
Mamah Chun-seok, ayah Chun-seok dan juga Chun-seok berada di ruang tengah dan terlihat berdiam diri .
Mamah Chun-seok pun berkata "Aku minta cerai , tolong biarkan aku berpisah denganmu , aku tau sudah lama kita bersama tapi kamu tidak mencintai ku , karena takut Chun-seok tau segalanya makanya selama ini aku diam "ucap mamah Chun-seok.
"mamah ... kenapa mamah yang harus mengalah "ucap Chun-seok.
"Aku akan bercerai denganmu , rumah biarkan aku yang memilikinya , aset perusahaan biarkan aku yang urus , tentang mu biarkan uang yang akan kuberikan padamu "ucap ayah Chun-seok dengan tenang .
Chun-seok menyergis kemudian berkata "Ayah memang tidak pernah puas dengan satu wanita saja , baiklah kalau begitu , aku tidak akan menemui ayah lagi walaupun nantinya aku akan menikah aku tidak akan pernah menghubungimu "ucap Chun-seok.
"Baiklah kalau begitu jangan anggap ayah ada lagi ,dan mulai hari ini kamu bukan putraku lagi , kamu dan dia adalah orang asing bagiku sekarang, sekarang bereskan barang barang kalian dan pergi dari rumah ini secepatnya "ucap ayah Chun-seok dengan tegas .
"Baiklah ."
Chun-seok dan mamah Chun-seok pergi dari rumah itu , Chun-seok membawa mamahnya untuk tinggal di rumah nya akan tetapi mamahnya tidak mau dan akan tinggal di apartemen yang dia beli pakai uangnya sendiri . setelah mengantar mamahnya Chun-seok pun pulang ke rumahnya dan melihat semua sahabat nya berada di depan rumahnya sedang menunggu nya .
Chun-seok pun tersenyum sambil berjalan ke arah mereka ,kemudian berkata"Apa yang kalian lakukan disini !!"ucapnya yang membuat mereka sama sama menoleh ke sumber suara.
"Chun-seok..."
"bagaimana denganmu ??"
"kamu baik baik saja ??"
"apa yang terjadi??"
"hanya masalah sepele doang , lagian bukan pertama kalinya begi..."
Pelukan hangat Chun-seok dapatkan sebelum kata katanya terucap , mereka semua memeluknya erat , Senja berkata"Ya , bukan pertama kamu menangis sendirian, kami tau semua tentangmu , jangan lupa kami itu sahabat mu bukan hanya temanmu saja "ucap nya .
"aaaa.... kasihan sayangku ...."teriak Ji-ah.
"aiss ...."
mereka semua langsung melepaskan pelukan itu karena perkataan dari ji-ah, Ji-ah pun berkata "Ada apa ?? kenapa berhenti memeluk nya ??"ucapnya .
"ayo masuk aja "ucap Rey .
Mereka pun masuk dan saling berbicara, Chun-seok berkata "Jadi ... Ji-ah yang berbicara "ucapnya .
Senja menjawab"Jadi ... jika Ji-ah tidak mengatakan hal itu apa kamu akan melakukan nya ??"tanya Senja kembali dengan tatapan marah pada Chun-seok.
"Maaf ... bukan maksudku , tapi itu sudah pernah terjadi "jawab Chun-seok.
"Ya Chun-seok!! bukankah kami bagaikan rumahmu , bagaimana pun juga kamu akan kembali pada kami bukan ?? sadarlah ..."ucap Ji-bin.
"Baiklah ,baiklah , jadi .... mamah dan ayah akan berpisah , mamah sudah tinggal di apartemen sekarang, ayah tetap di rumah dan semua harta miliknya tetap miliknya bahkan aku sebagai putranya tidak di anggap lagi , dia mempunyai istri dan anak lain tentunya dia akan bahagia , aku tidak masalah lagi dengan itu "jawab Chun-seok.
Mereka menatap bersama ke arah Chun-seok dengan tatapan menyedihkan"jangan tatap aku begitu "ucap Chun-seok.
Karena ini sudah malam Senja dan Ji-ah membuatkan makanan malam untuk mereka semua , beberapa saat kemudian akhirnya makanan selesai , mereka pun membawanya ke depan untuk di makan bersama , saat ingin memulai makan mereka mendengar suara keributan di depan rumah Chun-seok yang akhirnya membuat mereka penasaran dan pergi melihat ke depan , mereka mengintip dari pintu depan rumah Chun-seok secara bersamaan untuk melihat situasi sambil berbisik bisik pelan satu sama lain .
"Ada apa??"bisik senja .
