
"Jangan pergi .... aku mohon ...hiks hiks ...."
Saat Senja menangis yang lainnya pun tertawa kencang hingga membuat suasana semakin riuh , begitu juga tatapan sinis dari Senja membuat mereka yang tertawa daritadi akhirnya terdiam dan hanya bisa menatap saja .
"Ada apa dengan situasi ini ??"tanya Senja .
Ji-ah mendekat kemudian menjawab"Maaf Senja itu salah ku , aku juga pikir separah itu tapi ternyata ...."
"Ya!! kalian sangat menyebalkan !!"teriak Senja hingga membuat Rey terbangun dari tidurnya .
"Senja ...."panggil Rey dengan suara yang berat karena baru bangun tidur .
Senja pun menoleh , kemudian menatap tajam Ji-ah lalu mengejar untuk memukulnya , sementara yang lainnya hanya berusaha untuk merelai mereka .
"ya kemari !! Han ji-ah!!"
Chun-seok menahan tangan Senja lalu berkata"Kami akan keluar kalian bicaralah berdua , kami akan belikan makanan untuk kita semua , ayo ..."ucap Chun-seok lalu melepaskan tangan Senja dan membawa yang lainnya pergi dari ruangan itu .
Saat keluar dari ruangan itu ternyata ada Hyun Jae dan juga Woojin disana yang sedaritadi diam duduk disana sebab daritadi mereka mendengar apa yang mereka semua katakan dengan jelas .
"Astaga ... a...h ...kalian ...kalian mau masuk ya , bentar lagi aja ya soalnya ..."
"enggak kok Ji-ah, kami hanya ingin memberikan ini saja , tolong berikan pada Rey , semoga dia cepat pulih "jawab Woojin kemudian memberikan buah yang mereka bawa untuk Rey .
"Kalau begitu kami pergi , titip salam aja ya buat Rey "ucap Woojin dan juga Hyun Jae kemudian pergi dari rumah sakit itu , begitu juga dengan Ji-ah dan yang lainnya segera mencari makanan untuk mereka makan tidak lupa Ji-bin yang selalu stand by pakai masker agar tidak dikenali orang .
Di Ruang Inap Rey
"kamu gila ya , ngapain ngebut di jalan , emangnya ke pengen cepat mati "bentak Senja .
"Ya enggak , aku cuma mau belikan ini untuk mu "jawab Rey kemudian memberikan roti yang dia beli itu .
"emangnya roti lebih penting daripada nyawa "ucap Senja lalu memukul mukul dada Rey dan terlihat sangat marah pada Rey .
"AW sakit ... maaf Senja ... aku membuatmu khawatir, lain kali ..."
Tiba tiba saja Senja menangis kencang lalu memeluk Rey erat sambil berkata "huaaa... aku kira kamu beneran pergi ..."
Rey pun dengan segera memeluk kembali Senja dan menepuk pundak Senja dengan lembut "Maaf ... membuatmu khawatir..."ucapnya .
Tiba tiba saja Rey tersenyum kemudian melepaskan pelukan Senja dan memegang pundak Senja sambil menatap wajah Senja dan berkata "Bukankah ini pertanda kamu juga menyukaiku , Senja apa kamu mau berkencan denganku ??"tanya Rey .
"Apaan ?? kamu ini kesempatan aja , kamu pikir itu lebih penting daripada sekarang "ucap Senja sambil memukul dada bidang Rey .
Dengan cepat tangan Rey memegang tangan Senja yang membuat Senja terkejut , Rey berkata "Aku pikir lebih penting tentang perasaan mu padaku , sekarang katakan apa kamu juga mencintai ku ??"tanya Rey dengan tulus dan tatapan nya begitu dalam pada Senja .
Jantung Senja berdebar kencang kemudian beberapa saat kemudian Senja tersenyum membuat Rey kebingungan sendiri "Ada apa ?? kenapa tersenyum? apa yang lucu ??"tanya Rey .
"Wajahmu ... ah maksudku gak jadi deh "jawab Senja .
Sesaat kemudian Ji-ah dan yang lainnya datang , Ji-ah pun berteriak "Makanannya datang .... silahkan dimakan "ucap Ji-ah dengan keras .
Mereka pun menyantap makanan itu dengan baik sambil berbincang, tertawa , tersenyum dan bahagia sekali .
Rey telah sembuh dan kembali beraktivitas, hari ini Senja bertemu dengan Woojin di sebuah cafe .
"Mau bicara apa Senja ??"tanya Woojin.
Senja dengan berat hati berkata "Maaf Woojin sebenarnya...."
"Kamu suka nya sama Rey kan ?? aku tau kok dan udah tau dari lama , akunya aja yang gak pernah terima kalau kamu suka sama dia "jawab Woojin dengan cepat .
Senja kebingungan kemudian berkata "Terus .... ngapain masih kejar aku , bukankah seharusnya kamu menjauh dariku ??"tanya Senja .
