
Pagi Hari Di Rumah Sakit
Semuanya telah datang untuk melihat baby Ji-ah dan Chun-seok, terutama mamah Chun-seok, orangtua Senja , Ha-joon, Jihoon dan keluarga dan yang lainnya juga .
Pertama mamah Chun-seok menggendong Baby itu dengan sepenuh hati bahkan menangis melihat kehadiran cucu pertama nya , karena Ayah kandung Chun-seok tidak lagi bersama mereka , mereka tidak mengundang ataupun menghubungi ayahnya lagi baik itu sewaktu pernikahan ataupun saat Chun-seok sudah memiliki putra .
Orang tua Senja juga terlihat sangat bahagia melihat lahirnya putra dari Chun-seok, mereka semua ikut bahagia atas lahirnya putra dari Chun-seok.
Yoo Joon pun mendekat lalu berkata "Apa aku boleh menggendong nya ??"tanya Yoo Joon dengan perlahan .
Chun-seok menjawab "Hmm boleh dong , kamu kan pamannya ??"ucap Chun-seok , Ji-ah juga terlihat mengangguk.
Yoo Joon pun mulai menggendong Bayi itu dengan hati hati , sata melihat bayi kecil itu , perasaan Yoo Joon tidak karuan , hatinya berdebar , matanya bersinar seolah dia melihat malaikat saja , kemudian Yoo Joon pun berkata " Aku akan jadi paman yang baik untukmu , aku akan selalu ada bersamamu bila kamu perlu diriku " ucapnya yang membuat Ji-ah sangat terharu .
Kemudian beberapa saat kemudian akhirnya baby mereka di bawa ke ruangan khusus bayi untuk beristirahat, lalu keesokan harinya mereka kembali lagi kesana untuk melihat baby .
Senja , Rey , Ji-bin , Chun-seok dan juga Ji-ah yang pakai kursi roda menatap Bayi kecil Chun-seok dan ji-ah di luar ruangan khusus bayi .
Senja berkata " Apa bayi kami juga akan seperti itu ...." ucap senja berharap dia akan segera melihat baby mereka .
Ji-bin berkata "tangannya kecil sekali ... oh imutnya .... "
Rey juga berkata "Kamu kasih nama siapa bayi kalian , bayi kalian laki laki , apa kami harus ikut di dalamnya ??"tanya Rey .
Chun-seok hanya tersenyum kemudian menjawab" Kami sudah memiliki nama untuknya , namanya Park Ji-Seok , ji untuk nama Ji-ah, Seok dari nama belakang ku , bagaimana??"tanya Chun-seok.
Mereka semua pun menatap satu sama lain kemudian menatap Chun-seok secara bersamaan lalu menatap bayi kecil Ji-ah dan Chun-seok sambil mengeluarkan jempol mereka secara bersamaan bahwa mereka setuju dengan nama itu , bahkan bayi mereka melihat lalu tersenyum, Senja pun berkata"Kurasa bayi kalian juga setuju dengan nama itu ??"ucap Senja .
"aku rasa juga begitu , dia suka nama yang kamu berikan sayang "ucap Ji-ah sambil melihat bayi mereka .
Beberapa Hari Kemudian
Ji-ah sudah bisa pulang dan membawa bayi mereka kembali ke rumah , Ji-bin, Senja , dan Rey masih stand by disana juga dan tentunya untuk pergi melihat Baby Ji-Seok .setelah selesai berkemas mereka pun pulang .
Sesampainya di rumah , terlihat beberapa barang yang sudah di beli , beberapa perlengkapan bayi, mulai dari Pampers , segala perlengkapan mandi bayi dan banyak lagi , Chun-seok belum sempat membelinya dan heran kenapa itu semua ada disitu .
Ji-bin pun berkata "tada...... aku yang beli gak usah heran gitu di barengi uang dari Rey dan Senja , kami beli bersama sama , gimana menurut kalian berdua ??"tanya Ji-bin.
Ji-ah kagum lalu berkata "Woah... ini semua sangat cantik , aku suka sekali , kalian bisa saja memilih selera ku "ucap Ji-ah.
"ya untuk apa kita temenan sampai umur segini kalau gak tau apa apa tentang siapapun diantara kita "jawab Senja .
