5 Bubble Pals

5 Bubble Pals
Episode 63. Death no one knows when it will be !!



...Pagi Hari...


Han ji-ah masih merenungi kematian ibunya, sedangkan Yoo Joon juga masih begitu masih diam dan tidak melakukan apapun , Senja memasak pagi itu untuk semuanya yang berada di rumah Ji-ah waktu itu , Senja kebingungan sendiri di dapur bagaimana menghadapi semuanya , bagaimana agar Ji-ah mau bersemangat lagi setidaknya tersenyum walaupun sebentar , Chun-seok melihat Senja termenung di dapur kemudian menghampiri nya .


Chun-seok berkata "Senja ...."ucap Chun-seok sambil menepuk pundak Senja .


Senja menoleh dan menatap Chun-seok kemudian berkata "Chun-seok, apa yang harus kita lakukan , sewaktu kamu seperti dirimu seperti ini apa yang kamu rasakan dulu ?? apa kamu sepertinya ??"tanya Senja .


Chun-seok pun menjawab "Apa yang Ji-ah rasakan sama dengan apa yang aku rasakan dulu , semakin hari semakin terisak ,tetapi perlahan aku semakin terima dengan kenyataan kemudian berjalan seperti hari hari biasa , aku yakin Ji-ah juga akan seperti itu nanti "Ucap Chun-seok.


Park Ji-bin dan Rey berada di ruang tengah sedang melihat Yoo Joon dan Ji-ah termenung , Ji-bin mendekati Ji-ah kemudian berkata "kamu baik baik saja ? "tanya Ji-bin.


Ji-ah berkata "Mamah selalu pergi dan pulang lewat pintu itu , aku selalu bertanya dia selalu kemana dan hanya menjawab bahwa dia hanya berjalan jalan menikmati masa tuanya , ternyata semuanya bohong , mamah pergi seminggu pulang beberapa hari ke rumah karena penyakitnya, dia menutupi itu semua sendiri , aku sebagai putrinya tidak pernah berbuat apapun yang hanya ada menyusahkan nya di setiap hidupnya , aku .... aku ... selalu menyusahkan tidak pernah membahagiakan nya .... aku bukan putri yang baik ."


Ji-bin pun memeluk Ji-ah sambil berkata"Bukan , kamu tidak seperti itu , bibi pasti tau betapa sayangnya kamu terhadapnya , jangan lakukan ini setidaknya tersenyum dan kuatlah untuk adikmu , lihatlah Yoo Joon dia tidak punya siapa siapa selain kamu , kalau kamu lemah dia juga akan ikut lemah setidaknya kuat untuk membuat Yoo Joon ikut kuat , lihat lah dia ...."ucap Ji-bin kemudian melepaskan pelukan itu dan memperlihatkan wajah sembab Yoo Joon .


Ji-ah pun menangis melihat wajah adiknya yang termenung dan terlihat tidak baik baik saja , Ji-ah pun terlihat memanggil panggil nama adiknya sambil menangis sesenggukan pasalnya adiknya baru saja beberapa bulan terakhir mengalami kasus dan akhirnya bahagia setelah berhasil melewatinya kemudian dia di hampiri musibah lagi kehilangan mamah mereka yang menjadi Single parent sejak usia mereka masih dini .


Rey duduk di sebelah Yoo Joon sambil mendengarkan curhatan hati Yoo Joon , Yoo Joon menatap dalam semua foto yang ada di depannya sambil berkata" mamah ... benarkah mamah meninggalkan kami , aku masih butuh mamah ... aku masih tidak percaya mamah pergi .... mamah selalu berkata mamah pergi liburan sekali seminggu walaupun dekat tapi selalu tetap pergi , aku masih percaya kalau mamah hanya berlibur bukannya pergi selamanya dari hidup kami ...."


Senja dan Chun-seok mendengar apa yang terjadi dan Senja ikut terisak mendengar hal itu , segera Chun-seok memeluknya dan mendekapnya erat, Ji-bin juga memeluk Ji-ah sedangkan Rey memeluk Yoo Joon.