"Alasan aku tidak pernah menjauh darimu ya karena aku sudah lama suka sama kamu mau gimana pun juga keadaan nya atau gimana pun juga jawaban kamu tetap saja aku yang suka , karena aku yang suka aku juga yang tanggung semua sakitnya , ini hati aku dan pilihanku "ucap Woojin sambil tersenyum.
"Kamu tau darimana aku suka sama Rey dalam waktu lama , aku saja baru tau suka sama Rey baru baru ini "ucap Senja .
"Tatapan kamu untuk Rey dan tatapan kamu untuk aku dan Hyun Jae beda Senja , tatapan kamu untuk Rey sangat dalam kamu menatapnya dengan hati kamu "ucap Woojin .
"Benarkah ?? apa kamu sungguh sungguh sudah rela melepaskan ku , aku sebenarnya takut jika nanti aku benar benar menyakiti perasaan mu , aku benar benar merasakan hal itu "ucap Senja sambil menundukkan kepalanya.
"look at me now Senja , aku benar benar ikhlas jika itu Rey , Rey laki laki tampan , baik hati cocok sekali denganmu , aku benar benar ikhlas jika dia yang kamu pilih "ucap Woojin sambil menatap Senja dan tersenyum walaupun hatinya tersakiti.
Senja ikut tersenyum saat Woojin tersenyum padanya . Setelah bertemu dengan Woojin Senja pun pergi ke kantornya di Twilight Center.
Seorang mendekati Senja lalu berkata "maaf Bu senja bukankah seharusnya Jisoo disini , bukannya kita akan menggelar pembukaan produk terbaru besok kenapa dia tidak ada disini ??"tanya seorang kepala tim pemasaran .
"Apa urusannya denganmu ?? lagian Jisoo itu sekretaris saya bukan sekretaris anda kenapa anda harus tau dia dimana dan lagi melakukan apa , anda tidak perlu tau hal itu , sekarang pergilah lakukan tugasmu "ucap Senja .
Keesokan harinya
Acara pembukaan produk terbaru dari Twilight Center akan dimulai , tim dari pemasaran sudah tiba di sertai semua staf yang bekerja di bidang itu , saat semuanya telah tiba ada beberapa idol yang Senja bawa menjadi Brand ambassador nya , produk terbaru ini menjadi trending topik di majalah manapun .
Tim pemasaran sudah tiba dan pimpinan nya bernama Jin Hyuk , dia bekerja selama 1 tahun di perusahaan Senja , Jin Hyuk berkata "Bu Senja , Mrs.Jessy telah tiba ini Mrs.Jessy , saya memintanya secara langsung datang kesini , bukankah Jessy sudah lama bekerja dengan perusahaan kita ?? katanya ingin sekali kesini makanya saya undang langsung "ucap Jin Hyuk dengan penuh percaya diri.
Senja tersenyum kemudian berkata"Kalian berdua bisa ikut saya ke ruangan saya "ucap Senja .
"Baik Bu "jawab Jin Hyuk kemudian ikut berjalan di belakang Senja sampai akhirnya tiba di ruangan Senja , Jin Hyuk terus menerus melihat jamnya karena tidak lama lagi acara akan dimulai , Jin Hyuk berkata "Bu senja , acara akan dimulai tidak bisakah kita langsung kesana saja daripada ke ruangan anda "ucap Jin Hyuk.
Senja menatap tajam Jin Hyuk kemudian menjawab "Silahkan masuk Mrs.Jessy dan juga Jin Hyuk silahkan masuk ..."ajak Senja dengan sangat ramah .
Jin Hyuk pun masuk bersama Mrs.Jessy kedalam dan melihat Jisoo disana sedang bersama seseorang, Jin Hyuk berkata "Ya ngapain di ruangan Bu Senja berdiam diri seharusnya kamu datang ke lapangan "bentak Jin Hyuk dengan keras .
Senja mendekati Jin Hyuk kemudian berkata "Jin Hyuk, kamu bekerja di perusahaan saya sudah sekitar 1 tahun bukan ? tapi bukankah kamu mengenal Mrs.Jessy seharusnya iya , dan ini orang yang berada di sebelah saya adalah Mrs.Jessy yang asli , dia teman saya bukan hanya kolega bisnis saja , paham ... dan kamu membohongi saya Jin Hyuk, kamu tau saya benci orang sepertimu, seharusnya kamu tau akan hal itu "ucap Senja dengan tegas.
"ma-maaf Bu ..."jawab Jin Hyuk menyesal dengan perbuatannya , Jin Hyuk pun menundukkan kepalanya.
"Saya tidak akan memecat mu karena hal itu tapi sekali lagi kamu berbuat saya benar benar akan memecat mu "ucap Senja yang membuat Jessy dan juga Jisoo terheran .
"Baik Bu makasih sekali lagi Bu Senja "ucap Jin Hyuk.
Kemudian mereka bergegas kembali ke lapangan dan memulai acara dengan baik , acaranya berlangsung meriah dan lancar sekali Senja banyak menerima tepuk tangan dengan produk terbaru nya begitu juga para sahabatnya datang untuk memberikan support kepada nya tidak lupa membawa buket bunga yang indah untuk Senja .