(Un)Perfect Pandhawa

(Un)Perfect Pandhawa
Ketiga puluh enam



"Ini tidak adil !!" Desis Patmawati saat Cantika benar-benar tidak ingin melepaskan atau sedikitpun menyerahkan Alto dan keempat lelaki lainnya kembali pada Patmawati.


"Terimalah kenyataan yang ada, bukankah kau sendiri yang membuang mereka seperti sampah ?? Apakah kau menginginkan sampah itu kembali, setelah tahu jika mereka adalah berlian ??" Ujar Nyonya Cantika sedikit nada merendahkan Patmawati, seakan wanita itu memiliki kekesalan tersendiri saat Patmawati menginginkan kembali apa yang sudah dia buang.


flashback


"Aku tidak pernah menginginkan mereka !!"


"Dasar ibu biadap !! Kau melahirkan mereka, tapi kau sendiri yang membuang mereka."


Tirta tidak habis pikir dengan jalan pikiran mantan istrinya itu, setelah fakta jika Patmawati selama ini berselingkuh darinya, dan fakta mengenaskan adalah anak yang dia buang adalah anak hasil dari perselingkuhan nya itu. Tirta memang bukan ayah kandungnya, tapi melihat kelima anak yang seperti nya akan di tarik dan akan di bawa ke panti asuhan membuat hati lelaki itu iba.


Lima anak yang tidak bersalah itu, malah jadi berantakan nasibnya hanya karena kesalahan ibu kandung mereka. Setelah mengetahui istrinya berselingkuh dan berfoya-foya dengan uang miliknya. Tirta akhirnya menceraikan Patmawati, dan tidak meninggalkan sedikitpun harta kepada mantan istrinya, Tirta tidak pernah menyangka jika mantan istrinya ternyata memiliki anak setelah perceraian. Patmawati selalu menyembunyikan kelima anak itu dari Tirta, sehingga lelaki itu tidak mengetahui apapun masalah kelima anak kembar itu.


"Ini semua salahmu !! Kau tidak pernah memberikan uang setelah persidangan itu, bagaimana aku bisa merawat mereka !!"


Tirta terdiam, menatap tajam seakan memaksa perempuan itu untuk menjawab ucapannya.


"Dimana ayah kandung anak ini ??"


"A-"


"Ku ulangi lagi, Dimana. Ayah. Kandung. Anak. ini ?!" Kali ini dengan penekanan di setiap katanya dengan nada yang sepertinya begitu emosi dan marah.


"...."


"Jawab aku !!"


"Aku tidak tahu !! Aku tidak tahu siapa ayahnya ?!" Patmawati tampak frustasi, apalagi Tirta seakan memojokkannya dan memaksanya menjawab pertanyaan yang tidak akan pernah bisa dia jawab. Karena pada kenyataannya, dia hamil oleh orang yang tidak dia kenal.


Kenyataan pahit itu terjadi, setelah pesta di sebuah club dengan teman-temannya dan mabuk dengan beberapa orang di sana. Patmawati bahkan baru menyadari kehamilannya adalah setelah 2 bulan setelah pesta itu terjadi, sebelumnya dia tidak pernah menyangka akan hamil dengan sosok orang lain.


"Aku tidak peduli siapapun ayah kandung mereka, aku akan tetap membuang mereka !! Bagiku mereka bukan apa-apa selain sampah !!"


"Kau-"


"Jika kau tidak mau sampah itu, maka biarlah aku yang merawat sampah yang kau buang itu." Ujar Seorang perempuan datang di tengah-tengah mereka, sosok itu adalah wanita cantik bernama Cantika.


Wanita itu mendengarkan semuanya, dan kemudian memiliki inisiatif untuk bisa merawat kelima sosok anak yang akan di buang begitu saja oleh sang ibu kandung.


"Kau tahu, mereka hanya akan membawakan kesialan untukmu saja." Ujar Patmawati dengan sinis, sementara Cantika hanya tersenyum membalas perkataan sinis itu.


"Benarkah, mari kita lihat. Apakah aku akan mengalami kesialan atau keberuntungan, tapi bagiku seorang anak adalah keberuntungan." Ujar Cantika dengan tenang.


flashback off


Mengingat peristiwa saat Patmawati membuang kelima anak itu, adalah merupakan peristiwa paling tidak di sukai oleh Cantika. Di tambah setelah kejadian itu, mereka mendapati kelima anak berusia di bawah 10 tahun itu mengalami kekerasan bahkan membuat beberapa organ mereka menjadi tidak bekerja, bahkan mengalami cacat.


