
Beberapa Hari Setelah Kematian Mamah Ji-ah
Senja dan yang lainnya berkumpul di rumah Chun-seok , Rey juga belum pulang dan lebih tepatnya bekerja lewat laptop doang .
"Jadi ... bagaimana perasaan mu sekarang??"tanya Ji-bin pada Ji-ah.
Ji-ah menjawab "Ya mau gimana semua sudah berada dimana aku harus kuat , adikku benar benar butuh aku , kalau aku lemah siapa yang akan jaga dia "jawabnya .
Senja tersenyum mendengar perkataan Ji-ah kemudian berkata "aku senang kamu kembali lagi , benar benar senang dan bahagia "ucap Senja .
Ji-ah kembali tertawa kemudian berkata "Kalau bukan karena kalian aku tidak gimana ? aku bahagia ada kalian di hidup ku , kalian bukan sekedar sahabat tapi kalian juga rumahku "ucap Ji-ah.
"ini benar benar indah bukan ? kita berlima di pertemukan dengan tidak sengaja dan tidak sadar bahwa waktu yang kita habiskan sudah sejauh ini , kita benar benar luar biasa bukan ??"ucap Ji-bin.
"Kamu benar , rumah kita yang besar dan nyaman itu bukan rumah kita yang sebenarnya tapi rumah kita adalah kita "jawab Rey .
Chun-seok beranjak dari tempat duduk nya yang membuat semuanya terheran ,kemudian Chun-seok berkata "Bagaimana kalau kita pergi ke luar , kalau dipikir pikir kita jarang keluar kalau malam , benar bukan ??"ucap Chun-seok.
Senja menatap semuanya sambil tersenyum kemudian ikut beranjak juga "ayo let's go !!"ucapnya .
Merek semua ikut beranjak kemudian pergi keluar pada malam hari dengan mengendarai sepeda , mereka bersepeda mengelilingi kota .
Mereka sangat bahagia menaiki sepeda pada malam hari , semua tawa yang ada pada wajah mereka malam itu sangat nyata dan benar benar indah .
Malam itu mereka benar benar bahagia , mereka bersepeda dan tertawa sambil menatap satu sama lain , dan itu sangat indah untuk dilihat .
Selesai bermain sepeda mereka langsung pergi ke sebuah wahana malam dan banyak menikmati makan walaupun makannya jauh dari wahana untuk menjaga agar tidak ada yang tau Ji-bin bersama mereka pada saat itu .
Mereka sama sama menjaga satu sama lain dan itu adalah sistem yang mereka buat sendiri untuk prinsip persahabatan mereka tersendiri.
Mereka makan di taman sambil menikmati pemandangan malam yang indah , selesai makan mereka merebahkan tubuh mereka di atas rumput hijau itu .
"wah benar benar indah ... aku suka langit Korea "ucap Ji-bin.
Ji-ah tertawa tepat di sebelah Ji-bin kemudian menjawab "apa kamu bodoh ? tentu saja kamu suka langit Korea kamu kan tinggalnya di Korea "jawab Ji-ah.
Rey berada tepat di sebelah Senja kemudian perlahan memegang tangan Senja dengan lembut yang membuat Senja dan Rey sama sama tersenyum , begitu juga Chun-seok perlahan memegang tangan kiri Ji-ah sambil tersenyum , tangan kanan Ji-ah ada Ji-bin yang selalu merasakan janggal dengan hubungan diantara para sahabatnya.
Ji-bin merasakan aneh kemudian duduk secara cepat dan menatap semua sahabat nya sambil berkata "Kalian tidak menyembunyikan sesuatu dari ku bukan ??"ucap Ji-bin dengan penasaran.
"enggak tuh ??"jawab Chun-seok dan memalingkan pandangannya begitu juga yang lain .
"ya jujur lah padaku sekarang!!"ucap Ji-bin dengan tatapan penuh penasaran nya .
Ji-ah merasa bersalah menyembunyikan hal itu dari mereka kemudian menjawab "baiklah , baiklah akan ku jawab , aku dan Chun-seok sudah berpacaran "ucap Ji-ah dengan tegas .
Semua mata melihat ke arah Chun-seok dan ji-ah secara bersamaan, Ji-bin berkata " apa ? sudah berapa lama ? ya Han Ji-ah bukankah kamu bilang kamu menolaknya, apa ... apa yang terjadi ??"ucapnya .
