5 Bubble Pals

5 Bubble Pals
Episode 51. Senang Berada Di Antara Mereka



"Jika orang lain berkata mereka orang konyol itu benar , akan tetapi konyol adalah sesuatu yang sangat berharga bagiku "~ Ji-bin.


Beberapa Hari Kemudian


Ji-bin akhirnya bisa keluar dari rumah sakit , dan sekarang Ji-bin berada di rumah Chun-seok untuk sementara karena mereka takut terjadi apa apa , Senja dan yang lainnya juga hari ini berkumpul di rumah Chun-seok.


"Bukankah kita tidak bekerja lagi , aku akan pulang ke Indonesia lagi , sudah waktunya aku pulang bukan ?"ucap Rey .


"Benar banget tuh , perusahaan ku juga sudah lama aku tidak melihatnya ,..."ucap Senja.


Ji-ah melihat Ji-bin yang sudah termenung mendengar mereka akan berpisah lagi , kemudian berkata"Bagaimana jika seminggu lagi ambil cuti , kita pergi ke Indonesia, bagaimana? kita sudah lama bukan tidak pergi Indonesia? bukankah kalian juga rindu kesana !"ucap Ji-ah.


"Benar , Benar juga , kita ikut Rey kali ini gimana ? kita sudah lama tidak pergi liburan bukan ? aku setuju sih ??"ucap Chun-seok.


Ji-bin juga mengangkat tangannya sambil berkata "Aku juga , bawa aku pergi jalan jalan "ucapnya .


"Oke !!"


"Tapi satu hal lagi membingungkan untukku, apa kamu menerima tawaran di SM entertainment "ucap Ji-ah yang membuat semua mata tertuju pada Rey .


"enggak !!"jawab Rey dengan cepat .


Mata Chun-seok mendongak "wahhh ... bisa bisanya kamu menolak tawaran hebat itu "ucapnya menggila .


"ck,ck,ck ... bisa bisa nya kamu , seharusnya kamu terima saja , lumayan kan uang tambahan "ucap Senja .


"ya ... itu bukan soal uang tapi kesehatan mental , bagaimana aku harus bekerja di perusahaan sendiri kemudian bekerja lagi di perusahaan orang , mental gue bro di pertaruhkan "ucap Rey .


Mereka pun terdiam dan hanya melihat Rey dengan perlahan .


Akhirnya beberapa hari kemudian mereka memutuskan pergi ke Indonesia membawa suasana baru untuk Ji-bin, merilekskan tubuhnya dan membuatnya bersemangat kembali , Ji-bin juga dapat cuti dari agensi selama 1 bulan .


Skip di Bandara


Ji-bin berjalan ketakutan di bandara , karena mereka berangkat tanpa adanya pengawal ataupun manager dari Ji-bin. Ji-bin berangkat dengan celana hitam panjang hodie hitam Burberry, topi hitam dan kacamata hitam serta masker hitam yang berusaha agar tidak di kenal penggemar nya.


Chun-seok mendekati Ji-bin yang tengah ketakutan itu dan merangkulnya "Tak apa , kita semua ada disini "ucap Chun-seok.


Ji-bin langsung tersenyum mendengar hal itu kemudian langsung masuk dan menunggu , setelah beberapa saat menunggu akhirnya masuk kedalam pesawat, dan beristirahat di setelah 7 jam pemberangkatan, akhirnya mereka sampai di Jakarta sekitar jam 06.00 pagi hari . Mereka yang sudah sampai segera di jemput oleh sekretaris Rey bernama Azam .


Rey melihat Azam tepat di depan bandara dan segera menuju kesana "Azam !!"teriak Rey .


Azam terlihat tersenyum kemudian membuka bagasi mobil, lalu berangkat bersama ke rumah Rey, sesampainya di rumah Rey langsung di sambut oleh mamah dan papah Rey .


"Rey welcome to home sayang ... "Ucap mamah Rey kemudian memeluknya .


"halo paman, sudah lama tidak bertemu , apa kabar paman ??"ucap Chun-seok dan Ji-bin.


"Baik baik saja , kalian baik semuanya ??"tanya Papah Rey .


"Baik paman !!"


Senja pun menghampiri Mamah Rey , Mamah Rey terlihat memberikan tatapan berbeda pada Senja , tatapan nya lebih dalam pada Senja dan cuma Ji-ah yang memperhatikan hal itu sambil tersenyum senyum sendiri .


