
******Satu Tahun Kemudian******
Ayah Ji-bin sudah tiada sekitar 3 bulan lalu , saat ini mamah tiri Chun-seok datang ke rumah mereka untuk berbicara sesuatu pada Ji-ah dan Chun-seok.
"Mamah apa kabar ??"tanya Chun-seok.
"Mamah baik baik saja, Chun-seok mamah ingin mengatakan sesuatu padamu "ucap mamah Chun-seok.
"ada apa mah ? apa yang salah ??"tanya Chun-seok.
"Mamah akan menikah lagi dan mungkin ...."
"Kenapa ?? apa yang mungkin terjadi ??"tanya Chun-seok.
"Mamah akan ikut dia ke luar negeri , walaupun dia bilang kami harus tinggal disini untukmu, tapi .... mamah gak mau dia merasa aneh tentang mamah , maafkan mamah ... "jawab mamah Chun-seok.
Chun-seok pun tersenyum kemudian pergi duduk di dekat mamahnya lalu memeluknya sambil berkata"Mamah ... aku sayang sama mamah ... jangan pernah lupakan kami , jika nanti aku dan Ji-ah tiada tolong beritahu satu hal pada Senja , Rey atau Ji-bin , yang harus merawat dan membesarkan anak kami adalah mereka bukan orang tua kami ataupun orang lain tapi mereka "ucap Chun-seok.
"ada apa ?? seolah olah kalian akan pergi , tenang saja mamah akan meninggal lebih dulu daripada anak mamah "jawab mamah Chun-seok.
"mamah... aku mencintaimu....."
"mamah juga ...."
Ji-ah hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku anak dan mamah itu , sedangkan di rumah Senja , ada Rey dan juga Jihoon bersama keluarga kecilnya, Senja dan Rey sedang menanti kedatangan orangtua Rey karena hari ini mereka akan datang .
"Harusnya udah datang kan ?? kenapa belum datang ??"tanya Rey cemas .
Senja mencoba untuk menelepon tetapi tidak pernah diangkat dan bahkan tidak aktif nomornya , segera mereka mencari tau keberadaan orangtua Rey , mereka juga segera menuju bandara untuk melihat apa orangtua Rey sudah sampai disana .
Saat sudah sampai di bandara Senja dan Rey turun dari mobil membawa si kembar dan bertanya kepada beberapa pegawai bandara yang bertugas , dan betapa kagetnya mereka berdua saat mengetahui apa yang terjadi dengan pesawat yang membawa kedua orang tua Rey.
pesawat yang membawa orang tua Rey mengalami kecelakaan pada malam hari dan itu baru diketahui oleh mereka , pesawat itu terbakar dan terjatuh di tengah lautan , beberapa korban sudah ditemukan sedangkan orang tua Rey masih belum ditemukan .
Rey sangat frustasi dan segera menelpon Azam, Azam juga baru tau pagi harinya dan segera menuju ke Korea untuk memeriksa semuanya.
Sementara Ji-bin, Ji-ah dan Chun-seok yang baru mengetahui nya segera menuju rumah Senja dan Rey karena mereka sudah kembali untuk menunggu hasil pencarian orang tua Rey.
Setelah pencarian dalam 4 hari orangtua Rey akhirnya ditemukan tapi sayangnya tidak bisa tertolong lagi , betapa hancurnya hati Rey karena ayah dan ibunya meninggal dunia , mereka kembali ke Indonesia untuk pemakaman orang tua Rey , Ji-bin, Ji-ah dan Chun-seok pun ikut ke Indonesia serta membawa anak anak mereka karena tidak ada yang akan menjaga mereka nantinya jika di tinggalkan.
Beberapa hari sesudah pemakaman akhirnya Ji-bin, Ji-ah dan Chun-seok pulang ke Korea sementara Senja dan Rey masih berada di Indonesia, saat ini sudah seminggu setelah pemakaman orang tua dari Rey , Azam datang membawa surat warisan dari orang tua Rey .
Azam berkata " Semua harta yang ditinggal sama bapak dan ibu itu semua untuk Rey , dan itu terserah pak Rey kalau mau di jual ataupun di kelola sama pak Rey , kemungkinan pak Rey agak kerepotan kalau mau di kelola karena harus pergi dan kembali lagi ke Korea Indonesia, kalau mau di jual katakan saja pak Rey biar saya urus "ucapnya .