Rey menatap Senja kemudian berkata"Kamu mengetahui hal ini ?!"tanya Rey .
"ah itu ... bukannya aku tau tapi memang aku tau kalau Ji-ah benar benar tidak menolak Chun-seok hanya saja belum memikirkan nya ,lagian bagus dong kalau mereka sama sama suka "ucap Senja .
Kemudian Ji-bin berkata"Kalian berdua tidak seperti itu kan ??"tanya Ji-bin pada Senja dan Rey .
"itu benar , jangan salah paham pada kami "ucap Senja .
"Baiklah , baiklah jadi .... sejak kapan kalian mulai berkencan ??"tanya Ji-bin pada Chun-seok dan ji-ah.
Ji-ah menatap Chun-seok kemudian mengalihkan pandangannya kepada sahabatnya dan berkata "Sejak kita ... maksudku sebelum kita nonton konser Nct "jawab Ji-ah .
"Wah kalian benar benar ya.... kalian berdua benar benar tidak pacaran kan ??"tanya balik Ji-bin pada Senja dan Rey .
"Enggak Ji-bin!!"jawab Senja dan Rey secara bersamaan.
"Ya udah deh balik yuk !!"ucap Ji-bin.
"ayo "
Mereka pun pulang bersama sama ke rumah Ji-ah.
...Keesokan harinya Di Bandara...
Pagi itu mereka mengantar Rey ke bandara ,karena Rey akan pulang ke rumah nya di Jakarta , karena mereka mengantar Rey pulang Ji-bin tidak ikut karena takut para penggemar nya berada di sana . Ji-bin hari itu juga sedang syuting drama juga .
Setelah mengantar Rey pulang , Senja berkata"Aku udah di jemput Jisoo, aku duluan ya ..."ucap Senja .
"Oke baiklah "
Senja pun pergi bersama Jisoo ke kantor dan menemui kakaknya jihoon disana .
"Jisoo, pergilah ... jika ada yang perlu sekali kamu kabari aku "ucap Senja .
"Baik Bu "jawab Jisoo.
Senja pun menghampiri Jihoon disana kemudian berkata "Udah lama menunggu Oppa ??"ucap Senja .
Jihoon menjawab"tidak ... baru saja kakak datang , mau bicara apa ??"ucap Jihoon.
Senja memberikan sebuah dokumen kemudian berkata"Ini wasiat terakhir ayah kandung kakak , mamah tidak mau memberikan nya langsung padamu takut kamu menolaknya secara langsung di depan mamah "ucap Senja .
Jihoon pun membuka dokumen itu dan melihat kemudian berkata "Perusahaan?? ini apaan, terus kamu bilang apa ?? surat wasiat? emangnya dia udah meninggal , kalaupun dia udah gak ada harusnya berikan pada istri keduanya bukan padaku "ucap Jihoon.
"Sebenarnya.... ayah kak jihoon gak pernah nikah dan semua milik nya di serahkan padamu mulai dari rumah dan perusahaan nya , ayah kak jihoon benar benar sakit dan akhirnya meninggal , Sekretaris ayah kak jihoon bertemu dengan mamah dan memberikan semuanya , mamah harap kamu mau ke perusahaan itu karena mereka butuh kakak , perusahaan itu hampir bangkrut karena tidak adanya pemimpin di perusahaan itu , Senja akan bantu kakak jika ada masalah "ucap Senja .
"Ayah benar benar sakit ? aku akan kesana untuk melihat , tapi Senja .... apa aku berhak kesana ?? "
"Kenapa bicara seperti itu dia ayah kakak , sudah seharusnya kesana "ucap Senja.
"Aku bahkan tidak terkejut ataupun menangis mendengarnya meninggal apa aku keterlaluan?? apa aku benar benar anaknya ?? aku bahkan tidak mengeluarkan air mata sedikit pun , aku tau dia pergi karena penyakitnya , tapi aku tidak menangis ?? Senja apa yang harus aku lakukan ?? "ucap Jihoon kebingungan sendiri .
Senja menenangkan nya kemudian memeluk kakaknya kemudian mengucapakan " Kakak ... setidaknya pergilah dan lihat dia jika Kakak memasuki rumahnya mungkin kakak akan tau semuanya ... aku akan menemani kakak jika kakak terlalu takut sendirian kesana "ucap Senja .
Jihoon mengangguk dan mengiyakan hal tersebut .