
Setelah menyelesaikan transferannya kepada Chun-seok, Chun-seok yang saat itu sudah kewalahan bisa di selamatkan oleh sahabat nya Senja yang saat itu sungguh hanya punya uang itu karena baru mendapatkan uang dari ayahnya . Senja tidak bisa melihat sahabat nya kesulitan apalagi Chun-seok yang sangat kesulitan karena mamah dan ayahnya yang sudah bercerai dan bahkan tidak tau dirinya harus berbuat apa untuk kehidupannya selanjutnya . sesungguhnya Chun-seok termasuk kedalam anggota yang tidak terlalu kelihatan peduli tetapi di dalam dialah yang paling mengerti semua orang di antara sahabat bubble pals.
"Senja ...."teriak Woojin yang baru saja masuk ke ruang perpustakaan dan tentu saja membuat semua orang di seluruh perpustakaan melihat kearahnya.
"yaaa ... apa yang kamu lakukan "ucap Senja dengan pelan .
Woojin mendekati Senja dan berkata "maaf ... maaf semuanya, kembali lah belajar"ucapnya .
Senja menghela nafasnya lalu berkata " duduk lah , ada apa ??"tanya senja dengan berbisik.
"Aku dapat tiket konser , mau ikut gak , konser Treasure "jawabnya .
"Gak deh kamu aja , kalau nct aku ikut aku males nonton konser akhir akhir ini soalnya?? "ucap senja .
"Bias kamu di nct siapa ??"tanya woojin.
"Doyoung oppa , ya udah sana jangan ganggu aku "ucap Senja.
"ya udah sorry , tapi kamu ada yang cari tuh di depan fakultas kita "ucap woojin.
"benarkah ?? siapa ?? "tanya Senja .
"Chun-seok?? kalau gak salah itu kan ?? teman kamu , sahabat 5 bubble pals??"jawab woojin.
"Chun-seok?? serius?? gak mungkin ?? "ucap Senja yang terkejut karena dia baru aja mengirim email pada Chun-seok beberapa menit yang lalu .
"Benar , ini kan orangnya??"jawab Woojin sambil menunjukkan foto Chun-seok.
Seketika Senja langsung merapikan bukunya dan berlari ke depan fakultas dengan nafas ngos-ngosan akhirnya menemukan Chun-seok.
"ada masalah apa ?? "tanya Senja pada Chun-seok yang sudah menunggu sejak tadi sambil menahan tangisnya .
"ayok pergi "ajak Senja sambil memegang tangan Chun-seok dan pergi dari tempat itu.
Disisi lain ada Woojin yang melihat Senja memegang tangan Chun-seok sambil menahan cemburu, karena sebenarnya Woojin menyukai Senja sejak awal bertemu .
*apa aku terlalu tidak malu mencintai nya , apa aku terlalu jauh ...*batin woojin.
Senja dan Chun-seok sampai di sebuah taman universitas itu dan memilih tempat sepi .
"ada apa ?? masalah apa lagi ?? atau kamu merusak motor temanmu lagi ?? aku akan bantu , serius?? ayo lah bicara ??"tanya Senja .
" Senja ... mamah ....mamah
...hiks...hiks....hiks ... ma..mah ... pergi ...hiks ...hiks... mamah
...ud..ah pergi ... mamah pergi ... "tangis Chun-seok semakin keras .
"apa ?? astaga , aku baru tau , ya udah jangan nangis lagi , kita pergi kesana sekarang...jangan menangisi kita akan pergi "ucap Senja dan membawa pulang Chun-seok.
Senja tidak lupa memberitahukan kepada para sahabatnya untuk datang juga ke rumah mamah Chun-seok karena mamah Chun-seok dimakamkan sekitar 2 hari yang lalu tanpa sepengetahuan Chun-seok dan ayah Chun-seok masih disana . Sesampainya di sana
"Chun-seok..."ucap Ayahnya sambil menangis.
"kenapa ... kenapa ... kenapa appa menyembunyikan nya , kenapa Appa ... apa aku kurang layak menerima pemberitahuan tentang kematian mamah kandung aku sendiri ... hah !! " bentak Chun-seok kepada ayahnya dengan keadaan masih terisak tangis .
