
Setelah perjalanan selama 1 jam lebih akhirnya mereka sampai di Jeju , mereka pun menginap dan membersihkan semua barang barang yang mereka bawa kesana , mereka sangat senang berada disana ditambah semua sahabat mereka masih utuh dan masih bisa bersama sama . setelah beberapa saat setelah membersihkan semua barang mereka , mereka pun mencari tempat makan yang enak dan bersantai disana .
"Menunya sangat enak enak disini , udaranya sejuk membuat hati kita tenang , tidak salah jika memilih tempat ini menjadi tempat pertama yang kita kunjungi"ucap Ji-ah.
Semuanya tersenyum kemudian Senja pun berkata " Apa selamanya kita akan seperti ini??"tanya Senja yang membuat mereka semua terdiam .
Chun-seok menjawab "Ya tentu , kita akan selalu bersama dan bahagia selamanya , kita tidak akan terpisah kecuali maut yang memisahkan"ucapnya .
Beberapa saat kemudian setelah mendengar ocehan ocehan Ji-ah mendapatkan telepon dari Yoo Joon, Senja yang mengangkat karena Ji-ah sedang pergi ke toilet.
Senja menjawab " Oh Yoo Joon, ada apa ? ini kak Senja , Ji-ah sedang di toilet, apa kamu butuh sesuatu? katakanlah "ucap Senja .
Chun-seok, Ji-bin dan Rey hanya mendengarkan Senja yang berbicara dengan Yoo Joon kemudian mereka kaget mendengar Senja berteriak "Apa !! ya katakan dengan jelas apa yang terjadi , ya Yoo Joon!! katakanlah ? baiklah kami akan pulang sekarang!!"ucap Senja .
"ada apa ??"tanya Chun-seok.
"apa ada masalah ??"~ Rey .
"Kamu membuat kami takut "~ Ji-bin.
"Ya Chun-seok, pesan tiket pesawat terbang sekarang, kita berangkat balik ke sekarang"ucap Sneja dan segera membayar makanan mereka .
Mereka semua khawatir kemudian Chun-seok pun memesan langsung pesawat, Ji-bin mengambil kunci dengan segera agar bisa pergi dengan cepat sedangkan Ji-ah yang baru keluar tidak mengetahui apapun hanya bisa bingung dan bertanya tanya ada apa dengan mereka .
"Apa ada masalah ? kenapa pulang dengan cepat "ucap Ji-ah.
Senja dan yang lainnya diam saja di mobil , Senja dan yang lainnya sudah mengetahui hal itu tetapi tidak memberitahu pada Ji-ah apa yang terjadi pada keluarganya , kemudian beberapa saat kemudian mereka sampai di hotel mereka segera membersihkan semua barang mereka dan pergi ke bandara malam itu juga .
Di Dalam Pesawat
Ji-ah masih kebingungan dan tempat duduk Ji-ah tepat di samping Senja , Ji-ah pun berkata "Kamu baik baik saja bukan ? kenapa aku merasa khawatir denganmu "ucap Ji-ah.
Senja pun menepuk pundak Ji-ah sambil berkata "Tidurlah , aku akan memberitahumu nanti setelah kita sampai "ucap Senja .
Akhirnya 1 jam lebih perjalanan mereka sampai dan segera turun ,karena Senja sudah menelepon Jisoo untuk meninggalkan mobil di bandara mereka dengan segera menaiki mobil dan menuju sebuah tempat .
Setelah berganti pakaian mereka kembali lagi kedalam mobil , Ji-ah berkata " orang akan mengira kita akan ke pemakaman jika berpakaian seperti ini "Ucap Ji-ah sambil tertawa kemudian sejenak berhenti karena hanya dia yang tertawa sedangkan yang lainnya kedap tak ada suara .
"kenapa??"tanya Ji-ah yang kebingungan sendiri .
