
"ayah datang ..."ucap ayah kandung Jihoon sambil mendekat .
Suasana menjadi berubah ketika laki laki itu datang , terlihat tetesan air mata Jihoon mengalir menatap laki laki itu "Kenapa datang !!"ucap Jihoon.
"Putraku menikah apa aku tidak boleh datang ..."jawab pria itu dengan tatapan sedih .
"jangan menatap ku dengan tatapan sedih begitu , aku sudah lama hidup bahagia bersama ibu , bagaimana bisa kamu datang di hari pernikahan yang bahagia ini dan membuat suasana jadi begini "ucap Jihoon.
Ibu Hyo jin mendekat kemudian menampar keras wajah ayah kandung Jihoon"Ada apa lagi datang kemari , bukannya kamu tidak peduli lagi dengan putramu sendiri , kami sudah cukup bahagia jangan rusak kembali dengan kehadiranmu disini , paham !!"teriak Ibu Hyo jin.
"aku akan pergi setelah memberikan ini "jawab ayah kandung Jihoon sambil menyodorkan sebuah kertas berisi dokumen perusahaan atas nama Jihoon.
"apa ini ??"tanya Jihoon.
"itu sebuah perusahaan yang akan kamu tempati , ayah sudah lama ingin memberikannya padamu , tapi ..."
Jihoon mengambil lalu melempar dokumen itu "aku tidak membutuhkannya , aku sudah punya perusahaan sendiri , aku tidak butuh bantuan ayah lagi ."
betapa terkejutnya semua orang di tempat itu ,terutama mamah Hyo jin"bersikap lebih baik lah pada ayahmu , jangan begitu padanya ..."
"karena mamah yang minta , kamu boleh datang tapi dengan perusahaan itu saya tidak bisa menerima itu , saya sudah punya perusahaan besar , keluarga kami yang sekarang sudah lebih baik , jangan pedulikan kami lagi , fokuslah pada keluargamu yang baru ."
papah kandung jihoon tidak bisa berkata lagi dan akhirnya memilih untuk pergi dari hadapan mereka semua , beberapa jam kemudian akhirnya acara bubar dan mereka semua meninggalkan tempat itu dan kembali ke rumah .
......Beberapa Bulan kemudian ......
Pagi hari tiba
"Pagi mamah , pagi papah aku berangkat hari ini sama Ha-joon , bye bye ..."teriak senja .
"Baiklah tapi mengemudi dengan hati hati "sahut mamah Hyo jin.
"Baiklah mamah ....."
Chun-seok terlihat diam di tepi jalan dengan seorang laki laki tua di sampingnya , Senja pun menghampirinya , lalu berkata "Maaf pak teman saya berbuat salah "ucapnya .
lelaki tua itu pun menjawab "Tak apa , kamu pacarnya ya ? bawalah dia pulang segera lihatlah wajah tampan ini sudah membengkak."
"pa-pacar ? saya temannya pak , bukan pacarnya ?"ucap senja .
pak tua itu pun langsung menepuk pundak senja "gak usah malu begitu , ya udah kalau gitu saya pamit ya , hati hati di jalanan "ucap pak tua itu lalu pergi meninggalkan Chun-seok dan juga senja.
Senja pun menoleh ke arah Chun-seok, kemudian mengulurkan tangannya "Berdiri lah , ikut bersamaku "ucap Senja , Chun-seok pun tersenyum meraih tangan itu , Sesampainya di rumah Chun-seok Senja pun memindahkan Chun-seok ke dalam kamar dan tidur disana , karena tidak bisa mengatasi nya sendiri dan tidak bisa menginap sendiri akhirnya menelpon Ji-bin untuk menginap disana .
"hey bocah ingusan ini !!"ucap Ji-bin yang baru datang , Senja mendorong Ji-bin keluar dan berkata"Jangan keras keras , aku mau pulang , nginap aja disini bantu Chun-seok meminum obat pengar nya .
"baiklah !!"
Senja ingin pulang dan berbalik arah lagi "Sebenarnya... Chun-seok suka sama ji-ah , dia mungkin mabuk gara gara tau ji-ah suka sama orang lain bukan dirinya.
"benarkah ? Woah apa ini ? "
"aku pergi !!"ucap senja lalu pergi pulang ke rumah .
...Keesokan harinya...
di ruang makan
"ya , Chun-seok!!"teriak Ji-bin.
"ada apa sih , ini obat pengar nya bukan ? tanya Chun-seok mengalihkan pembicaraan itu .
Ji-bin pun tersenyum lalu menatap Chun-seok "Apa kamu menyukai ji-ah?"tanyanya yang membuat Chun-seok terdiam , karena selama ini Chun-seok sangat menyukai ji-ah.