"Kamu berani membentak appa mu sendiri ?? huh!! dengarkan appa sekarang , mamah mu meninggal karena kecerobohan dirinya sendiri , dia tidak bisa menjaga dirinya sendiri ??"
"Chun-seok tenanglah ??"ucap Rey sambil memegang tangan Chun-seok dan merelai perkelahian antara anak dan ayah .
"Paman jangan emosi seperti ini , Chun-seok pasti syok karena hal ini , biarkanlah dulu , kamu akan menjaganya malam ini , paman pulanglah "ucap Senja.
"baiklah , tolong jaga Chun-seok dengan baik "ucap Appa Chun-seok.
"hiks ....hiks...hiks...mamah ... kenapa meninggalkan Chun-seok... aku mau mamah tetap disini ..hiks .hiks.s.s.s.s. "
Mereka jadi ikut menangis gara gara melihat Chun-seok yang menangis seperti itu , selama ini mereka belum melihat tetesan mata dan air mata yang begitu banyak dari sahabat mereka itu , mereka memberikan kenyamanan saat kesedihan melanda sahabat mereka . mereka menemani Chun-seok malam itu sampai akhirnya dia terlelap dalama tidur nya .
"Kita keluar bentar yuk ??"ucap Senja.
"baiklah ..."jawab yang lainnya .
Di luar rumah mamah Chun-seok
"Chun-seok.... benar benar luar biasa , bagaimana bisa dia .... menahan semua itu di London sendiri "ucap Ji-ah.
"Benar banget , apa dia gak kesulitan selama ini ??"tanya Senja.
"Ji-bin gimana ?? apa dia tahu kalau mamah Chun-seok itu ..."
"dia tahu kok aku udah bilang tadi , cuma karena belum bisa keluar saja , nanti kalau dia udah keluar dia pasti langsung kesini atau gak kita sama sama ke makam persinggahan Mamah Chun-seok nanti "ucap ji-ah.
"iya benar banget , setuju deh kalau gitu "jawab senja .
"Aku ... aku mau nangis ...hiks ...hiks.. bisakah jangan ada yang terluka diantara kita , kita udah sahabatan dari Smp , setidaknya jangan ada yang terluka diantara kita "ucap ji-ah sambi menangis meluapkan rasa sedihnya .
Tiba tiba suara mobil terdengar dan itu dari luar pagar rumah mamah Chun-seok, mereka semua mencoba mendekati itu dan melihat siapa yang datang waktu itu menunjukkan sudah malam jadi tidak mungkin ayah Chun-seok yang datang karena mereka juga bilang bahwa malam ini yang jaga Chun-seok adalah mereka .
Sambil mendekati suara itu dan orangnya kini mendekati rumah dan masuk kedalam rumah itu lalu .....
"ahhhhhh...."
Semuanya kaget dan ternyata yang masuk kedalam rumah itu adalah Ji-bin.
"Park Ji-bin....??"
"Sorry .... aku telat ya ... maaf ya ..." ucap Ji-bin.
"Kenapa datang ... bukannya kamu itu ..."
"Aku kabur habis dari sini aku langsung pulang kok , aku khawatir sama keadaan Chun-seok "ucap Ji-bin.
sambil mengeluarkan hembusan nafas yang sudah ngos-ngosan sedaritadi karena mengejar agar mereka berkumpul dan menenangkan Chun-seok bersama sama .
"Chun-seok dimana ??"tanya Ji-bin.
"istirahat di dalam , dia sudah tidur semenjak tadi hanya menangis saja tidak pernah diam "ucap Rey .
"iya itu benar ini saja baru tidur beberapa saat yang lalu ??"ucap senja .
"Aku khawatir dia akan begini jika kehilangan mamahnya makanya aku gak bisa tahan kalau aku gak ketemu dengan nya , aku akan melihatnya sebentar , memberi salam terakhir pada mamah Chun-seok lalu pergi "ucap Ji-bin .
"Ya sudah pergi lah , kami akan ikut kedalam tapi ingat pelan saja nanti Chun-seok terbangun "ucap Senja .
mereka semua kembali masuk kedalam rumah .
🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Bersambung.......
sampai bertemu di episode selanjutnya.....
bye bye guys ....