Mereka pun masuk kedalam kemudian sarapan pagi di rumah besar Rey , Chun-seok memperhatikan rumah itu seperti ada yang berbeda mulai dari jalanan kerumah Rey yang berbeda dan banyak lagi .


"Lah iya ya ...."ucap Senja juga .


"Baru sadar kalian , ini tuh rumah baru tapi baru di beli sekitar 4 tahun lalu lah , emang kapan kita terakhir kesini ??"tanya Rey .


"SMP.... eh enggak SMA ya ...eh kapan ya ... "ucap Ji-bin bingung sendiri.


Mamah Rey tersenyum lalu berkata"Kalian tuh cuma sekali doang kesini , ya gak ingat dong kapan kesini nya ..."ucap mamah Rey yang membuat mereka malu sendiri .


Papah Rey juga tersenyum mendengar hal itu kemudian berkata "Kalian kesini tuh SMA dulu , waktu liburan semester, kalian juga jalan jalan ke rumah senja dulu , masih ingat gak ?? tanya Papah Rey yang membuat Senja yang tadinya tertawa akhirnya terdiam .


"Papah ....."ucap Rey perlahan .


Papah Rey menatap Senja dan melihatnya murung "Maaf senja paman gak...."


"gak papa paman, lagian itu udah lama "ucap Senja .


mereka semua kembali sarapan , selesai sarapan , mereka beristirahat.


Tidak terasa hari semakin larut dan kini hari sudah mulai malam , selesai makan malam Senja duduk di depan sebuah kolam renang milik keluarga Rey , Rey yang melihat itu menghampiri Sebuah dan duduk di sebelahnya.


"lagi mikirin apa ??"tanya Rey .


Senja yang menyadari kedatangan Rey menjawab "Ah itu ... apa perlu ya aku pulang juga , lagian itu ibu kandungku , mamah sama ayah juga bilang kalau aku mau , aku bisa pergi kesana , apa perlu aku kesana Rey , aku mau tapi jika aku kesana aku akan mengingat betapa sakitnya ayah dan aku saat mereka berusaha membuang kami "ucap Senja .


Rey menatap Senja dalam lalu berkata"Bersandar lah padaku , kamu akan membawamu kesana , jika mereka menyakiti hatimu , kamu bisa mengatakannya pada kami , kamu akan selalu bersamamu "ucap Rey .


Di Belakang Gorden jendela rumah Rey


"dorrr"


"astaga gue kaget !!"ucap Ji-ah.


"lihatin apa sih !! serius amat "ucap Chun-seok.


"tuh dua orang "jawab ji-ah sambil tunjuk ke arah Senja dan juga Rey .


Ji-bin tersenyum kemudian berkata"Bukankah mereka cocok sekali , bahkan papah dan mamah Rey setuju sama hubungan mereka , aku juga setuju jika mereka bersama "ucap Ji-bin.


"Iya kau juga , dari pertama Senja masuk kedalam kehidupan kita , bukankah Rey sudah jatuh cinta pada Senja ??"tanya ji-ah.


Chun-seok juga berhasil mengingat waktu dulu , tersenyum lalu berkata "Iya itu benar , membantunya mengingatkan pada penjaga kantin sekolah bahwa dia Islam , mengajarinya memakai sumpit, menghalanginya agar tidak jatuh cinta dengan Do jun, menghalanginya juga agar tidak dekat dengan Woojin, dan satu lagi berusaha menjauhkannya dari jihoon Hyung sebelum jadi kakaknya Senja ."


"Dia melakukan semuanya , tapi Senja tidak tahu "ucap Ji-bin.


"Pria malang "ucap Ji-ah sambil geleng geleng kepala .


Mereka pun menghampiri Rey dan juga Senja "Ngapain berdua aja di luar , ada setan yang jadi orang ketiga entar "ucap Chun-seok.


"lah kalian dong setannya "jawab Rey .


"Ya iya , makanya gak mau sendiri , makanya bertiga buat banyak setannya kan gak modal kalau cuma satu doang " Chun-seok menegaskan akan hal itu .


Mereka pun duduk disebelah mereka , Senja dan ji-ah berada di tengah tengah mereka , duduk dan menikmati malam di Jakarta .