(Un)Perfect Pandhawa

(Un)Perfect Pandhawa
Enam puluh (Tamat)



"Jadi.. Semua sudah selesai ??"


"Ya... Kita bisa hidup dengan tenang."



"Apakah masih lama ??"


"Sebentar lagi selesai."


Felitha merasa sedikit tidak tahan, dia sudah duduk di kursi dan di rias selama lebih dari 3 jam lamanya. Bukan masalah apa-apa, tapi ini adalah acara pernikahannya dengan kelima lelaki itu.


Iya, semua berakhir bahagia, dimana Felitha menikahi kelima lelaki itu sekaligus, dan ini akan menjadi pernikahan paling langka sekaligus aneh yang terjadi di Indonesia. Kedua orang tua Felitha yang mengetahui itu semua, merasa kaget dan terkejut dengan permintaan Keluarga Sagara itu. Bagaimana tidak, putri mereka di nikahi lima lelaki sekaligus. Beruntung tidak ada penolakan langsung dari kedua orang tua Felitha, mereka hanya terkejut itu saja, dan Felitha bersyukur orang tuanya tidak memiliki riwayat penyakit jantung.


Tidak berhenti sampai di sana. Sebuah kabar menggemparkan juga terjadi pada Keluarga Sagara bahkan banyak majalah dan koran memuat pernyataan mereka, akhirnya kelima lelaki itu mengakui jika mereka bukan lagi seorang disabilitas.


Arya mengakui jika dirinya mulai bisa berdiri dan berjalan tanpa kursi roda, Altan dan Adnan mengakui diri mereka bisa menggunakan alat bantu, hanya Arjun saja yang bernasib naas karena masih tidak bisa berbicara karena masih belum ada alat untuk membantu nya, dan Alto.. Mungkin kalian akan terkejut mengenai ini semua, tapi..


Ya.. Alto yang selama ini mengalami kebutaan, itu karena matanya telah di jual dan di ganti oleh mata orang lain. Jadilah, warna bola mata yang di lihat oleh Felitha adalah softlens yang digunakan untuk membantu Alto melihat sekitar. Warna mata asli Alto adalah warna hijau terang, dan lelaki itu menemukan fakta jika yang membeli mata indah Alto adalah Gita, putri dari Keluarga Sarawija.


Alto sengaja menyandera Gita, hanya untuk mengambil kembali bola matanya yang sudah di curi darinya, karena dulu di jual oleh Patmawati demi uang yang banyak.


Oh iya, keadaan Patmawati, wanita tua itu harus meringkuk di penjara, dan bahkan terdengar kabar wanita itu masuk ke rumah sakit karena di habisi oleh preman suruhan orang-orang yang sempat di tipu oleh wanita itu, dan Anthony sampai sekarang masih belum ada kabar lagi. Entah kemana lelaki itu, apakah hidup atau mati, Patmawati bahkan tidak tahu anaknya itu kemana. Dan.. Itu bukan urusan Keluarga Sagara lagi.


"Jangan terburu-buru, kita harus menikmati suasana ini." Ujar Grace yang juga sudah menggunakan gaun pengantin, karena dirinya akan menikah dengan Damar juga.


Felitha menghela nafasnya, "Aku tahu, tapi aku sudah duduk disini selama 3 jam."


Grace hanya terkekeh pelan mendengarkan gerutuan dari Felitha, sementara sang makeover hanya bisa menggelengkan kepalanya perlahan melihat betapa tidak sabarannya perempuan satu ini, tapi itu lumrah. Sang perias sendiri sangat kesulitan, dan berhati-hati karena ini adalah pengantin dari Keluarga Sagara yang begitu terkenal dan ternama, jangan sampai dia salah merias wajah Felitha.


"Cantiknya menantuku."


Tidak hanya itu saja, hal yang membuat pesta ini semakin menarik adalah cara Cantika tidak berhenti memuji dan terus kagum dengan kedua perempuan yang kini akan menjadi menantunya. Sepertinya, Cantika adalah sosok mertua idaman yang benar-benar akan mengajari kedua menantu kesayangannya untuk beladiri dan berkelahi.


"Ehh.. Mom jangan berkata seperti itu." Ujar Felitha menahan rasa malunya mendapatkan pujian itu lagi.


Ya, Felitha dan Grace tidak boleh memanggil Cantika dengan sebutan nyonya lagi, melainkan Mom, atau Ibu. Tapi mereka awalnya terasa sedikit kaku untuk panggilan itu, lama kelamaan mereka mulai terbiasa dengan menyebut panggilan itu.


