5 Bubble Pals

5 Bubble Pals
Episode 101. Kasih Ayah Sepanjang Masa



**Pagi Harinya**


"Good morning putri ayah ..."ucap Ji-bin yang baru selesai sarapan pagi dan segera membangunkan putrinya .


Ha-eun belum datang hari ini dan tidak tau kenapa belum tiba , karena Ji-bin sudah agak telat terpaksa harus membawa Hana ke tempat Senja , sesampainya di sana Ji-bin langsung mengetuk pintu rumah Senja .


"Lah Ji-bin kok belum .... Hana kenapa ikut kesini ??"tanya Senja .


"Ha-eun tidak ada kabar hari ini , aku mau syuting, aku titip Hana disini ya sorry repotin kamu lagi "ucap Ji-bin sambil memberikan Hana pada Senja .


Senja tersenyum kemudian menjawab " Kamu pikir itu merepotkan, kalau merepotkan sudah dari dulu aku bilang begitu , kamu ada ada saja , pergilah nanti telat lagi "ucap Senja .


Ji-bin pun tersenyum kemudian berkata "thanks ya ..." ucap Ji-bin kemudian hendak pergi .


sebelum pergi Ji-bin berbalik arah lagi lalu menatap putrinya kemudian memeluk nya Sambil berkata "Ayah akan pulang cepat , tunggu ayah pulang ya ...."ucap Ji-bin kemudian melepaskan pelukan nya lalu pergi ke lokasi syuting.


Ji-bin langsung mengemudikan mobilnya menuju rumah managernya lalu pergi bersama sama ke lokasi syuting .


Sementara itu di rumah sakit Chun-seok banyak tertawa dengan ayah Ji-bin mengingat masa kecil mereka .


"Apa paman ingat waktu Ji-bin kelas 1 SMP ?? apa yang dia lakukan seingat paman ??"tanya Chun-seok.


"Paman ingat anak itu kabur lewat genteng rumah dan kabur sama anak yang ada di depan paman yang sekarang "ucap ayah Ji-bin yang membuat Chun-seok malu .


"hahahahahh ....."


Mereka berdua tertawa hebat kemudian Ji-ah dan Ji-Seok datang membawa beberapa bekal untuk Ayah Ji-bin, siang harinya Senja dan Rey datang bersama si kembar dan juga Hana .


"Hana kenapa bersama kalian ? ada masalah sama Ji-bin??"tanya Ji-ah.


"Bukan ... Ha-eun hari ini tidak dapat di hubungi, makanya bawa Hana kesini , Hana berikan salam pada kakek ..."ucap Senja .


Hana pun langsung berlari menuju kakeknya lalu memeluk kakek nya sambil tersenyum ceria .


"ada apa ??"tanya ayah Ji-bin.


"tidak ada paman , hanya saja pengasuh Hana tidak datang hari ini dan tidak ada kabar juga "ucap Senja .


"mungkin dia ada kegiatan lain , tidak usah kalian ributkan , biarkan saja ...."ucap Ayah Ji-bin.


"baik paman...."


Hari hari berlalu dan kini Ha-eun tidak pernah datang lagi bahkan ini sudah sampai 1 bulan tidak ada kabar dari Ha-eun, sedangkan kondisi Ayah Ji-bin semakin parah dan buruk sekali , Ji-bin bahkan mengajukan cuti untuk satu bulan ke depan takut terjadi apa apa dengan ayahnya , Senja dan yang lainnya juga ikut bergantian menjaga ayah Ji-bin di rumah sakit , di kembar Ji-ho dan Ji-woo mereka dititipkan di rumah kakek atau nenek mereka , sedangkan Ji-Seok di titipkan di rumah neneknya atau mamah tiri Chun-seok.


"Paman kami disini...."ucap Senja dan Rey yang baru tiba di ruangan ayah Ji-bin.


Ayah Ji-bin tersenyum kemudian Chun-seok berkata "hei ... kalian terlalu lama , bagaimana dengan si kembar, mereka dimana ??"tanya Chun-seok.


"Mereka sama kakek dan nenek mereka , ada apa ?? apa kalian merindukan mereka ??"tanya Senja .