Beberapa saat kemudian


Mereka semua kembali bersama di ruang makan dan menyarap makanan mereka disana , walaupun mereka masih bersedih mereka tetap harus makan agar kuat menjalani semuanya .


Keesokan harinya


mereka semua akhirnya pulang dan tetap bergantian untuk menginap di rumah Ji-ah dan ikut membantu nya , hari pertama Ji-ah di bantu oleh Senja untuk membuka toko dan hari pertama membuka toko Yoo Joon belum bisa untuk perform di coffee shop ji-ah.


Di coffee shop


Ji-ah berkata "Makasih Senja udah bantuin semuanya ...."ucapnya .


"hmm baiklah ..."jawab Ji-ah.


Pintu terbuka saat mereka bercerita , kemudian mereka sama sama berkata "Selamat datang ...."


"Oh mamah ...."ucap Senja .


Mamah Hyo jin datang bersama Ha-joon, mamah Hyo jin datang sambil tersenyum kemudian berkata "Mamah ingin berbicara berdua denganmu , Ji-ah bisa temani Ha-joon sebentar "ucap mamah Hyo jin.


"Baiklah bibi "jawab Ji-ah kemudian membawa Ha-joon duduk di sebelahnya , sedangkan Senja dan mamah Hyo jin pergi ke atas untuk berbicara.


"Ada apa mah ??"tanya Senja.


"ini menyangkut kakakmu Jihoon, ayah kandungnya kemarin bertemu mamah dan memberikan ini , mamah tidak tau harus berbuat apa ? mamah diskusikan hal ini pada ayahmu dia menjawab diskusikan denganmu saja dia tidak mengerti dan berpikir kamu akan kasih solusinya "ucap mamah Hyo jin sambil memberikan berkas yang ada di tangannya .


Senja pun membukanya dan melibat bahwa isi dari dokumen itu adalah surat pemindahan kuasa perusahaan untuk Jihoon, karena mamah Hyo jin tau jihoon akan mengembalikan ini makanya meminta bantuan Senja .


"Mamah tau bukan ? ini tidak akan di terima kak jihoon , dia akan marah kalau tau mamah menerima ini , bagaimana dengan keluarganya apa mereka juga tau ayah kak jihoon memberikan aset perusahaan nya pada Kak jihoon"ucap Senja .


Mamah Hyo jin menjawab "selama ini ayah kandung jihoon tidak pernah menikah lagi dia hanya berbohong , dia menutupi bahwa dia mengidap kanker otak dia baru memeriksanya setelah bertahun tahun dan tidak tau sudah sampai tahap akhir, ayahnya meninggal beberapa hari yang lalu dan meninggalkan semua harta bendanya pada putranya , mamah bahkan tidak tau apa yang harus mamah katakan pada kakakmu "ucap Mamah Hyo jin.


"mamah ...."


"Bantu mamah menjelaskan semuanya agar kakakmu mau menerima semuanya , bantu mamah ya Senja ...."ucap mamah Hyo jin memohon bantuan pada Senja sampai sampai mamah Hyo jin mengeluarkan air mata.


"Mamah jangan khawatir aku akan menjelaskan semuanya pada Kak jihoon, mamah pulang aja bawa Ha-joon jangan bawa dia kesini dia akan mengacau nanti , aku akan pulang besok dan satu lagi jangan menangis lagi , ingat !!"ucap Senja .


"Baiklah , baiklah mamah akan pulang dan bawa Ha-joon bersama mamah "ucap mamah Hyo jin.


"hmm baiklah "


Akhirnya mamah Hyo jin dan Ha-joon pulang kemudian Senja dan Ji-ah juga melanjutkan kerja mereka di coffee shop Ji-ah dan beberapa saat kemudian akhirnya Yoo Joon ikut bergabung hari itu dan memulai kembali pekerjaan nya sebagai penyanyi di coffee shop kakaknya . Yoo Joon datang membawa senyuman manisnya dan memperlihatkan senyumannya pada kakaknya dan semua orang yang ada di coffee shop hari itu .