"ya aku tidak melihatnya jelas Ji-bin!!"tegas Ji-ah.
"Ya Rey !! tundukkan sedikit kepalamu "ucap Chun-seok.
"ini sudah , lagian siapa suruh pendek "jawab Rey .
"Diam dulu kenapa , gak denger tau "ucap Ji-ah.
Senja tiba tiba bergeser kemudian mereka semua pun terjatuh "ada apa sih ??"tanya Ji-bin.
"Orangnya mengalihkan pandangan ke kita , lanjut makan yok "ucap senja kemudian berjalan ke tempat mereka makan tadi kemudian diikuti oleh yang lainnya .
Chun-seok dan yang lainnya pun melanjutkan makan , kemudian beberapa saat kemudian setelah selesai dengan makanan di atas meja itu , Senja berkata "Bagaimana dengan ini "ucap Senja memperlihatkan sepatu roda yang dia beli sekaligus 5 pasang .
Mereka semua terkejut melihat sepatu roda yang Senja belikan "apa ini gratis untuk kami ??"tanya Chun-seok sambil memegang sepatu yang diinginkan nya .
"yup , ambil lah ..."jawab Senja .
Mereka pun saling memberi dan memilih pergi ke luar di malam hari dengan menggunakan salah satu mobil di antara mereka kemudian bermain sepatu roda bersama.
Sesampainya di tempat mereka pun mulai memakai sepatu roda tersebut dan memulai berjalan menggunakan itu , Ji-ah dan Chun-seok saling bergandengan tangan sedangkan Rey dan Ji-bin berada di tengah tengah Senja untuk menjaganya tetap aman .
Sambil berjalan pelan Rey berkata "kamu baik baik saja ?? "
"iya tentu ,kalian berjalan lah di depanku saja "jawab Senja .
"Kami akan bersamamu saja , aku tidak tahan melihat dua bocah itu ",ucap Ji-bin.
Rey tersenyum kemudian berkata "makanya cari pacar Ji-bin!!"ucapnya dengan tegas.
Ji-bin menatap sinis Rey kemudian menjawab "emangnya situ punya ya ??"jawab Ji-bin kemudian menatap Rey dan menaikkan sedikit alisnya bahkan memasang wajah julid padanya .
"ah kamu membuatku gila !!"teriak Rey kemudian mengejar Ji-bin dengan penuh semangat .
Senja pun tertawa melihat tingkah laku Rey dan Ji-bin yang saling mengejar hingga membuat pasangan di depan mereka terputus .
"ya!!"teriak Ji-ah dan ikut mengejar Rey dan Ji-bin.
Disaat ketiga orang itu saling mengejar Senja hanya berjalan pelan di belakang sedangkan Chun-seok berhenti dan menunggu Senja sampai akhirnya mereka berdua berjalan bersama dan akhirnya mengejar secara cepat ke arah mereka bertiga kemudian mereka berlima pun berjalan bersama sama .
Rey berkata " bagaimana dengan taruhan ?? "ucap nya .
"Hadiahnya ??"tanya Ji-bin.
"Makan malam di traktir sama orang yang kalah "jawab Rey .
"oke !!"
"padahal kita baru makan "jawab Senja .
"kan lapar lagi ??"jawab Ji-bin.
"oke baiklah ."
Mereka pun taruhan , dalam hitungan 1 ...2....3 pertandingan di mulai , mereka sama sama melaju dan Senja yang tadinya pelan semakin di depan dan lebih dulu sampai , disusul oleh Chun-seok dan Ji-ah kemudian disusul lagi oleh Rey dan pada akhirnya Ji-bin kalah .
Ji-bin datang dengan mulut terbuka dan tidak percaya dia kalah , semua orang tertawa melihatnya , senyuman yang begitu berarti untuk mereka semua .
Chun-seok pun tersenyum dan berkata dalam hatinya bahwa "Tidak ada rumah yang benar benar nyaman kecuali mereka , mereka benar benar rumah ternyaman untukku, mereka berlaku kekanakan hanya di depan kami , dan diluar beda cerita lagi , hidup ku mungkin benar benar hancur jika tidak bertemu dengan mereka , apa artinya hidup tanpa mereka , mulai dari bercerai nya orang tua ku , perginya mamah dan dihadirkan mamah tiri yang baru , kemudian mereka bercerai lagi dan mendapatkan mamah baru dan adik baru lagi , benar benar kehidupan yang hancur di hidup ku , aku bahagia bisa bertemu orang seperti mereka ."
Senja pun tersenyum pada Chun-seok kemudian mengajak nya masuk kedalam mobil dan mereka pun pergi untuk makan malam yang dijanjikan bersama .