(Un)Perfect Pandhawa

(Un)Perfect Pandhawa
Lima puluh lima



"Sialan !!"


"Sudah aku katakan, bukan ?! Sebaiknya lelaki lemah sepertimu tidak mencari masalah denganku."


"Ck, lihat saja aku akan merebut kembali Felitha, dan membawanya jauh darimu !!"


"Lakukan saja, jika kau bisa keparat !!"



"Jadi.. Apakah mereka sudah selesai ??"


"Ya, sudah. Jadi kita akan segera ke sana."


"Hoamm.. Baguslah, aku benar-benar sangat mengantuk." Ujar Felitha kali ini dia mulai merasa mengantuk setelah tadinya dia tidak bisa tertidur, dan mendapatkan serangan mendadak yang tidak terduga sebelumnya, kini gadis itu merasa sangat mengantuk.


"Benar, rasanya sangat lelah dan capek." Ujar Grace menimpali.


"Tidurlah kalian berdua, jika sudah sampai aku akan segera membangunkan kalian." Ujar Daniel, yang akhirnya kedua gadis itu mulai duduk dengan bersandar pada kursi mobil yang empuk dan menutup mata mereka karena merasa sangat kelelahan.


Sementara Daniel dan Alex melanjutkan perjalanan mereka, sebenarnya dalam hati merasa kasihan karena kedua gadis yang tidak tahu apapun, justru malah diincar dan juga masuk ke dalam permasalahan rumit bisnis Keluarga Sagara, tapi itulah konsekuensi dari seseorang yang malah menyukai dan jatuh hati pada keluarga mafia, mereka harus bisa menerima resikonya.


Beruntung Keluarga Sagara bukan keluarga kejam yang bisa seenaknya mencampakkan perempuan. Justru Tuan Tirta sangatlah menghargai dan menyayangi istrinya, dan bahkan setia kepada Nyonya Cantika hingga saat ini. Bahkan Tuan Tirta mengajari Nyonya Cantika cara bertarung agar bisa menjaga dirinya sendiri, di saat lelaki itu sedang lengah atau tidak bisa menjaganya.


Jadilah nasib Felitha dan Grace termasuk beruntung karena Keluarga Sagara terutama lelaki mereka sangat menghormati istri mereka. Meskipun Tuan Tirta sempat menceraikan Patmawati di masa lalu, setidaknya dia berubah menjadi sosok lelaki yang lebih baik sebagai suami kepada Nyonya Cantika.


Tidak lama mobil mereka sampai di rumah mansion milik Keluarga Sagara yang sudah berantakan di sana-sini. Mobil mereka memasuki halaman, dan seluruh rumah kini kosong hanya saja ada beberapa mayat tergelatak di tanah dan darah. Daniel dan Alex memutuskan untuk tidak membangunkan Felitha dan Grace, daripada gadis itu melihat pemandangan yang sangat menyeramkan. Lagipula keduanya tertidur dengan sangat pulas.


Daniel dan Alex keluar dari mobil, mereka berdua di sambut oleh Adnan dan Damar yang terluka di sekujur tubuh mereka, tapi kedua lelaki itu berhasil memberikan perban dan obat agar tidak membuat kedua kekasih mereka histeris dan ketakutan melihat tubuh kedua lelaki itu berdarah.


"Bagaimana kondisi di Villa ??"


"Tuan Tirta sudah memanggil polisi tadi, dan sekarang saya masih belum mendapatkan kabar apapun." Ujar Alex memberikan informasinya.


"Dimana Grace ??" Tanya Damar.


"Mereka berdua ada di dalam sedang tertidur, sepertinya mereka merasa begitu kelelahan." Ujar Daniel menunjuk sembari membuka pintu mobil di pinggir, dan menampilkan Felitha dan Grace yang masih tertidur pulas.


Damar dan Adnan mengangguk, masing-masing dari mereka membawa kekasih mereka. Damar menggendong Grace, dan Adnan menggendong Felitha. Kedua lelaki itu secara perlahan mengeluarkan kekasih mereka dari dalam mobil, hingga kedua gadis itu tidak terganggu sedikitpun dalam tidur mereka.


Imutnya kekasihku Batin Damar memandang wajah Grace yang tertidur di gendongannya.


Kau terlihat sangat kelelahan. Apa kau tidak bisa tertidur semalam ?? Batin Adnan dengan rasa khawatir saat melihat wajah Felitha di sana.



"Di..dimana ini ?? Eh ??"


Felitha menggerakkan tubuhnya yang terasa begitu berat, dia terkejut melihat Arjun tertidur di sampingnya sembari memeluknya dengan tertidur juga. Di sisi bersebelahan, dia melihat Adnan dengan duduk di kursi memegang tangannya dan menaruh kepalanya di sebelah Felitha.


Gadis itu memperhatikan Arjun dan Adnan, terdapat beberapa perban di tubuh mereka, menandakan mereka terluka parah saat bertarung dengan Aarav. Felitha tidak ingin membangunkan keduanya, jadilah dia memilih untuk tetap tenang dan berdiam berbaring di tengah-tengah mereka.


"Biarkan saja, toh mereka sangat kelelahan." Ujar Felitha pada dirinya sendiri.


