah membengkak. mereka memberikan senja minum dan menenangkan diri nya .
"Bisakah aku meminjam uang kalian , berilah tiket pesawat untuk ayah ... biarkan dirinya datang kesini ..."ucap senja sambil menangis.
"tiket ?? hanya untuk ayahmu saja ?? aku akan membelinya?? pesawat kapan ?? aku akan memberikan nya sungguh ...."ucap Ji-bin.
"Tolong hubungi ayah dan bilang padanya agar datang ke Korea saja ... ayah tidak punya keluarga lain selain aku lagi.... Ayah dan ibu...ayah ...ibuku.... ayah... bercerai dengan ...i...ibu ."
mereka semua kaget
"cerai ??hah??"
Chun-seok langsung menepuk pundak Senja dan memeluknya lalu berkata"sudahlah ...jangan terlalu memikirkannya , tidurlah kami akan membantumu menyelesaikan soal ayah mu ke Korea kami akan membujuknya."
Senja langsung tidur di kamarnya , rumah senja itu hanya kost rumah yang sederhana .
Keesokan harinya
Senja terbangun dan melihat mereka sudah memulai sarapan di rumahnya bahkan menyiapkan buku untuk kuliah nya dan hari itu senja harus berkuliah dan yang lainnya tidak makanya mereka memilih tinggal disana .
"apa kalian tidak pulang tadi malam ?? maaf aku membuat kalian terjaga tadi malam "ucap senja sambil menatap ke bawah .
"senja ... kami sudah urus tentang ayahmu dan akan segera datang kesini , jadi berkuliah lah dengan tenang "ucap Chun-seok.
"iya ... kami akan disini dan nanti setelah kamu pulang kuliah, kita ... bisa menjemput ayah mu ke bandara ..."ucap ji-ah dengan wajah tersenyum nya .
"benarkah? makasih ...akan ku pastikan kalian mendapatkan apa yang kalian mau nantinya ..."ucap senja .
"Baiklah , pergilah ..."ucap mereka .
Senja melangkahkan kakinya menuju ke kampus dan belajar dengan giat , sesaat dirinya di perpustakaan dan dihampiri oleh Woojin.
"Senja ...."ucap woojin.
"oh woojin...ada apa ??"tanya senja sambil melepas handset miliknya .
"Apa aku boleh bertanya??"ucap woojin sambil duduk di depan nya .
"tanya apa ??"ucap senja .
"apa kamu dan para sahabat mu begitu dekat ya ?? sepertinya diantara kalian ada yang menyimpan perasaan satu sama lain "ucap woojin.
"sahabat ku ?? begitu ?? ahh mana mungkin ... mereka menganggap aku dan yang lainnya sebagai sahabat gak lebih , lagian kenapa tanya itu seperti tidak ada pertanyaan lain saja ??"jawab senja .
"Diantara perempuan dan laki laki tidak ada yang namanya persahabatan pasti ada diantara mereka yang menyimpan perasaan, ah iya bukan soal itu yang ingin ku bahas... aku hanya ingin bilang kalau aku akan jarang bertemu denganmu "ucap woojin.
"kenapa ?? apa aku berbuat salah padamu ??"tanya senja .
"enggak , aku yang bersalah... ah enggak maksud aku itu aku hanya ingin fokus pada kuliah ku , kalau aku banyak bermain akan jadi apa ?? lagian kan bentar lagi harus menyiapkan skripsi lagi , kalau begitu aku pamit ya ... sampai bertemu kapan kapan ..."ucap woojin.
*Mungkin ini saatnya aku melepaskanmu , selama ini aku harus mencintai mu diam itu sangat sakit , bahkan harus diceritakan itu sungguh sangat panjang , perjalanan cintaku padamu begitu menyakitkan sampai sampai diriku benar benar harus melupakan mu , jika kita berjodoh kita akan bertemu lagi nanti , tapi mungkin juga kita tidak akan berjodoh, aku benar benar harus melupakan mu*batin woojin yang melangkahkan kakinya dari hadapan senja .
"ahh .... iya ...."jawab senja dan masih heran apa yang terjadi pada woojin.
**kenapa sikap woojin berbeda ya ... apa dia benar benar akan menghindari ku , tapi kenapa ya ...* batin senja* .
Senja kembali belajar dengan tenang tapi pikiran nya masih terbebani dengan kepergian woojin darinya , ayahnya yang tidak tau harus bicara apa nanti , selama ini ayahnya tidak tau kalau dirinya kerja part time di toserba. Setelah pulang dari kampus senja langsung bersiap siap untuk pergi ke bandara menjemput ayahnya bersama para sahabatnya yang lainnya . sesampainya di bandara mereka langsung menanti di sana sampai akhirnya ayah senja muncul dan disaat itu juga Senja lari kehadapan ayahnya dan memeluk ayahnya .
"Ayah....."
"Astaga putriku .... makasih udah bertahan ..."ucap ayah senja.
Yang lainnya juga tidak lupa memberi salam kepada ayah senja . Setelah memberi salam mereka akhirnya pulang ke rumah senja dan sahabat nya pulang ke rumah masing masing .