5 Bubble Pals

5 Bubble Pals
Episode 50 . Sekuat Hatimu



"Aku selalu berpikir untuk semuanya tapi pikiran itu yang membunuh ku ."


Senja memeluk Ji-bin kemudian berkata"Sudahlah kita semua punya rencana yang berbeda beda , semua orang punya pendapat masing masing , masih ingat hal pertama yang kamu katakan padaku tentang mimpimu ??"tanya Senja .


Ji-bin melepaskan pelukan itu lalu menjawab "Ingat , aku mengatakan kalau aku akan jadi aktor dan akan selalu menjadi kebanggaan dari semua sahabat ku terutama Senja , aku mengatakan kalau menjadi aktor mungkin butuh proses yang banyak dan tidak mudah , karena aku tau sahabat ku tidak akan pernah meninggalkan ku walau hanya sedikit kesalahan"ucap Ji-bin sambil menatap senja .


Senja berkata "Kalau kamu tau itu untuk apa mati sia sia ? apa kamu pikir jika kamu mati semua orang akan menghargai mu? apa kamu berpikir jika kamu mati , semua orang yang membencimu akan menyayangi mu kembali ? mereka yang mencintaimu akan mendukung semua yang kamu inginkan, mereka yang membencimu bukan orang yang mencintaimu melainkan orang yang hanya singgah sebentar di hidupmu , mereka adalah orang asing , ingat hal itu Ji-bin "ucap Senja .


Ji-bin tersenyum , sedangkan Chun-seok yang mendengarkan di balik pintu ikut tersenyum, Saat Rey menatap melihat Chun-seok tersenyum Rey ikut berdiri dan diikuti oleh ji-ah juga "Ada apa ??"tanya ji-ah sambil menjinjit kakinya karena tidak bisa melihat ke dalam .


Rey yang menyadari akan hal itu langsung tertawa lalu berkata"hahahah.... makanya jangan pendek !!"ucapnya mengejek Ji-ah, Ji-ah langsung bete dan geser ke sana kemari yang akhirnya membuat pintu terbuka lebar alhasil Senja dan Ji-bin menatap ke arah mereka dengan terheran .


Mereka akhirnya masuk dan duduk bersama Senja dan Ji-bin.


"Bagaimana perasaan mu ??"tanya Chun-seok.


"baik baik saja sekarang??"ucap Rey.


Ji-ah mengerutkan bibirnya dan mulai menangis "Kamu ... baik baik saja ??"


Senja juga berkata "Semua orang ada masanya, Semua masa ada orangnya , people come and go, semua orang yang dekat dengan kita akan pergi dan meninggalkan kita , begitu juga kami "ucap Senja.


Rey kebingungan lalu berkata"Apa kita akan meninggalkan nya juga ??"


"ya apa maksudmu ??"ucap Ji-ah.


"ya bukan begitu , kita juga akan berpisah nanti , kalau kita menikah kita akan punya urusan masing masing , kita akan sibuk dengan keluarga kita "ucap Senja .


"iya kita akan sibuk dengan keluarga kita , tapi kita akan meluangkan waktu dengan sahabat kita bukan ? kita sahabat selamanya dan akan jadi begitu , jika kita sudah menikah , semuanya akan tetap sama "ucap Chun-seok.


"Benar , jadi Ji-bin... jangan akhiri hidupmu hanya karena komentar orang lain , biarkan mereka menatap mu keji , mereka bahkan tidak tahu apa yang kamu lakukan "ucap Rey .


"itu benar , selama ini kamu banyak tawa tapi menyimpan banyak luka , orang yang banyak tingkah punya masalah dengan mentalnya , itu sama saja membohongi kami juga ? kamu selalu menggangguku, apa kamu sebahagia itu jika melakukannya ??"ucap Ji-ah.


"Hm ... aku selalu menutupi semua kesedihanku terhadap orang lain begitu juga dengan para sahabat ku , karena jika aku mengungkapkannya kepada orang yang paling dekat dengan ku dan paling aku sayangi mereka akan terperangkap juga dalam kesedihanku "ucap Ji-bin.


Ji-ah menjadi cengeng dan menangis mendengar hal itu ,kemudian mendekati nya dan memeluk nya sambil berkata"aaa.... bisakah kamu terus mengganggu ku saja ? aku rindu Ji-bin yang dulu ..."


Senja dan yang lainnya ikut memeluk Ji-bin dan menangis juga .


"Jangan pernah tunjukkan dirimu dengan darah yang berlumuran di tubuhmu lagi , jika kamu melakukan itu lagi ,kami tidak akan memaafkan mu "~ Chun-seok.


"Ya jangan menangis , kalian memperlakukan ku seperti orang yang sudah mati saja "ucap Ji-bin.


"Aku bisa tenang Jika mereka bersama begini "batin ayah Ji-bin.


...Beberapa hari kemudian...


akhirnya Ji-bin merasakan luas dan lapang, sedangkan para sahabatnya masih stay menunggunya dan selalu bersamanya .


Saat ini Ji-bin ingin sarapan pagi tapi tangannya belum sembuh total yang akhirnya disuap oleh Chun-seok, "Makan yang benar , agar cepat pulang gak bosan apa tiduran di ranjang ini , kami aja bosan tidur di sofa "ucap Chun-seok.


"Siapa yang menyuruh kalian tetap disini , kan kemarin aku bilang pulang aja ,gak usah kesini !! lagian ayah selalu disini , untuk apa menjagaku ??"jawab Ji-bin.


"Kalau kamu tidak ingin di jaga , makannya harus banyak dong ? kalau mereka gak kesini , kamu pasti membuang makanan dan obat mu kan ? jangan mengira ayah tidak tahu , cepat makan jangan ngeluh "ucap ayah Ji-bin sedikit membentak Ji-bin.


"Baiklah "jawab Ji-bin dan melanjutkan makannya .


"Ayah ada pekerjaan lain , bisa minta tolong kalian menjaga Ji-bin untuk paman "ucap ayah Ji-bin.


"Siap laksanakan paman !!"ucap Rey .


Ayah Ji-bin pun pergi sedangkan semua sahabat nya masih bertahan disana . Senja mulai mengambil laptopnya dan meninjau Vidio ataupun yang berkaitan dengan Ji-bin.


"ya... setelah percobaan bunuh dirimu terungkap , mereka mulai menyanjung mu lagi , apa benar mereka sayang padamu ? "ucap Senja .


Ji-ah mendekati Senja sambil melihat handphone nya lalu berkata" Setidaknya komentar buruk tentang Ji-bin sudah tertutup "ucapnya .


"Apa aku harus melamar jadi CEO di SM entertainment saja ??"Rey bertanya tanya akan hal itu yang membuat semua mata tertuju padanya .


"Kamu punya perusahaan sendiri , untuk apa melamar kerja disini , atau jangan jangan ...."~ ji-ah.


"jangan jangan apa ??"tanya Rey .


"gak jadi deh !!"ucap Ji-ah sambil tersenyum.


"Dasar aneh !!"~ Rey .


Ji-bin selesai makan dan ikut bergabung dengan mereka untuk bercerita"Bukannya kamu dapat tawaran untuk bekerja di SM entertainment, kamu tidak memberitahu pada mereka??"ucap Ji-bin.


"apa ??"


Semuanya terkejut dengan hal yang baru diberitahukan oleh Ji-bin.