Felitha mencoba menggerakkan tangannya dan membelai bagian rambut Arjun dengan perlahan, gadis itu merasa gemas merasakan rambut berwarna hitam lebat dan terasa lembut di tangannya. Tapi kemudian tangan Felitha di pegang oleh Arjun, yang membuka matanya dan menatap Felitha, gadis itu kaget sekaligus merasa malu karena ketahuan membelai rambut lelaki itu.


Arjun tidak menjawab apapun, dan hanya mendekati leher Felitha sembari menghirup aroma dari gadis itu. Felitha merasa geli dan sekaligus malu saat Arjun malah sengaja menggoda dengan menggerakkan hidungnya pada daerah sensitif Felitha.


"Ka..kak Arjun.. Geli.."


"Ck, jangan begitu Arjun, kau lupa kita ini harus berbagi." Tiba-tiba Adnan juga ikut membuka matanya dan menatap kesal ke arah Arjun yang sepertinya malah mencuri start lebih dulu.


Felitha kaget, jadi Arjun dan Adnan tidak tertidur tadi, dan hanya berpura-pura tidur di hadapan Felitha ?? Dasar lelaki licik batin Felitha kesal tapi juga merasa malu karena tingkahnya tertangkap basah oleh kedua lelaki itu.


"Ka..Kak Adnan.. Eh ?!"


Felitha merasa kaget sekaligus geli, saat disisi lehernya yang lain. Adnan malah mencium dan menjilati leher Felitha, membuat gadis itu merasa tersiksa dengan perasaan geli yang menyetrum tubuhnya. Tangannya ingin menghentikan aksi keduanya, tapi di hentikan oleh kedua lelaki itu. Tangan kirinya di pegang oleh Arjun yang berada di sebelah kiri, sementara tangan kanan di pegang oleh Adnan di sebelah kanan.


"Kak..Hentikan.. Geli.."


Ucapan Felitha tidak diindahkan sama sekali dengan kedua lelaki itu. Bahkan Arjun dengan sengaja memasukkan tangannya ke dalam pakaian Felitha, dan meraba tubuh gadis itu. Membuat Felitha merasa sedikit tidak nyaman, hingga dirinya tersentak saat tangan Arjun malah menyentuh bagian sensitif nya.


"Aah !! Kak Arjun, jangan gitu !!"


Arjun hanya menyeringai, saat melihat wajah Felitha yang memerah malu sekaligus mengeluarkan air mata karena menahan rasa geli karena tindakan kedua lelaki itu seakan sedang melecehkan nya.


pintu kemudian terbuka, menampilkan Arya yang membawa makanan, dan melihat tingkah kedua saudaranya membuat Arya sedikit kesal.


"Ya !! Jangan diapa-apain dulu !! Kita belum sah, udah main trobos aja !!"


"Ck, apaan sih ?!" Ujar Adnan dengan kesal, ini sudah kedua kalinya dirinya hanya ingin menyentuh tubuh Felitha terhalangi oleh saudaranya sendiri. Pertama Damar, saat dia akan berciuman dengan Felitha, kedua malah Arya.


"Heh, lepasin dulu Felitha !! Kasihan, dia habis kecapekan gitu malah di lecehin !! Udah sana keluar !! Biarin Felitha istirahat dulu." Ujar Arya menaruh makanan di meja yang sudah disediakan untuk menaruh makanan. Lagipula tugas Arya adalah menyerahkan makanan dan juga vitamin serta obat yang di butuhkan oleh kekasihnya, dia malah melihat kedua saudaranya sibuk menyentuh Felitha yang sedang lemah.


Saudara mesum memang !! Sementara Arjun dan Adnan dengan ogah-ogahan menuruti saja perkataan Arya. Padahal kalau dalam urutan mereka, Arya adalah urutan terakhir, tapi tingkahnya seperti Alto yang selalu memberikan perintah di saat yang tepat.



"Apa ?! Mereka melaporkan pada polisi ?! Ck !!"


"Maaf tuan, hanya itu informasi yang aku dapatkan."


"Blaise, sembunyikan semua data perusahaan kita !! Jangan sampai ada seorang polisi yang mengetahui identitas asli kita."


"Baik tuan."


Blaise membalikkan badan dan menyeringai licik melihat tingkah bosnya yang kini mulai merasa gelisah dan juga bingung, bagaimanapun berhubungan dengan polisi tidak akan bisa mudah untuk keluar, apalagi yang melaporkan adalah seorang dengan jabatan dan wewenangan lebih tinggi.


Padahal aku kira bos pintar, bagaimana bisa dia secara terang-terangan menyerang Keluarga Sagara ?? Beruntung saja Tuan Tirta sudah memberikan aku perlindungan dalam hal ini Batin Blaise dengan tersenyum senang dalam hatinya dan tidak lagi memperdulikan bosnya itu, entah dia akan menjalankan tugasnya atau tidak, kita lihat saja.


~ ~ ~


Update agak cepet ya, soalnya mau ending :)


Author mau ngasih cerita baru lagi sebenarnya..


tapi ini masih banyak banget yang belum selesai. Hiks, sedih :')