Senja menangis kemudian memeluk Ji-ah sambil berkata "Han ji-ah, bibi udah gak ada !! kita akan ke pemakaman nya , kita akan menuju kesana ... Bibi udah gak ada ...hiks ...hiks.... Bibi gak ada lagi Ji-ah...."ucap Senja meluapkan semua yang di tahan olehnya sedari tadi .
Sedangkan yang lainnya ikut menangis di depan , sedangkan Ji-ah terdiam saat di peluk oleh Senja dan air matanya keluar tanpa sengaja , Ji-ah hanya membeku terdiam tapi mengeluarkan air mata yang sangat banyak , dia tidak bisa berpikir logis lagi mengingat kepergian ibu nya tapi dirinya tidak ada di samping ibunya detik detik terakhir ibunya .
Sesampainya di tempat pemakaman Ji-ah masuk kedalam di temani sahabatnya di belakang nya , Ji-ah langsung terjatuh lemah di depan foto ibunya sambil menangis .
"Mamah .... tidak ...tidak itu tidak benar , Ya Yoo Joon!! mamah belum pulang kan ? mamah hanya pergi bukan ? kenapa foto mamah disini , ya Yoo Joon!! mamah .... tidak ... mamah tidak akan meninggalkan kami , mamah ....."
Setelah beberapa saat kemudian Han Ji-ah duduk di sebelah adik laki laki nya itu karena keluarga dari mamahnya tidak ada lagi , mereka hanya berdua disana ,sedangkan keluarga dari seluruh sahabat nya telah datang kecuali orang tua Rey yang tidak bisa hadir karena terhalang cuaca yang mengakibatkan mereka tidak bisa terbang dengan cepat ke Korea .
Mata Ji-ah terlihat sembab , bibirnya ikut kering juga , Senja mengajak nya untuk makan dulu karena belum makan sejak datang ke tempat ini , Yoo Joon juga begitu terlihat lemah tapi dia berusaha kuat dia juga makan dengan lahap agar bisa menjaga peristirahatan mamahnya .
"Ya Han ji-ah, makanlah walau sedikit , jika kamu sakit apa yang akan terjadi pada Yoo Joon, kamu harus jadi tameng untuk adikmu , kamu harus menjaganya bukan ??"ucap Senja .
Han ji-ah tidak berkutik sama sekali dan tidak ingin makan , ya begitulah persahabatan mereka walaupun beda agam tapi saling menghargai , mereka hanya menemani Ji-ah yang sudah kesulitan itu .
Setelah 3 hari berturut turut di persemayaman , akhirnya jenazah mamah Ji-ah di kremasi kemudian di bawa kedalam pemakaman , Ji-ah terus menerus memeluk foto mamahnya sambil mengatakan "Mamah ....mamah .... mamah ...."
wajahnya sangat kusam dan matanya sembab , setelah semua selesai akhirnya Yoo Joon dan Ji-ah pulang ke rumah , saat memasuki rumah itu Yoo Joon duduk dan langsung tidur di sofa sambil menatap foto kenangan dengan mamahnya sedangkan Ji-ah langsung duduk di lantai sambil membayangkan senyuman mamahnya yang selalu melihatnya dan wajah yang selalu marah padanya setiap saat .
Senja dan yang lainnya tidak bisa tidur dan akhirnya memilih untuk menemani Ji-ah dan juga Yoo Joon.
Chun-seok masuk kemudian menepuk pundak Yoo Joon sambil berkata "Yoo Joon pergilah istirahat dengan baik di kamar kami , kamu pasti capek "ucapnya kemudian Yoo Joon bergegas masuk kedalam kamarnya .
Senja juga mengajak Ji-ah masuk kedalam kamarnya , menyuruh nya tidur , Senja menemani Ji-ah tidur dan Senja juga tidur di sebelah nya .
Senja menjaga Ji-ah dengan baik , menemaninya tidur , saat menangis tengah malam sambil tertidur Senja menepuk tepuk pelan Ji-ah kemudian , merawat nya dengan baik sambil berkata"Jadilah kuat setidaknya untuk Adikmu dan juga untuk dirimu "Ucap Senja .