"Aku bersyukur anak-anak ku masih bisa menahan diri mereka, tidak seperti ayah mereka." Ujar Cantika dengan nada pelan, tapi masih bisa di dengar oleh Felitha dan Grace. Kedua gadis itu memerah malu mendengarkan perkataan dewasa dari Mertua mereka itu.



Acara pernikahan berjalan dengan lancar, anehnya tidak ada yang berani menghina atau meledek Felitha yang menikah dengan kelima lelaki. Dan kita semua tahu bukan alasannya. Meskipun begitu Felitha dan Grace tidak sekalipun menyesal untuk tetap melanjutkan hidup dan berakhir ke pernikahan dengan Keluarga Sagara.


Meskipun keluarga itu terlihat sangat menyeramkan, dengan sisi gelap yang begitu menakutkan tapi mereka nyatanya mampu menunjukkan sisi baik kepada siapapun, bak seorang iblis kejam yang mampu menunjukkan sisi malaikat mereka kepada orang yang sangat mereka sayangi.


Setelah pernikahan yang berjalan hampir sekitar setengah hari selesai, mereka masing-masing pergi dengan pasangan mereka.


Felitha dengan kelima pangeran nya yang membantu untuk melepaskan semuanya, seperti sanggul di kepala, dan sepatu high heel, juga bagian pengembang dress yang terasa cukup berat. Tapi tidak dengan gaunnya, mereka masih tetap menjaga Felitha karena gadis itu merasa masih sangat kelelahan.


"Tentu saja, tapi jangan langsung berlima ya.. Aku bisa remuk nantinya." Ujar Felitha menghapus riasan di wajahnya itu dengan kesal.


Dia di rias selama berjam-jam dan untuk menghapusnya butuh waktu lebih dari setengah jam juga. Tahu gitu, rias tipis aja daripada riasan tebal ini ?! Batin Felitha menggerutu dalam hatinya. Arjun sendiri membantu merapikan rambutnya yang tadinya begitu berantakan setelah di lepaskan dari sanggul.


"Baiklah, jadi.. Siapa duluan yang akan melakukannya ??" Tanya Altan dan membuat kelima lelaki kembar itu mengacungkan jarinya secara bersamaan, Felitha hanya bisa menangis dalam hatinya.


Apakah dia harus di unboxing pada malam pertama dengan brutal oleh kelima lelaki itu ?? Batin Felitha tidak bisa membayangkan, betapa melelehkannya tubuhnya nanti.


"Bagaimana jika kita berlima melakukannya secara bersamaan ??"


Felitha memandang datar ke arah Adnan yang memberikan ide dengan tatapan seakan berbicara Kalian para lelaki tidak tahu rasanya jika perempuan di masuki.. Kalau tahu, tidak mungkin mencetuskan ide segila itu Batin Felitha dengan kesal.


Jadi beginilah rasanya jika perempuan akan di perkosa secara bersama-sama ?? Pantas saja mereka tidak mau di gangbang secara bersamaan, Felitha yang sudah menikah saja masih merasa ketakutan.


"Begini saja, kalian suit atau hompimpa ajalah." Ujar Felitha masih memberikan sebuah solusi, tapi sepertinya tidak manjur.


"Ayolah, kita udah nikah lho."


"Bukan masalah nikah atau gak, masalahnya tuh aku takut !!" Ujar Felitha dengan kesal, membuat kelima lelaki itu terdiam sejenak, lalu tertawa geli kecuali Arjun yang tersenyum seperti menahan tawa, Felitha memberikan wajah cemberutnya.


"Kenapa malah ketawa ?! Aku memang takut !! Lagian kalian berlima, kalau punya kalian besar semua, gimana ?! Kan aku takut !!"


Alto menghentikan tawanya, "Jadi kamu takut.. Gara-gara itu ??"


"Ya iyalah !! Katanya orang dimasukin sakit, makanya aku gak mau dimasukin bareng-bareng, sakit !!!"


"Gak bareng-bareng kok, cuma bergantian aja."


"Sama aja !! Gak !!"


"Yahh, babe.. Malam pertama lhoo."


"Salah sendiri membuat aku takut !!"


Dan begitulah kehidupan Felitha bersama kelima lelaki kembar yang begitu mesum dan sangat jahil.


~ ~ ~


***Tamatnya gantung banget ya..


Hahahaha Author udah nyiapin cerita lainnya kok, jadi.. Bakalan publish cerita lainnya, oke ??


Maaf endingnya cringe banget, dan gak jelas alurnya :'( Tolong jangan hated aku :'(


Jangan protes juga... Please..


Okee sampai ketemu di cerita yang lain, semoga kalian suka ya***..