"iya benar sekali , aku sangat merindukan di kembar "jawab Ji-ah.


"jadi ... apa kalian harus setiap hari kesini ??"tanya Ji-bin.


"ya ada apa dengan kalian ?? apa kalian juga butuh warisan ?? kalian sudah kaya, kenapa harus meminta warisan , dan satu lagi ... orangtua kalian masih hidup kenapa harus membahasnya?? "ucap Chun-seok.


"tidak bukan begitu ... kami tidak akan meminta warisan apapun , kami punya perusahaan sendiri dan pekerjaan sendiri kenapa kamu harus butuh itu ??"ucap Senja .


"Benar ... kenapa harus butuh warisan ??"ucap Ji-ah.


"Jadi .... bagaimana??"tanya Ji-bin penasaran.


"gak tau ... lihat besok saja gimana hasilnya ??"ucap Rey .


"Jangan berkelahi hanya karena warisan ?? itu tidak ada gunanya??"ucap Ayah Ji-bin.


"Tidak paman ... kenapa kami harus berkelahi hanya karena masalah itu , jika soal uang kami punya banyak , kami berjanji akan tenang dan semua nya akan berjalan dengan lancar besok " ucap Rey .


"baiklah ... baiklah ... paman percaya pada kalian "ucap ayah Ji-bin.


Pagi Harinya


Rey dan Senja sudah berada di bandara untuk menjemput orangtuanya Rey kemudian membawa mereka ke rumah orang tua Senja , mereka akan membahas langsung tentang warisan hari itu juga di sana.


Setelah sampai di rumah orang tua Senja mereka pun masuk kedalam lalu berbincang dengan semuanya , tidak lupa Senja memberikan minum dan camilan untuk mertua dan semua orang yang sudah berkumpul di sana kemudian membaginya lalu duduk tepat di sebelah Rey suaminya.


"Jadi .... aku cuma punya satu anak dan itu Rey , Rey kamu akan mewarisi semua kekayaan ayah , terserah kamu nantinya , mau kamu jual atau tetap mengelolanya itu terserah kamu , itu sudah menjadi nama kamu "ucap ayah Rey .


"Kalau warisan di keluarga kita hanya rumah ini dan restoran, itu ...."


"Jangan berikan pada kami ayah , aku tidak setuju "ucap Senja .


"Bukannya warisan harus di bagi , dan tentunya Jihoon yang paling banyak "ucap Ayah senja .


"tidak ayah .... Aku punya perusahaan aku punya uang banyak dan semua itu cukup untuk anak anakku nanti ayah "jawab Jihoon.


"Kak jihoon benar ayah ... kakak sudah punya segalanya begitu juga aku , aku punya dua perusahaan, uangku dan juga Rey cukup untuk segalanya , berikan saja rumah dan restoran ayah atas nama Ha-joon, saat ini umur Ha-joon sudah 13 tahun , berikan nanti padanya jika sudah cukup umur "jawab Senja .


"Kami benar benar tidak butuh ayah ... kami hanya berharap mamah dan ayah sehat sehat saja , lagian kenapa harus bahas warisan sekarang sih ... padahal kalian belum pergi kenapa harus di bahas "ucap Jihoon yang merasa jengkel karena semuanya .


"Umur kita tidak ada yang tau jihoon??" jawab ayah Do Hyun sambil menatap putranya .


"Aku bukan anak kandung ayah , Senja juga bukan anak kandung mamah , itu juga salah satu alasan kami "ucap Senja .


"Jadi ... maksud kalian , kalian tidak mau warisannya ??"tanya ayah Senja .


"iya , itu benar!!"jawab Senja dan Jihoon.


"Baiklah kalau begitu , jika ayah dan mamah kalian sudah tidak ada kalian jangan bertengkar hanya karena warisan , paham !!"ucap ayah Senja.


"Baiklah ayah ...." jawab mereka semua.


Selesai membicarakan tentang warisan mereka pun berkumpul di ruang makan kemudian makan bersama disana , berbagi cerita lucu dan bersenang senang bersama .