
Setelah selesai mengelilingi beberapa tempat yang ingin di tuju, mereka pun akhirnya pulang malam itu juga , di balik itu semua ternyata semenjak mereka semua berangkat, ada yang mengikuti mereka dari belakang menggunakan mobil juga , hanya Senja yang sadar jika mereka sedang diikuti tapi tidak terlalu di pikirkan olehnya dan tetap happy seperti biasanya .
Beberapa saat perjalanan di dalam mobil Senja , mereka semua bercanda bahkan si kembar tertawa lepas sekali , Ji-woo berkata " Mamah ... ayah... apa kami juga boleh memanggil paman Ji-bin dengan sebutan ayah ..."ucapnya .
"Tentu saja ... paman Ji-bin juga ayah kalian tentu saja harus memanggil nya ayah , dan Hana juga adik kalian , kalian harus menjaga Hana dengan baik " ucap Rey .
"Baiklah ayah ... ayah ...ayah ... aku mencintaimu "ucap Ji-ho.
"Ooo ... Ji-ho, mamah gak di sayang gitu ??" ucap Senja.
"Tentu saja sayang mamah ... mamah aku menyayangimu... I love you mamah ...." ucap Ji-ho sambil mencium mamahnya .
Senja langsung memeluk erat putranya, Ji-woo juga tidak mau kalah , Ji-woo langsung memeluk mamahnya dengan erat .
"Papah gak di cium nih , kalau Ji-woo dan Ji-ho gak mau cium papah hari ini selama nya gak akan bisa cium papah ...." ucap Rey sambil tersenyum.
Bukannya dicium di kembar Ji-woo dan Ji-ho hanya bisa mengejek ayah mereka yang membuat Rey semakin merajuk , walaupun hanya berpura pura saja , hal itu membuat Senja, Ayah Senja, Mamah Hyo jin, dan Rey tertawa lepas .
Sementara itu di mobil Ji-ah, Hana dan Ji-Seok tidak berhenti minta turun dari mobil , merengek dan menangis , bukannya membujuk Ji-ah, Chun-seok dan Ji-bin malah mendiamkan mereka disana , mereka juga stress melihat tingkah anak mereka , Ji-ah pun mulai berbicara, Ji-ah berkata" Jangan bersuara !!"ucap Ji-ah.
Itu saja tidak membuat mereka , Ji-Seok semakin menangis begitu juga dengan Hana , Ji-bin memeluk mereka berdua sambil berkata"tak apa , mobilnya berjalan dengan bagus , tenang saja .."ucap Ji-bin.
Tidak alam kemudian mobil datang dari depan mereka dengan sangat laju hingga menabrak kaca spion mobil yang dikemudikan oleh Chun-seok dan untungnya hanya kaca yang tertabrak, bahkan mobil yang dikemudikan oleh Rey juga kaca spion nya rusak .
"tak apa ??" ucap Ji-ah sambil menggenggam tangan Chun-seok.
Chun-seok pun menggelengkan kepalanya begitu juga dengan Senja , Senja juga menggenggam tangan Rey sambil berkata " tak apa ?? "tanya Senja .
Rey juga menggelengkan kepalanya pertanda dia baik baik saja hanya kaget saja , setelah agak lega sedikit karena anak anak juga ikut menangis dan takut tiba tiba rem mobil Chun-seok tidak bisa dikendalikan hingga membuatnya panik sepanik paniknya kemudian berkata "Ya Park Ji-bin!! keluarlah !!"teriak Chun-seok.
"kenapa , ada apa ??"tanya Ji-bin yang ikut panik dan khawatir bahkan Ji-ah juga panik .
"Ada apa ??"tanya ji-ah panik dan khawatir.
"Cepatlah !!"teriak Chun-seok.
"Ada apa!!"teriak Ji-ah karena takut dan panik sekali .
Chun-seok tiba tiba menangis kemudian membuka pintu dekat dengan Ji-bin lalu berkata " Remnya tidak bisa berhenti... bawa anak anak Ji-bin, aku mengandalkan mu "ucap Chun-seok yang sudah menangis.
Ji-bin bahkan tidak bisa meninggalkan mereka berdua di dalam mobil , dan beberapa saat kemudian ada mobil didepan mereka , Chun-seok segera memutar mobil tapi tak sempat karena mobil yang dikemudikan oleh Rey juga datang terlalu cepat yang mengakibatkan kecelakaan tragis disana, mobil mereka bertabrakan dengan mobil yang di depan begitu juga Mobil Rey bertabrakan dan terbentur keras yang membuat mobil hancur .
Semua dalam kondisi tidak baik baik saja , luka di seluruh tubuh mereka masing masing sangat serius , Ji-bin masih bisa tersadar melihat semuanya hancur dan melihat Hana dan Ji-Seok dan menangis disana , walaupun masih sedikit pusing , Ji-bin berusaha membawa pergi Hana dan juga Ji-Seok menjauh dari mobil takut jika mobil akan meledak , dengan hati yang terkikis tidak bisa menahan air matanya menangis melihat Ji-ah dan Chun-seok yang sudah berlumuran darah Ji-bin berusaha mengangkat Ji-Seok dan Hana dari tempat itu .