Emosi Cantika semakin menguat saat itu juga, dia tidak menyangka ada seorang perempuan yang bisa dan mampu menyakiti buah hatinya sendiri. Memang semua orang itu tidak selalu baik dan lembut, tapi jika sampai membuang atau menyakiti anak sendiri, berarti dia jauh lebih rendah daripada binatang.


"Anak di ganti dengan anak, apa kau lupa ?! Bagaimana putriku yang menghilang di rumahmu ?!!"


"Dan apa alasannya putrimu bekerja padaku, dan menyembunyikan identitasnya ?? Dari awal dia tidak pernah mengatakan identitas aslinya. Dan kau memberikan tuduhan tidak terbukti, apakah ada bukti jika aku atau siapapun terkait dengan hilangnya putri kesayangan mu itu ?? Nyonya Patmawati, mohon untuk memeriksa dirimu sendiri, dan berfikir sebelum menuduh seseorang. Ujar Nyonya Cantika dengan senyuman di bibirnya dengan sedikit mengejeknya.


Sementara Grace sendiri kagum dengan majikannya, begitu berani dan tidak takut menghadapi sosok Patmawati yang terus memberikan tatapan tajam dan kalimat yang tajam dan ketus, justru Nyonya Cantika malah bertingkah tenang dan anggun bak seorang ratu.


...…...


"Bagaimana kalian menyembunyikan sisi gelap kalian dari ibu kalian sendiri ?? Astaga terkadang aku bingung bagaimana kalian bertingkah polos di hadapan semua orang." Ujar Anand melakukan pertemuan kembali dengan kelima lelaki itu, sementara yang ditanya malah menatap satu sama lain (Kecuali Alto) dengan tatapan tanda tanya.


"Siapa bilang kami menyembunyikan ini dari ibu ??" Ujar Adnan dengan nada bingung.


"Hah ?!" Ucapan Adnan membuat Anand terkejut bukan main, tunggu sebentar itu berarti Nyonya Cantika... Dia tahu semuanya ?!


"Apakah dia tidak pingsan mengetahui fakta jika kalian... memiliki bisnis lainnya dan juga merupakan sosok kriminal misterius yang di cari ??"


Altan menggelengkan kepalanya dengan santai, "Sama sekali tidak, malah mereka bangga dengan kami."


"Yang benar saja, semua orang pasti akan kaget dan bingung dengan fakta itu." Anand memutar matanya malas mendengarkan perkataan Altan yang sulit untuk di mengerti, mana ada orang yang bangga dengan pekerjaan kotor orang ?? tapi biasanya mereka bangga, karena bisa bersembunyi dari kejaran para polisi.


"Tidak semua orang, hanya kau." Adnan menunjuk ke arah Anand dengan sedikit nada menyindir dan meremehkan.


"Bagaimana dengan kekasih kalian ??"


"Dia baik, dia masih hidup. Ada apa ??"


"Bukan itu Arya, maksudku. Apakah dia juga mengetahui fakta jika kalian memiliki bisnis rahasia seperti ini ??"


"Belum, tapi mungkin dia akan mengetahuinya." Ujar Arya.


"Aku berterimakasih kepada ucapan Damar, karena membuat Felitha kini semakin mendekat dan menjadi terbuka dengan kami." Ujar Altan dengan senang, dia mengetahui apa yang terjadi dari Arjun, setelah Felitha mengikuti ucapan Damar yang mana membuat kelima anak lelaki itu senang bukan main.


"Sebaiknya jangan terlalu banyak memberikan kejutan padanya, aku takut dia bisa pingsan saat itu juga."


"Iya, dasar cerewet !!"


"Hey !!"


~ ~ ~


***Maaf ceritanya agak pendek untuk kali ini..


Aku bakalan nulis cerita masa lalu, mereka berlima kalau kalian penasaran, tapi isinya sadis dan penuh dengan darah gitu 🥲🥲


Oh iya, aku udah nulis cerita baru, gak tau udah muncul atau belum..


Segitu aja dari aku, makasih semua***..