"Karena itu yang membuat persahabatan kita indah dari siapapun, aku suka persahabatan kita sampai hari ini juga , dan ingat Ji-bin ataupun kamu Rey , Senja ... jika kami pergi lebih dulu tolong jaga baby Ji-Seok seumur hidup kalian "ucap Chun-seok.
Rey pun menjawab"Sebaliknya ... jika kami pergi lebih dulu tolong jaga anak kami juga , bukan begitu Ji-bin??"tanya Rey .
"Yes that right!! itu persahabatan yang sesungguhnya "jawab Ji-bin.
Ji-bin hanya mendapat seminggu dari kantor untuk libur , karena masih banyak jadwal yang dia harus ikuti , seminggu dia lakukan untuk ikut serta menjaga baby Ji-Seok, karena baginya istirahat kemanapun tidak penting jika sendiri lebih baik di rumah tapi selalu bahagia bersama seseorang.
Sementara itu Rey dan ji-ah Kemabli ke rumah mereka , rumah Senja adalah rumah mereka yang sekarang , Rey selalu menurut jika bukan ini harus beberapa kali bolak balik jakarta Korea karena permintaan dari calon baby mereka , Senja bahkan tidak banyak permintaan untuk hamil nya hanya sering minta Rey pulang saja .
Malam Di Rumah Senja dan Rey
Senja dan Rey masih menonton drama di kamar mereka sambil duduk di ranjang mereka , dimana Senja bersandar di bahu Rey dan Rey yang banyak tersenyum menonton drama itu , mereka berdua menikmati drama tersebut.
Rey pun berkata " Aku tidak sabar melihat baby kita lahir "ucapnya .
Kemudian Senja mantap suaminya sambil menjawab"aku sudah menduga kamu akan mengatakan hal itu , aku juga terharu melihat kelahiran baby mereka , rasanya ingin cepat agar bayi kita juga keluar dengan cepat , walaupun butuh waktu tapi banyak permintaan juga gak papa kan ??"tanya Senja .
"baby kita juga akan lahir tiba waktunya nanti , jadi bersabar lah ..."ucap Rey sambil mengelus perut Senja.
Senja pun tersenyum begitu juga Rey dia juga terlihat lebih bahagia .
Di Rumah Chun-seok
Tok ...tok...tok ....
Suara bel pintu rumah mereka , Ji-bin pun membuka pintu dan melihat siapa yang datang.
"Siapa ?? lah Ye-jin ...."ucap Ji-bin sambil membuka pintu rumah .
Ye-jin tersenyum kemudian masuk kedalam sambil membawa beberapa hadiah untuk kelahiran baby Ji-Seok "Maaf ya baru datang ,
kemarin aku sibuk soalnya baru sempat datang deh ..."ucap Ye-jin.
"Jangan gitu lah ... gak papa dong yang penting datang , iyakan Ji-bin??"ucap Chun-seok sambil melirik ke arah Ji-bin.
"iya dong , yang penting datang , oh iya Ye-jin bukannya bukan depan kamu adakan acara juga , jangan lupa di undang ya ??"ucap Ji-bin.
"tentu saja , aku pasti tidak melupakan kalian " jawab Ye-jin.
Ji-ah memberikan kode pada Chun-seok kemudian berkata "ah bukan depan ya ... gak usah deh Ye-jin, sepertinya Ji-bin saja yang diundang kami ada acara mungkin hari itu , Rey dan Senja juga pasti gak bisa , soalnya mereka mau balik ke Indonesia "ucap Chun-seok.
"ah gitu ya ... ya udah kalau gitu Ji-bin bisa kan ??"tanya Ye-jin.
Chun-seok memukul pundak Ji-bin lalu berkata "Pasti bisa dong , iyakan Ji-bin??"tanya Chun-seok.
"Ah iya boleh , bisa kok ,bisa ...."jawab Ji-bin dengan pasrah saja.
Ji-ah dan Chun-seok hanya bisa tersenyum sedikit saja , melihat tingkah laku Ji-bin dan Ye-jin yang terlihat sudah mulai menaruh hati pada Ji-bin.
Koreksi : Ye-jin adalah nama untuk pelukis kemarin ya , saya salah kasih nama setelah saya baca ulang kemarin yang saya tulis Ye-jun , dan yang mau saya buat karakter nya itu adalah Ye-jin yaitu Lee Ye-jin,, maaf ya guys jangan salah paham .