Rey pun menjawab "Aku akan kelola tapi yang bertanggung jawab nantinya bukan saya melainkan kamu Azam , aku mungkin datang tapi lebih lama untuk kesini , kamu saja yang urus aku percaya padamu Azam "ucap Rey .
Azam pun menatap kemudian berkata "jangan terlalu percaya padaku pak Rey , aku bukan sepenuhnya orang baik "jawab Azam .
Satu Tahun Kemudian
Senja dan Rey sudah melewati banyak masalah begitu juga Ji-bin, Ji-ah dan Chun-seok mereka juga sama , karena sudah tidak ada yang menjaga Hana , Ji-bin tidak pernah mencari perawat untuk mengurus Hana , Hana hanya pindah kesana kemari dari rumah Ji-ah ke rumah Senja , mereka bergantian menjaga Hana , umur Hana sudah 5 tahun pada esok hari , mereka akan merayakan ulang tahun Hana di rumah Chun-seok dan ji-ah, karena beberapa bulan lalu ulang tahun di kembar sudah di rayakan di rumah senja .
Di Agensi Ji-bin
"Kado apa yang cocok untuk anak cewek umur 5 tahun " tanya Ji-bin pada managernya sambil berjalan menuju area parkir.
Managernya berpikir kemudian berkata "apa Hana sudah berusia 5 tahun??"tanya balik managernya .
Ji-bin berhenti berjalan kemudian menoleh ke belakang dan melihat managernya sambil berkata " ya tentu , putriku sudah berusia 5 tahun , emangnya kenapa ??"jawab Ji-bin.
"ah itu ... aku tidak mengira saja kalau Hana sudah berusia 5 tahun, walaupun begitu kenapa Hana belum di publish ke media , Putri mu yang cantik itu mungkin jadi calon aktris nantinya "ucap managernya .
"apa ?? tidak ,tidak ... putriku tidak boleh jadi aktris, itu terlalu berisiko "jawab Ji-bin kemudian berjalan kembali .
Manager nya yang mengikuti langkah Ji-bin pun berkata " Kenapa tidak boleh ?? hmm... kalau begitu gimana kalau jadi idol ??"tanya Managernya.
Ji-bin pun berhenti berjalan sampai membuat managernya menabrak punggung Ji-bin, "eh maaf Ji-bin...." ucap managernya .
"tidak boleh .... putriku harus jadi orang biasa bukan aktor maupun idol "jawab Ji-bin.
"baiklah ...."
"Carikan untukku kado yang bagus untuk Hana "ucap Ji-bin kemudian masuk kedalam mobil nya .
"Baiklah "jawab managernya.
Keesokan Harinya
Di rumah Chun-seok dan ji-ah
Semuanya sudah berkumpul kecuali Ji-bin yang masih melakukan photoshoot dan merasa bersalah sekali , setelah melakukan photoshoot akhirnya Ji-bin dan managernya buru buru pulang ke rumah Chun-seok dan ji-ah .
Di rumah Chun-seok dan ji-ah sudah ada lilin dan sudah dinyalakan di atas cake yang dibuat oleh Ji-ah dan Senja , Hana hanya menatap ke arah pintu saja , karena Hana belum mau berbicara sama sekali dan hanya bisa terdiam saja , Hana merasa ayahnya tida peduli akan dia .
Senja yang melihat wajah cemberutnya Hana kemudian menghampirinya lalu berkata "ada apa Hana ?? apa kamu menunggu Ayah Ji-bin?? kalau ayah Ji-bin gak datang berarti ayah Ji-bin lagi sibuk sayang ?? kan ada ayah Rey sama ayah Chun-seok "ucap Senja .
"iya kamu disini Hana "Jawab Chun-seok dan Rey .
Itu sama sekali tidak membuat perasaan Hana membaik hingga akhirnya pintu terbuka dan itu membuat Hana tersenyum saat melihat yang datang adalah ayahnya , Ji-bin yang masih ngos-ngosan pun berkata "Ayah disini Hana .... selamat ulang tahun putri ayah "ucap Ji-bin sambil berjalan dan mencium putrinya.
Mereka semua pun bernyanyi dan bersorak bersama sama , ditengah kebahagiaan mereka , ada sosok seseorang yang menatap mereka dari jendela rumah , kemudian pergi dari tempat itu , saat hendak melihat ke arah jendela Senja tidak sengaja melihat itu dan berpikir positif bahwa itu adalah angin saja .