Ji-bin menghancurkan kaca yang menghalangi lalu melepaskan mereka , setelah berhasil menjauhkan Hana dan Ji-Seok dari mobil itu , Ji-bin mendengar tangisan dari di kembar .
Karena sudah tidak tau harus apa karena semua butuh pertolongan juga dan hanya dirinya yang sadar , Ji-bin menangis menunduk tidak tau harus apa apa , tiba tiba Chun-seok terbangun walaupun sangat kesakitan , dia melihat Ji-Seok yangs udah jauh dari mobil dan melihat Ji-ah yang berada di sebelah nya berlumuran darah tersebut kemudian menggenggam tangan nya dengan erat .
Ji-bin menatap Chun-seok dengan mata yang berkaca kaca kemudian mengalihkan pandangannya ke arah mobil Rey dan berusaha mengeluarkan si kembar tapi tak kunjung berhasil karena di kunci dari dalam dan kaca mobilnya tebal sekali .
"Ji-woo... Ji-ho... "ucap Ji-bin sambil menangis dan berusaha membuka pintu mobil walaupun tangannya sudah terluka sekali .
Setelah berhasil membuka pintu , Ji-woo dan Ji-ho berhasil di jauhkan dari mobil itu juga , kemudian Ji-bin ingin bersiap siap untuk berlari menyelamatkan teman temannya tetapi di tahan oleh seorang wanita.
Wanita itu berlari kemudian menhan tangan Ji-bin sambil berkata "jangan .... kamu bisa mati jika kesana !! terima wanita itu .
Ji-bin pun terkejut melihat orang yang menahan nya , kemudian melihat ke arah semua teman temannya juga dan akhirnya mobil itu terbakar habis , suara ledakan itu membuat hati Ji-bin hancur lebur , matanya berair dan tubuhnya langsung lemas dan menunduk, semua badannya gemetar , pikirannya kalut .
"Tidakkkkkkk........ "
Teriakan Ji-bin membuat wanita yang di sebelahnya ikut teriris , wanita itu adalah Ye-jin , Ye-jin memeluk Ji-bin dengan erat , karena sudah tidak kuat lagi Ji-bin akhirnya pingsan dan tidak berdaya lagi .
Ye-jin menghubungi ambulans dan segera membawa semuanya , terutama anak anak , mereka langsung di bawa menuju rumah sakit dan diberi pengobatan .
Jihoon yang sudah di telepon oleh pihak rumah sakit langsung lari ke rumah sakit , begitu juga dengan Yoo Joon, Yoo Joon juga langsung berlari menuju rumah sakit dan tentunya Ha-joon yang berada di luar negeri langsung pulang ke Korea .
Beberapa saat kemudian Ji-bin sudah terbangun dan beberapa polisi datang ke sana , saat Ji-bin membuka matanya perlahan melihat polisi , polisi itu langsung menangkap Ji-bin dan memborgol tangannya sambil berkata " Kamu ditangkap atas kasus perencanaan pembunuhan , kamu berhak diam dan memanggil pengacara ."
Ji-bin pun dibawa oleh pihak kepolisian dan tentunya itu membuat Ye-jin kaget dan menghentikan polisi " apa yang kalian lakukan !!" teriak Ye-jin.
"Maaf ... kamu menghalangi tugas kami , Silahkan panggil pengacara jika ingin menyelesaikan semuanya "ucap salah satu polisi yang bertugas .
perlahan tangan Ye-jin lepas dari tangan Ji-bin, dan saat itu juga Jihoon dan keluarga kecilnya datang dan melihat semua anak anak .
Ye-jin juga masuk kedalam, kemudian Serana berkata " apa kamu yang memanggil ambulans, terima kasih ..."ucap nya tanpa tau yang di depannya adalah ibu Kandung Hana .
Jihoon menangis melihat mirisnya wajah dan tubuh anak anak dari adik adiknya yang masih kecil dan masih lembut itu , Ye-jin pun mendekat lalu berkata " Maaf sebelum nya ... tapi ... Senja , Rey , Ji-ah dan Chun-seok tidak bisa di selamatkan lagi "ucap Ye-jin.
"Mamah dan ayah kami bagaimana??"tanay Jihoon.
"Itu juga "jawab Ye-jin dan menghapus air mata nya.
Jihoon menangis tersedu mendengar semuanya, kemudian bertanya lagi "Ji-bin??"tanya Jihoon.
"Dia masih selamat tapi ...."
"tapi apa ??"tanya Serana .
"Dia di tangkap dan dikira sebagai pembunuh dari semua teman temannya "jawab Ye-jin.
"Apa ?? astaga .... "
Jihoon terlihat sangat marah , sedih dan juga bingung harus apa dengan semua yang terjadi , begitu juga Yoo Joon yang sudah tiba juga menangis di depan keponakannya, tidak kuasa melihat apa yang terjadi, dirinya sudah kehilangan ayah dan ibu kini dia kehilangan sosok kakak perempuan lagi , Yoo Joon terlihat kaku dan bahkan mengacak-acak rambutnya karena sudah pusing memikirkan semuanya .